Rain Poor

Rain Poor
54


__ADS_3

Pangeran Sera mengkerutkan keningnya. Dia tampak berpikir keras.


"Apa Kau yakin Yuki, Aku kemari untuk menjagamu tetap hidup bukan membiarkanmu mati"


"Aku juga di sini untuk hal yang sama" Kataku berusaha menenangkannya. Pangeran Sera mendesah.


Akhirnya Pangeran Sera menyetujuinya. Lekky mengikatkan tali pengaman di tubuhku. Aku sudah pernah melakukan hal yang lebih berbahaya daripada ini. Sedikit banyak Aku tidak akan berteriak ketakutan seperti orang bodoh ketika meluncur.


Setelah semua siap. Aku mengambil ancang-ancang. Menghentakan kakiku. Tubuhku meluncur ke bawah. Lekky menarik tali untuk menjaga kecepatanku tetap stabil. Angin berhembus di bawahku. Setelah Lima menit bergelantung di atas jurang, Akhirnya Aku sampai di atas menara yang tinggi. Curly muncul dan membantuku melepaskan tali-tali di tubuhku Lalu Dia menghilang. Kembali ke Gua untuk memberi kabar kepada yang lain. Aku memperhatikan sekitar dengan hati berdebar. Sekitar dua jam menunggu Akhirnya Aku melihat tanda dari Lekky. Mereka sudah berada di sekitar kuil. Aku mempersiapkan alat panahku.


Setiap memegang Panah, Aku teringat kepada Rena. Dulu Aku sangat ragu membunuh orang. Tapi sekarang berbeda. Demi melindungi orang-orang yang Aku cintai, Aku bisa melesatkan panahku tanpa keraguan.


Pertama kali Aku membunuh seseorang adalah ketika Aku dan Lekky mengejar rombongan pengikut Iblis ini. Aku masih ingat tatapan matanya dan bagaimana panah melesat tepat ke jantungnya. Semua masih tercetak jelas di dalam ingatanku.


Perlahan satu persatu penjagaan di gerbang kuil menghilang. Aku sempat melihat sosok Bangsawan Xasfir yang memegang pedang berlumuran darah sebelum Dia menghilang. Aku membidikkan panahku. Mulai memanah.


Terdengar denting pedang yang beradu. Pangeran Riana menaiki Raldoft. Memporak porandakan pasukan dari atas bersama Bangsawan Asry dan Pendeta Serfa yang menaiki Coracal.


Bangsawan Voldermon sedang beradu pedang ketika ada seorang prajurit penjaga kuil mengendap di belakangnya. Dia tidak menyadarinya. Aku melepaskan anak panahku. Melesat cepat membunuhnya. Bangsawan Voldermon berbalik. Melayangkan ciuman jarak jauh padaku.

__ADS_1


Terdengar langkah kaki mendekat. Dua orang Prajurit penjaga muncul dari dalam menara. Sial. Aku ketahuan. Aku mengambil pedang di pinggangku. Bersiap bertempur. Terdengar Raungan keras. Curly meloncat dari belakangku. Menerkam dua penjaga itu. Aku terlempar ke bawah Menara karena pergulatan yang terjadi.


Beruntung, Pangeran Riana datang dan menangkapku. Aku naik di belakangnya.


"Pangeran" Kataku menunjuk ke arah langit. Ada sepasukan burung Coracal datang ditunggangi oleh tentara. Jumlahnya ada sekitar dua puluh orang.


Pangeran mengarahkan Raldoft untuk menyerang. Aku berpegangan erat pada Pangeran saat Raldoft berputar, Menukik dan menghantam. Lekky muncul dengan sayapnya. Membantu Kami menghabisi setengah pasukan. Terdengar ledakan dasyat dari dalam kuil. Pangeran Sera bersama lima orang keluar sembari membawa kantung berisi Pendeta suci dan Murid pengkhianat.


Pangeran Riana mengarahkan Raldoft untuk turun dan mengambil kedua kantung itu.


"Lekkyyy !!" Teriakku ketika Lekky masuk ke dalam menara.


Ledakan demi ledakan terdengar menghancukan bangunan di belakang Kami.


Sudah hampir satu jam Kami menunggu. Aku merasa lega ketika hampir semua rombongan tiba dengan selamat. Lekky belum juga kembali bersama Curly. Apa Dia baik-baik saja. Sementara itu bangunan mulai runtuh dan berjatuhan di bawah tebing.


"Mana Xasfir ?" Tanya Bangsawan Voldermon membuatku tersadar bahwa Bangsawan Xasfir belum kembali. Bangsawan Xasfir bertugas untuk meledakan bangunan.


"Tidak ada waktu kita harus segera pergi dari sini" Kata Pangeran Riana sambil menyiapkan peledak untuk meledakan jembatan yang menghubungkan Kuil dengan tebing di seberangnya. Hanya ini satu-satunya akses masuk ke dalam kuil.

__ADS_1


Bangsawan Voldermon menghampiri Pangeran Riana. Mencengkram kerah baju Pangeran. Menatapnya penuh emosi. "Apa maksudmu dengan tidak ada waktu ?, Xasfir teman kita"


"Bukan itu maksud Dia..Bukan seperti itu" Kataku melerai. Aku mendorong Bangsawan Voldermon menjauh. Memegang bahunya dan memaksanya menatapku.


"Yang lain-lain akan segera datang. Kita harus segera pergi dari sini. Apa Kau mengerti"


Bangsawan Voldermon tampak sedikit tergoncang. Kesetiaannya pada teman-temannya tidak perlu di pertanyakan. Aku memeluk Bangsawan Voldermon. Menenangkannya. Ledakan keras kembali terdengar. Lebih nyaring daripada sebelumnya. Atap-atap terpental ke udara. Bangunan itu luluh lantak.


Aku berharap Lekky akan baik-baik saja.


Pangeran Riana meledakan jembatan. Memutus akses dan menghambat pasukan yang akan mengejar Kami. Kami segera menuruni bukit. Curly sudah menunggu Kami dengan patok tertancap kuat di batu bersama Pendeta Serfa dan Bangsawan Xasfir. Kami akan menuruni bukit dengan menggunakan tali lagi. Pendeta suci dan murid pengkhianat di gantungkan di atas tali. Meluncur turun ke bawah. Aku meluncur mengikutinya dari belakang. Kemudian satu persatu menyusul.


Sesampainya titik kedua tempat Kami berkumpul selanjutnya. Aku terkejut saat mendapati Lekky sudah berdiri di samping sungai. Menatap lurus ke dalam sungai. Sementara itu Bangsawan Xasfir bersandar di sebuah batu besar tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Kalian terlalu lama" Seloroh Bangsawan Xasfir menyambut teman-temannya. Satu kakinya terluka dan dibalut seadanya. Debu memenuhi pakaian dan rambutnya.


"Apa yang terjadi ?" Tanya Pangeran Riana sembari memeriksa luka Bangsawan Xasfir. Bangsawan Voldermon memeluk Bangsawan Xasfir sesaat.


"Aku terjebak reruntuhan setelah ledakan ketiga. Beruntung Dia datang dan menyelamatkanku" Kata Bangsawan Xasfir sambil menatap penuh rasa terimakasih pada Lekky yang masih fokus menatap ke sungai.

__ADS_1


__ADS_2