Rain Poor

Rain Poor
24


__ADS_3

"Yuki..." Bangsawan Voldermon muncul dengan membawa mantel. Aku berdiri di sudut bangunan yang tersembunyi. Menggigil seperti anak kucing yang kebasahan. Bangsawan Voldermon langsung menyelimutiku dengan mantelnya. "Aku kira selama ini Kau ikut bersama Lekky".


Hujan turun dengan derasnya. Angin meliukkan pepohonan di sekitar.


"Tidak..Aku mengerjakan tugas lain" Kataku berbohong.


"Ayo Kita pergi sebelum Sera menemukan kita"


Aku menganggukan kepala menyetujui. Bangsawan Voldermon berhasil menyelundupkanku ke luar area sekolah. Kami pergi menuju kediamannya. Aku mandi dan langsung berganti pakaian. Aku memilih pakaian berleher tinggi. Menyembunyikan bekas ciuman Pangeran dileherku.


Kami duduk di ruang baca dengan perapian yang sudah menyala. Aku mengulurkan tanganku mencari kehangatan di perapian itu. Bangsawan Voldermon menuangkan segelas coklat panas di cangkir. Aku menyambutnya senang.


Di luar hujan sudah semakin mereda.


"Apa yang terjadi. Kenapa Kau muncul di sekolah dengan kondisi seperti tadi ?"


Aku diam. Tidak bisa menjelaskan. Bangsawan Voldermon menunggu.


"Kau tidak bisa mengatakan padaku ?"


"Aku tidak bisa" Aku mengakuinya. Tidak mungkin Aku bercerita empat hari ini telah dikurung di kamar peristirahatan Pangeran Riana di sekolah dan dipaksa untuk melayani Pangeran Riana.

__ADS_1


"Aku mengerti. Pelayan sedang mempersiapkan makanan"


"Kalian di sini" Bangsawan Asry tiba-tiba muncul. Dia tampak lelah. Beban berat karena kemunculan iblis ini dirasakan siapa saja. "Apa ada sesuatu yang bisa kumakan sekarang ?"


"Minumlah ini dulu" Kataku menyodorkan segelas cokelat panas ke depannya saat Dia duduk bersama Kami.


Bangsawan Asry menerimanya dengan penuh rasa terimakasih.


"Mana yang lain ?" Tanya Bangsawan Voldermon kemudian.


"Sedang perjalanan kemari"


Jika yang lain yang di maksud adalah Pangeran Riana, Aku harus segera pergi untuk menghindarinya.


Bangsawan Asry menggelengkan kepala. "Kau tahu dengan baik seperti apa Riana itu, kadang Dia bisa sangat tertutup pada siapapun. Di tambah Marsha yang kesetanan seperti orang gila. Membuatku susah untuk menyelidikinya"


"Ada apa ?" Tanyaku tidak mengerti.


"Dua hari lalu, Ada bekas gigitan di pundak Riana. Selama ini Kami selalu mencoba untuk membuat Riana bersama dengan Wanita tapi selalu gagal" Kata Bangsawan Asry dengan wajah frustasi. "Riana tidak pernah mau menyentuh wanita semenjak.." Bangsawan Asry terdiam sejenak. "Sedangkan kerajaan memerluhkan keturunan agar kondisi negara stabil. Tapi Dua hari lalu Kami melihat bekas gigitan di pundak Riana. Tidak mungkin bekas itu ada di sana jika Mereka tidak tidur bersama"


Aku terdiam. Bekas gigitan yang di maksud pasti bekas gigitanku. Aku memang sempat menggigit Pangeran Riana saat Dia memaksaku untuk melayaninya. Aku tidak menyangka bekas itu menjadi masalah sekarang ini.

__ADS_1


"Kerajaan sangat ingin tahu siapa wanita yang berhasil membuat Pangeran Riana menidurinya. Mereka mempunyai harapan besar kepada wanita itu untuk mendapatkan keturunan dari Pangeran Riana"


"Apa bukan Putri Marsha ?, Mereka bertunangan dan akan menikah" Kataku berkilah. Aku mengatakan setenang mungkin seolah semua yang di ceritakan Bangsawan Asry tidak ada artinya untukku.


"Tidak mungkin. Marsha justru sangat ingin tahu siapa wanita itu. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukannya jika Dia mengetahui identitas wanita itu."


"Itu Riana" Bangsawan Asry memalingkan wajahnya ke cendela. Di luar Pangeran Riana dan Bangsawan Xasfir baru turun dari kuda. Dua orang penjaga datang mengambil alih kuda.


Aku meletakan cangkirku setenang mungkin. Berdiri dari dudukku agar tidak terlalu mencurigakan. "Aku sangat lelah hari ini dan ingin tidur cepat. Aku permisi dulu" Pamitku.


"Baiklah selamat malam" Kata Bangsawan Voldermon membiarkan Aku pergi. Aku melangkah meninggalkan Mereka. Begitu sosokku sudah tidak terlihat, Aku melangkahkan kaki cepat menuju kamarku. Mulai sekarang sebisa mungkin Aku harus menghindari Pangeran Riana. Aku tidak ingin menambah masalah nantinya. Tujuanku kemari bukan untuk mengacaukan hidup siapapun.


Tapi, Sangat susah menghindari Dia mengingat Pangeran sering berkunjung kekediaman Bangsawan Voldermon. Aku tidak mungkin mengurung diri di kamar. Itu akan membuat yang lain curiga. Kerajaan terus mencari wanita yang telah tidur dengan Pangeran Riana. Aku baru tahu jika Pangeran selama ini tidak pernah menyentuh wanita manapun. Beberapa kali kerajaan mempersiapkan wanita untuknya, Pangeran memilih menghindari pergi atau malah mengusir wanita itu keluar. Bahkan Putri Marsha sekalipun tidak diizinkan memasuki kamar Pangeran Riana. Aku tidak mengerti apa yang di pikirkan Pangeran. Jika Dia seperti itu lalu kenapa Dia justru malah memaksaku untuk melayaninya ?.


Apa yang Dia harapkan dariku ?.


Aku keluar dari kamar mandi. Rambutku masih basah sehabis keramas. Aku menggosok-gosok rambutku dengan handuk untuk mengeringkannya. Sudah satu minggu setelah kejadian itu. Sebentar lagi Lekky pulang. Aku merasa lebih aman jika Lekky berada di sini.


Hari sudah larut malam. Di luar ada empat orang penjaga yang diperintahkan Bangsawan Voldermon untuk menjaga kamarku. Dia tidak ingin kecolongan lagi. Terdengar Mereka sedang mengobrol di luar. Sesekali suara gelak tawa mewarnai obrolan Mereka.


Aku duduk di depan meja rias. Masih sibuk mengeringkan rambutku. Bekas ciuman Pangeran Riana sudah memudar, beberapa sudah menghilang. Aku cukup lega tidak ada yang menyadarinya selama ini. Pangeran tampak sangat marah saat mengetahui Aku telah berhasil kabur. Aku bisa melihatnya dari caranya memandangku Mood nya menjadi sangat buruk akhir-akhir ini. Itu juga yang menjadi alasanku untuk menghindarinya.

__ADS_1


Aku menyisir rambutku. Aku cukup lelah hari ini setelah bertemu Pendeta Suci untuk membahas pergerakan iblis. Setelah ini Aku ingin tidur cepat. Hari-hari berat masih menantiku besok. Namun, gerakan tanganku berhenti saat menyadari ada yang salah di dalam kamarku.


Di sudut kamar yang temaram, Pangeran Riana duduk dengan tenangnya di kursi dekat cendela. Ada rokok yang menyala terselip di tangannya.


__ADS_2