Rain Poor

Rain Poor
8


__ADS_3

Lampu-lampu berkelap-kelip di sepanjang ruangan yang temaram. Dua orang Putri berjalan didepanku dengan pakaian yang sungguh menggoda. Terdengar alunan musik dari bagian dalam gedung yang diisi berbagai orang dari kalangan menengah keatas. Curly mengatakan Lekky berada di sini bersama teman kencannya.


Aku menuruni tangga ketika musik baru saja berhenti dan suara tepuk tangan terdengar memberikan penghargaan bagi pemain musik sekaligus pasangan yang sedang berdansa. Ruangan ini bernuasa romantis namun terlihat mewah dan elegan. Beberapa orang duduk berkelompok sembari menikmati anggur mereka.


Lekky terlihat bersama seorang gadis di sudut ruangan. Aku juga menemukan Putri Nadira berada di sudut ruangan yang lain bersama kelompoknya. Yang lebih mengejutkanku, Aku mengenali Bangsawan Asry juga berada diruangan ini. Beruntungnya Aku tidak melihat Pangeran Riana maupun Pangeran Sera. Sebelum masuk kemari Aku sudah meminta Curly memastikan bahwa tempat ini aman.


Lekky sedikit menoleh saat Aku melewatinya. Namun Aku berpura-pura tidak melihat. Aku sengaja duduk di sudut ruangan yang mencolok. Memesan minuman. Menunggu sampai seseorang mengenaliku.


Musik kembali berkumandang. Seseorang meletakan gelas anggur di depanku. Aku sedikit goyah saat mengetahui bahwa Bangsawan Asrylah orangnya. Aku tidak berharap Dia akan menegurku. Tapi Aku salah.


"Apa Putri mau menemaniku berdansa satu lagu ?" Tanya Bangsawan Asry kalem sambil mengulurkan tangannya. Aku mencoba tenang dan tidak terpengaruh kehadirannya.


"Terimakasih" Kataku menerima uluran tangannya. Aku mengikuti langkah Bangsawan Asry menuju lantai dansa. Musik dimainkan. Aku berdansa dengannya.


Aku sedikit bersyukur karena Bangsawan Asrylah yang kutemui, bukan teman-temannya yang lain. Diantara Mereka, Dialah yang jauh lebih tenang dan pandai mengontrol emosinya.


"Aku tidak mendengar kabar Putri telah berada di Garduete" Kata Bangsawan Asry membuka obrolan sambil Kami melangkah mengikuti irama musik.

__ADS_1


"Sekarang bukankah Kau mendengarnya" Jawabku tersenyum.


Aku melihat Putri Nadira sudah menyadari kehadiranku. Dia tampak kaget dan lantas memberitahu teman-temannya Serta merta rombongannya berpaling melihat ke arahku. Dua orang tampak memegang gulf untuk menghubungi seseorang.


Kami berdansa satu lagu. Aku melepaskan tangan Bangsawan Asry ketika lagu kedua dimainkan. Sudah saatnya Aku pergi. "Terimakasih undangannya, sekarang Saya harus pergi" Kataku sebelum Dia menpertanyakan sikapku. Aku menundukan kepala untuk memberi hormat kepada Bangsawan Asry, mencegahnya untuk bertanya lebih jauh lagi. Berjalan dengan penuh ketenangan meninggalkan lantai dansa padahal dalam hati jantungku berdebar sangat kencang. Apa Mereka memberitahukan keberadaanku pada Pangeran Sera. Jika Iya, Aku harus segera pergi dari sini. Aku keluar ruangan, berjalan cepat ke ujung lorong, berbelok ke kiri lalu masuk ke sebuah kamar kosong ketika terdengar suara langkah kaki dibelakangku.


"Aku yakin Dia berlari ke sini" Kata Seseorang dari balik pintu.


"Hubungi Pangeran Sera"


Aku berharap saat ini Dia tidak lupa janjinya untuk membawaku kembali ke sekolah agar Aku tidak dicurigai.


"Curly.." Bisikku ketika Dia tidak menjawab panggilan dari pikiranku.


Sentak Aku merasakan desiran angin. Dari punggung Curly Aku bisa melihat satu pasukan Pangeran Sera memasuki gedung. Pangeran Sera sudah lebih dulu masuk ke dalam. Aku bersyukur dapat pergi tepat waktunya.


Berita kemunculanku membuat geger Istana. Perlahan kabar tentang Aku yang menghilang secara misterius saat perjalanan pulang dari bukan madu mulai berhembus. Akhirnya Mereka tau alasan Pangeran Sera ingin mengalihkan tahtah kepada Pangeran Arana adalah karena Kerajaan Argueda memaksanya untuk menikah lagi setelah Aku menghilang tanpa jejak untuk memperoleh keturunan. Meskipun akhirnya apa yang coba disembunyikan Pangeran Sera selama ini akhirnya terbongkar namun Aku sedikit tenang karena tekanan terhadapnya akhirnya berkurang.

__ADS_1


Pangeran Sera telah mengobrak-abrik seluruh ibukota untuk mencariku ketika Aku tidak ditemukan di gedung itu. Aku merasa semangat hidupnya kembali lagi ketika mengetahui Aku berada di dekatnya. Sebenarnya hanya masalah waktu sampai Aku siap bertemu dengannya. Mau bagaimanapun juga kisah Kami dulu, Dia adalah suamiku yang sah. Aku tidak pernah menjadi istri yang baik untuknya dan ini membuatku merasa bersalah. Mungkin di sisa hidupku Aku bisa menebusnya, Tapi tidak untuk waktu dekat ini. Hatiku belum siap. Aku tidak tahu bagaimana seharusnya Aku muncul didepannya. Akulah yang pergi meninggalkannya.


Aku berjalan dengan berhati-hati menuruni tangga sambil membawa buah-buahan yang akan kuletakkan dikamar Lekky Ketika Aku berpapasan dengan rombongan Pangeran Sera. Aku merasa jantungku seolah berhenti. Selama ini Aku selalu menghindari perjumpaan seperti ini. Bagaimana jika Pangeran Sera mengenaliku.


Aku tidak mungkin berbalik dan pergi. Dia akan curiga. Akhirnya Aku memutuskan untuk berdiri di pinggir sembari menundukkan kepala memberi hormat. Aku tidak berani mengandahkan wajahku. Pangeran Sera melewatiku dalam jarak yang cukup dekat.


Aneh..Kami sedekat ini tapi Aku tidak berani menyapanya walau Aku tau Dia pasti senang bertemu denganku. Aku tau Dia akan memaafkan perbuatanku lima tahun ini. Perasaan bersalahku begitu menumpuk. Aku tidak punya keberanian untuk berbicara dengannya seperti dulu. Sifat pengecutku yang lain yang ada pada diriku.


Pangeran Sera tiba-tiba berhenti di anak tangga teratas. Seluruh rombongan ikut berhenti. Panglima di sebelahnya saling bertatapan dengan wajah penuh tanda tanya. Aku menegang saat Pangeran berbalik. Matanya lurus menatapku. Aku semakin menundukan kepalaku.


Gawat.


Aku ingin lari, Namun jika Aku melakukannya Aku tau hasilnya tidak akan bagus. Mereka akan mengejarku dan malah mengira Aku seorang penjahat.


"Ada apa Pangeran ?" Tanya seorang Panglima saat Pangeran hanya berdiri diam memandangku. Pangeran mengangkat tangannya menyuruhnya diam. Secara perlahan Dia berjalan ke arahku.


Nafasku berhenti saat Dia akhirnya berada di hadapanku.

__ADS_1


__ADS_2