Rain Poor

Rain Poor
38


__ADS_3

"Tidak mudah menyembunyikan sesuatu darimu ya" Kataku bersungut. Aku memeluk Lekky erat. Menyalurkan perasaan bahagia ini kepadanya. Lekky menepuk lembut bahuku, membalas pelukanku.


"Kau hamil ?" Tanya Bangsawan Voldermon di sampingku.


"Ya..Tabib baru mengabarinya" Kataku tersenyum lebar.


"Hebat juga Sera" Guman Bangsawan Voldermon pada dirinya sendiri. Aku langsung menepuk belakang kepalanya penuh rasa sayang.


"Apa maksudmu"


"Selamat Putri Yuki" Kata Bangsawan Asry tulus. Aku menganggukan kepala berterimakasih.


Rapat besar kembali digelar untuk membahas keberangkatan yang besok mulai di gerakan. Aku duduk diampit oleh Lekky dan Pangeran Sera. Pangeran Riana berada di seberang Kami. Sementara itu Lazzar dan Varmount berada di sisi lain Lekky.


"Aku akan ke utara untuk menghadang pergerakan di sana" Kata Lekky mengangkat tangannya. Pangeran Sera akan berada di timur sedang Pangeran Riana akan menjaga kuil suci.


"Aku akan menemaninya" Kataku mengangkat jariku ke atas. Lekky mengerang.


"Istriku akan menemani Lekky ke Utara" Timpal Pangeran Sera menyetujui.


Aku telah menceritakan kepada Pangeran Sera mengenai semangat hidup Lekky yang berkurang semenjak istrinya meninggal. Pangeran Sera memahami hal itu. Dia malah mendorongku untuk tetap menjaga Kakakku supaya tetap hidup. Aku sangat bersyukur memiliki suami sebaik Dia.


"Aku juga setuju" Lazzar dan Varmount mengangkat tangannya.


"Apa Kalian merasa puas sekarang ?" Tanya Lekky dengan nada sinis. Aku mencembik di dekatnya. "Kau ini selalu merusak kesenanganku Yuki"


"Aku ikut denganmu" Ulangku lagi lebih jelas.

__ADS_1


Rapat besar telah di putuskan. Besok pagi Pangeran Sera akan berangkat lebih dulu bersama sepuluh ribu pasukannya. Aku duduk di kamar memperhatikannya yang tampak sibuk mengatur barang-barangnya. Pakaian perangnya telah di bersihkan dan di pajang di dalam kamar. Aku tertegun saat melihat Pakaian itu. Menyadarkanku bahwa saat kematianku semakin dekat. Aku hanya berharap Pangeran Sera akan baik-baik saja. Aku terlalu banyak memberikan kesedihan padanya.


"Kenapa wajahmu seperti itu" Tanya Pangeran ketika selesai memasukkan barang-barangnya.


"Maafkan Aku tidak bisa menemanimu" Kataku menyesal. Seharusnya sebagai istri Aku menemaninya. Tapi Aku memilih untuk menjaga Lekky. Bukannya Aku tidak ingin bersama Pangeran, Tapi Pangeran Sera lebih bisa di percaya ketimbang Lekky dalam menjaga hidupnya.


"Jangan cemas. Kau tidak perlu memikirkan apapun. Semua akan baik-baik saja" Kata Pangeran Sera lembut.


Aku menyandarkan kepalaku ke bahu Pangeran. Pangeran Sera mengelus perutku. "Jaga anak kita dengan baik selama Aku pergi"


"Tentu"


Pangeran Sera mendekatkan wajahnya. Kami berciuman mesra.


Genderang perang di bunyikan bertalu-talu. Panji-panji kerajaan telah dikibarkan diantara Para prajurit yang berbaris rapi. Sepuluh ribu pasukan perang terbaik. Pangeran Sera telah selesai mengecek pasukannya dari atas kuda. Pakaian perangnya terlihat pas di tubuhnya. Aku berdiri di tribun penonton bersama Lekky. Memperhatikan kesiapan pasukan. Tak lama terdengar genderang yang dipukul berirama. Pasukan akan berangkat. Aku menghampiri pagar pembatas. Pangeran Sera menghampiriku.


"Aku pergi dulu. Jaga dirimu dan anak kita baik-baik"


"Tentu saja" Kata Pangeran tersenyum. Pangeran mengangkat pedangnya. Pasukan mulai berjalan keluar gerbang sekolah dengan barisan yang tertata rapi. Pangeran Sera di atas kudanya. Berjalan pelan mengikuti barisan. Aku memandang punggungnya tertegun. Kami akan berpisah mungkin sekitar tiga bulan lebih.


Aku tanpa sadar berlari menyusulnya. Nafasku tersenggal-senggal mengejarnya.


"Pangeran Sera" Panggilku ketika Aku berhasil berada di dekatnya. Pangeran Sera berbalik. Terkejut saat melihatku.


"Yuki.." Pangeran Sera menghampiriku di atas kudanya. Aku naik pembatas pagar. Entah mendapat keberanian dari mana. Aku membungkukan badan. Mendekatkan diri pada Pangeran Sera.


Di saksikan sepuluh ribu pasukannya. Di saksikan orang-orang yang menonton keberangkatan pasukan. Aku mencium Pangeran Sera. Suamiku.

__ADS_1


"Hati-hati dan cepat kembali" Kataku ketika melepaskan ciumanku.


Pangeran Sera tersenyum senang. Aku memperhatikan kepergiannya. Sosoknya perlahan menghilang dalam barisan pasukannya.


Aku berbalik dan mendapati Lekky berdiri di trimbun paling atas. Tak jauh darinya Pangeran Riana berdiri bersama Bangsawan Xasfir. Apakah Pangeran melihat saat Aku mencium Pangeran Sera ?. Entahlah Aku tidak peduli.


"Yuki..Aku harus segera pergi" Lekky muncul bersama Curly saat Aku baru saja mencuci bajunya. Dia sudah siap berangkat. Tas besar berada di punggung Curly.


"Kalian akan kemana ?" Tanyaku terkejut.


"Terjadi pergerakan tidak terduga di utara. Aku harus segera pergi secepatnya ke sana"


Aku tertegun. Pangeran Sera baru saja berangkat tadi pagi. Sekarang Lekky juga akan pergi karena ada pergerakan mendadak di utara. Apa keadaan tidak terkendalikan ?. Aku jadi cemas.


"Kau tidak perlu khawatir. Aku ke sana hanya untuk menyelidiki sesuatu"


"Kalau begitu Aku akan bersiap" Kataku berdiri dengan gugup. Lekky langsung menahan bahuku.


"Tidak perlu. Aku akan pergi dengan Lazzar dan Varmount. Kau ikut saja nanti dengan rombongan Voldermon. Kita akan bertemu di titik pertemuan"


"Apa ?"


Lekky mencubit hidungku. "Kau baru sembuh dari cidera dan sedang hamil muda. Kita tidak tahu seberapa parah pergerakan yang terjadi di sana. Sekarang Kau tunggu saja perkembangan di sini dan Gunakan bakatmu sebagai Ciel untuk mendoakan kami"


"Ugh Baiklah"


Gulf di saku Lekky berbunyi. "Lazzar memanggil. Aku harus pergi sekarang Yuki"

__ADS_1


"Berhati-hatilah" Kataku akhirnya pasrah. Lekky ada benarnya. Jika Aku pergi ke sana Aku tidak dapat melakukan apapun dan malah membahayakan yang lain juga anak dalam kandunganku.


Lekky menunduk memberiku kesempatan untuk.mencium pipinya. Setelah itu dalam sekejap Dia sudah menghiang dari hadapanku.


__ADS_2