Rain Poor

Rain Poor
15


__ADS_3

"Hay Yuki, Senang Kau masih mengenaliku" Kata Bangsawan Voldermon yang masih memelukku.


"Awas" Seruku ketika di belakang muncul prajurit lain. Bangsawan Voldermon berhasil menjatuhkan Dia. Prajurit itu berguling ke bawah tangga. Sebuah meja di lemparkan ke bawah oleh Bangsawan Voldermon saat Prajurit lainnya berusaha menaiki tangga untuk mengejar Kami.


"Apa yang Kau lakukan ?" Tanya Bangsawan Voldermon saat melihatku hanya diam terbenggong. "Ayooo !!"


Aku ditarik untuk berlari. Kami menaiki tangga. Aku mengikuti Bangsawan Voldermon. Di bawah sana, tepatnya di lapangan terlihat Lazzar telah memegang Lekky sementara Pangeran Sera di pegang oleh Pangeran Arana. Keduanya sudah berhasil di lerai.


Bangsawan Voldermon berhasil membawaku lolos dari kejaran Pasukan Argueda. Dia membawaku ke istananya. Menurutnya jika Aku kembali sekarang ke sekolah, Aku tetap akan bertemu dengan Pangeran Sera. Bangsawan Voldermon ada benarnya apalagi Ziyar telah memindahkan barang-barangku ke kamar Pangeran Sera.


"Ini kamarmu. Jika ada yang Kau butuhkan katakan saja padaku. Aku akan menyiapkan pelayan untuk melayanimu" Kata Bangsawan Voldermon sambil masuk ke dalam salah satu kamar di istananya. Dia melihat keadaan kamar.


"Bangsawan Voldermon Aku..." Ucapanku ternenti ketika Bangsawan Voldermon mencubit bibirku. Menutupnya agar Aku tidak melanjutkan ucapanku. Aku menepis tangan Bangsawan Voldermon. "Bangsawan Voldermon" Protesku padanya.


"Aku tidak mau menerima protesmu Yuki. Lagipula Kau akan tinggal dimana ?, Kau tidak bisa kembali ke sekolah, Sera pasti akan mengeledah seisi kota untuk menemukanmu"


Aku tahu hal itu. Tapi Aku tidak mungkin tinggal di sini. Dia adalah sepupu Pangeran Riana, Aku tidak mau menyusahkannya dengan tinggal di tempatnya. Kedepannya jika kerajaan mengetahuinya, Aku khawatir Dia akan mendapat masalah.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan soal apapun. Tidak ada yang akan menyentuhku hanya karena Aku memungutmu di sini" Seloroh Bangsawan Voldermon seolah mengetahui apa yang ku pikirkan. Bangsawan Voldermon berkeliling kamar, Dia memastikan kembali ruangan ini cukup nyaman untukku. "Kau tenang saja, Para pelayan bisa menjaga mulut Mereka, Kau aman di sini"

__ADS_1


"Aku berterimakasih atas bantuanmu" Kataku akhirnya.


"Apa Aku boleh bertanya sesuatu padamu Yuki ?"


Aku menganggukan kepala.


"Apa benar Lekky membawamu pergi saat perjalanan bulan madumu dulu ?"


"Ya, tapi Dia membawaku karena Aku yang memintanya"


"Jadi selama ini Kau tinggal bersamanya. Aku sudah mengetahui Kau menghilang dari awal. Beberapa kali Aku mencoba menemuimu tapi Aku hanya mendapat pesan Kau sedang berpergian dan tidak ada di tempat. Aku juga tidak di berikan kode gulfmu ketika Aku meminta. Karena curiga Aku menyuruh orang untuk menyelidiki dan mendapatkan fakta Kau menghilang di kapal yang sedang berlayar. Kenapa Kau tidak memberiku kabar sama sekali ?"


"Bagaimana Kau bisa kenal dengan keluarga Darmount ?, Tidak..jangan bilang kalian adalah sepasang kekasih. Aku cukup mengenalmu Yuki. Hubungan Kalian memang dekat tapi Kalian bukan sepasang kekasih seperti yang di beritakan orang"


"Untuk saat ini Aku tidak bisa menceritakannya tapi terimakasih karena sudah mau mempercayaiku"


"Aku mengerti. Sekarang Kau istirahatlah dulu. Nanti Aku akan kembali saat makan malam. Oh ya, Apa Kau membawa Gulf milikmu ? Aku harus menghubungi seseorang ?"


Aku mengambil Gulf di kantung dan menyerahkannya pada Bangsawan Voldermon. Dia memecet beberapa kode. Tapi kemudian mengembalikannya. Aku menerimanya kebingungan.

__ADS_1


"Aku sudah selesai, terimakasih"


"Apa tidak ada yang mengangkat ?" Tanyaku masih keheranan.


"Tidak. Tapi jangan khawatir. Istirahatlah"


Bangsawan Voldermon keluar kamar. Aku menghela nafas. Berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


Seperti yang di janjikan, Bangsawan Voldermon kembali saat makan malam. Kami makan bersama di dalam kamar. Bangsawan Voldermon menceritakan kondisi setelah pertingkaian antara Lekky dan Pangeran Sera. Pendeta suci turun tangan untuk meredakan situasi. Bahkan Pendeta suci berbohong dengan mengatakan bahwa saat ini Aku bersamanya. Aku merasa lega mengetahui Mereka semua baik-baik saja. Lekky masih dalam pengawasan Lazzar. Dia belum bisa kemari untuk menjengukku.


Bangsawan Voldermon membawakan banyak makanan enak untukku. Perutku sangat lapar. Aku memakan semuanya dengan lahap. Setelah makan, Kami duduk berdua sembari minum teh. Kami saling bercerita mengenai apa saja yang terjadi selama lima tahun ini. Tapi ada satu topik yang tampaknya Bangsawan Voldermon paham untuk tidak membicarakannya. Topik mengenai Pangeran Riana.


Hari sudah larut malam. Bangsawan Voldermon kembali ke kamarnya. Aku tidak bisa tidur memikirkan kejadian hari ini. Masih terbayang jelas bagaimana Pangeran Sera menatapku. Apakah sudah waktunya Aku harus kembali padanya ?. Terlepas apa yang telah terjadi lima tahun lalu. Aku sadar bahwa tidak semua kesalahannya. Keplinplananku dan ketidak percayaan Pangeran Riana juga ikut andil di dalamnya.


Pangeran Riana telah berhasil melanjutkan hidupnya. Dia sebentar lagi akan menikah. Sedangkan Pangeran Sera memilih menungguku. Sebentar lagi Aku akan mati, Mungkin inilah saatnya Aku menebus semua kesalahanku.


Keesokan harinya Lekky muncul di dalam kamarku. Bangsawan Voldermon tidak keberatan saat Lekky ikut makan pagi bersama. Kami tidak terlalu banyak bicara. Lekky pergi setelah Kami selesai makan karena Lazzar memanggilnya.


Sudah seminggu Aku berada di sini. Sampai saat ini keberadaanku cukup aman. Lekky sering mengunjungiku walaupun Dia tidak tinggal terlalu lama. Hari sudah sore ketika Aku selesai berdoa di kuil untuk Upacara Jambaran. Setelah berpuasa dengan hanya makan nasi putih dan minum air putih seminggu, Setelah perayaan Jambaran dibuka, Seorang istri terus berdoa di kuil sampai malam bulan purnama, bulat sempurna untuk mendoakan suaminya dan wujud baktinya kepada sang suami.

__ADS_1


__ADS_2