Rain Poor

Rain Poor
35


__ADS_3

Beruntung Pangeran Sera tidak curiga ketika Aku kembali dan mengajaknya pergi dengan alasan sakit perut akibat salah makan. Kami berpamitan dengan Bangsawan Voldermon. Berjalan pergi meninggalkan gedung.


Lekky harus kembali tinggal di sekolah Karena ada sesuatu yang mendesak. Dia pergi beberapa hari bersama keluarga Darmount. Aku mengemasi barang-barang Lekky. Membawanya ke kamarnya yang lama dan mulai menyusunnya. Aku cukup lama menghabiskan waktu di sana. Hari sudah sore. Pangeran Sera mungkin telah selesai melakukan rapat. Aku lebih baik menyusulnya. Aku mengunci pintu kamar Lekky. Melewati taman belakang yang sepi. Tiba-tiba sebuah pukulan keras mendarat di tengkukku. Aku terjatuh ke tanah. Kegelapan menyelimutiku.


Aku terbangun dan mendapati diriku berada di gudang yang tidak terpakai dekat dengan sumur biasa yang Aku pakai untuk mencuci baju. Aku bangun dengan susah payah. Aku terbaring begitu saja di atas tanah yang dingin. Gudang ini penuh dengan sarang laba-laba dan pengap.


"Kau sudah bangun rupanya" Aku berbalik.


Panglima Jafar, Kakak Putri Marsha berdiri dengan sikap angkuh di dekatku. Dia menatapku dengan tatapan yang kurang pantas.


Aku beringsut mundur. Jadi Dia yang menyerangku tadi. Aku rasa tujuannya membawaku kemari tidak baik. Dia lebih berbahaya daripada adiknya.


"Kau sangat cantik Putri, Sebagai lelaki Aku mengakui hal itu. Aku sebenarnya tidak ingin begini tapi Kau terus dan terus mencari masalah denganku dan keluargaku terutama Marsha, Adikku" Panglima Jafar menodongkan pisau ke leherku. Aku diam memandangnya. Bersikap tegar. "Karenanya Kau harus di singkirkan"


Aku tahu saat ini percuma Aku berteriak. Letak gudang ini sangat jauh dan terpencil dari sekitarnya. Lekky juga sedang tidak berada di sini. Begitu juga Curly. Apakah ini akhirku ?.


"Apa yang akan Kau lakukan ini bisa menimbulkan perpecahan dua negara" Kataku mengingatkan.


Panglima Jafar tersenyum. "Apa peduliku. Yang penting Marsha menikah dengan Riana dan menghasilkan keturunan maka kedudukan keluarga Kami tidak akan tergoyahkan. Apa Kau tidak tahu bagaimana perjuangan Kami selama ini sehingga Marsha mendapatkan kedudukannya yang sekarang. Dan Kau...untuk apa Kau muncul kembali setelah sekian lama menghilang"


"Percayalah dengan membunuhku akan menghancurkan keluargamu"

__ADS_1


"Kau mengancamku"


"Aku memperingatkanmu"


"Siapa yang akan mengetahuinya. Bahkan Lekky kekasihmu itu tidak akan bisa membuktikan apapun." Pisau di tempelkan di leherku. "Menyenangkan jika harus membelah lehermu tapi sebelum itu Aku ingin tahu bagaimana rasanya dirimu sehingga Dua Pangeran itu begitu memujamu"


Panglima Jafar menekan kedua tanganku ke atas. Dia menyumpal mulutku dengan kain. Aku memberontak berusaha melepaskan diri.


"Bagaimana reaksi kedua Pangeranmu dan kekasihmu itu jika Mereka menemukan mayatmu seperti seorang jalang yang tidak berharga ?"


Karena Aku terus melawan. Panglima Jafar memukul dadaku dengan tinjunya. Aku terbatuk. Terasa nyeri. Tenagaku seolah disedot dengan tiba-tiba. Panglima Jafar membalikkan tubuhku ke belakang. Aku merangkak. Berusaha menjauhinya saat Dia menyobek bajuku dari belakang. Dengan kasar Dia menjambakku dan membenturkan kepalaku keras ke lantai. Kepalaku langsung pusing. Pandangan mataku berkunang-kunang. Aku berusaha keras untuk melawan perasaan tidak enak ini. Pelatihan bersama Lekky selama ini mengajarkanku untuk tetap fokus dan tenang bahkan dalam keadaan terdesak sekalipun. Aku melihat ada balok kayu tergeletak di tanah tak jauh dari tempatku.


Ketika Panglima Jafar kembali meraihku. Aku mengumpulkan tenaga dan langsung menendang perutnya keras. Panglima Jafar terjengkang ke belakang. Tidak menduga akan terjadi perlawanan. Dengan cepat Aku meloncat mengambil balok di tanah. Lalu ketika Panglima Jafar akan meraihku Aku langsung menghantamkan balok itu ke kepalanya. Dia tersungkur di tanah. Aku bergegas bangun. Melemparkan balok kayu dan berlari menuju pintu keluar. Aku berhasil melepaskan kunci. Membuka pintu.


Ternyata Panglima Jafar berhasil menyusulku. Dua buah tamparan mendarat keras di pipiku. Terasa panas. Sudut bibirku langsung mengeluarkan darah.


"Jalang sialan" Makinya marah.


"Apa yang Kalian lakukan di sini ?"


Putri Marsha muncul bersama Namura. Di belakangnya tampak para prajurit Argueda. Putri Marsha menatap Kami bergantian.

__ADS_1


"Si jalang ini...Dia mencoba merayuku. Ketika Aku menolak Dia malah memukulku dengan balok kayu" Ujar Panglima Jafar geram. "Murahan tetap murahan"


"Tidak benar..Kau.."


"Diam Kau" Panglima Jafar kembali menamparku keras.


Aku tersungkur ke tanah.


"Aku tidak terima ini. Aku akan menuntutnya atas perbuatannya" Kata Panglima Jafar sambil meludah didekatku.


"Aku di belakangmu Kak" Kata Putri Marsha memandangku jijik. "Apa Sera dan Lekky belum cukup menemanimu tidur sehingga Kau menggoda kakakku ?"


"Kau mencoba merayu suamiku ?" Tanya Namura kencang. "Sialan Kau...Kau sudah mempermalukanku sekarang Kau mencoba menggoda suamiku"


Namura menendangku berkali kali. Menjambak rambutku dan menariknya hingga Aku terseret. Dia histeris dan tidak terkendali. Aku tidak bisa melawan karena tenagaku telah habis sebelumnya.


Keributan ini menarik perhatian orang-orang di sekitar. Teriakan Namura terdengar membahana.


Rasa sakit terasa di sekujur tubuhku. Aku ambruk di tanah. Tapi Namura tetap memukul dan menendangku. Bahkan Dia memukuliku dengan gagang sapu yang berada di dekatnya.


"Ada apa ini ?"

__ADS_1


Sebuah suara menghentikan Namura. Raja Bardansah muncul bersama Pangeran Riana dan Bangsawan Voldermon.


"Yuki..." Bangsawan Voldermon terkejut melihatku. Dia langsung berlari. Mendorong Namura menjauh. "Yukii" Panggil Bangsawan Voldermon menggoyangkan bahuku.


__ADS_2