
Akhirnya setelah berdebat dalam hal pakaian, Kami berhasil mendapatkan beberapa baju untuk Lekky. Aku juga membelikan beberapa lembar pakaian dalam untuk Lazzar dan mantel untuk Varmount. Setelah cukup berbelanja, Lekky menunggu pelayan untuk menghitung dan mengemasnya. Aku berjalan menuju gaun wanita yang tidak jauh letaknya dari tempatku. Pangeran Riana dan rombongannya masih berada di sudut lain. Putri Marsha sesekali berbicara dengan suara cukup keras, menyuarakan sindiran atau nada senang karena Dia akan menikah dengan Pangeran Riana.
"Pakaian itu sangat cocok untuk nona" Kata pelayan yang tahu-tahu berada di belakangku. Aku sedang melihat gaun berwarna putih yang sangat cantik. Seperti gaun pernikahan impianku di duniaku yang lama. "Apakah nona mau mencobanya ?" Tanya Pelayan itu sopan.
"Ah tidak..Aku hanya melihat-lihat" Kataku mengembalikan gaun itu ke tempatnya.
"Tidak apa-apa jika Nona ingin mencoba. Mari Saya akan bantu" Kata pelayan itu mengambil gaun yang baru saja ku letakkan. Aku melihat Lekky yang sibuk membaca selebaran di tangannya. Para pelayan masih mengemas barang. Masih ada cukup waktu untuk hanya mencoba gaun ini.
"Baiklah" Kataku akhirnya.
Aku masuk ke ruang ganti pakaian, melepaskan pakaianku dan memakai pakaian yang di bawa pelayan. Halusnya sutera terasa di kulitku. Pelayan itu membantu melipat gaunnya dan menusuknya dengan jarum sehingga terlihat pas di tubuhku. Dengan cekatan Dia juga membantuku menata rambutku memberi hiasan rambut yang cantik. Dia juga mencarikanku perhiasan dan sepatu yang cocok dengan gaun itu. Aku menatap bayanganku di cermin puas. Aku merasa seperti seorang pengantin yang selama ini kuimpikan.
Aku berjalan keluar. Lekky sedang merunduk menyalakan pematiknya. Ada rokok terselip di mulutnya.
"Lekky bagaimana penampilanku ?"
__ADS_1
Lekky mendongak. Pematiknya jatuh berdenting menimbulkan suara yang menarik perhatian. Aku berdiri di depannya, tersenyum lebar. Dia tidak bersuara. Melihatku dari atas ke bawah.
"Apa penampilanku jelek ?" Tanyaku akhirnya.
"Apa Kau sedang bergaya sebagai hantu ?"
Aku langsung mencembik mendengarnya. Lekky tertawa. Dia berjalan menghampiriku. Mengarahkanku ke cermin di depan. Dia berdiri di belakangku. Menatapku sesaat.
"Apa Aku seburuk itu ?"
"Tidak. Kau..." Lekky menyilangkan tangannya di punggungku. Membentuk sayap kecil. "Hantu yang cantik."
"Aku akan berganti baju" kataku kemudian.
Aku berjalan kembali menuju ruang ganti.
__ADS_1
"Hey Yuki"
Saat Aku berbalik, Terlihat kilatan cahaya yang menyilaukan. Lekky ternyata sedang memotretku dengan kamera yang dibawa pelayan. Terdengar desingan dari mesin kamera. Sejurus kemudian keluar selembar kertas dari dalamnya. Lekky mengibas-ngibaskan kertas itu. "Cepatlah, Aku sudah lapar" Katanya acuh. Aku bergegas kembali ke ruang ganti pakaian.
Barang-barang sudah dimasukkan ke dalam kereta untuk dikirim ke tempat Lekky. Para pelayan sangat senang saat Lekky memberikan tips untuk Mereka dalam jumlah yang besar. "Ayo.." Kata Lekky sembari menundukkan badannya. Aku langsung tidak melewatkan kesempatan itu untuk naik ke punggungnya. Dia mengendongku di belakang. Kami akan ke kota untuk mencari makan. Pangeran Riana terlihat berdiri di cendela, Mengawasi jalanan.
Hari ini perayaan Jambaran akan di buka. Dari pagi sudah terdengar genderang yang dibunyikan, bertalu-talu memenuhi udara. Keramaian semakin terlihat saat matahari beranjak dari peraduannya. Aku mengenakan pakaian yang dipilih Lekky. Memakai riasan wajah dengan warna yang sedikit berani. Rambutku kugerai tanpa hiasan apapun. Sebentar lagi setelah perayaan ini, Kami belum tentu punya kesempatan untuk bersenang-senang. Ini juga bisa jadi tahun terakhirku hidup. Jadi tidak ada salahnya kugunakan untuk melakukan apa yang Aku suka. Setelah cukup puas dengan penampilanku, Aku menutupinya dengan memakai mantel.
Saat tiba di lapangan sekolah, Seluruh bangku penonton telah terisi. Aku melihat Varmount berada di barisan penabuh genderang. Menabuh dengan penuh semangat dan berirama. Lekky berada di tengah lapangan. Memakai kaus tanpa lengan berwarna putih yang memperlihatkan otot-ototnya dengan sempurna. Para wanita histeris melihat Lekky.
Penari wanita yang ikut dengan sukarela telah berkumpul dan berhias. Di perayaan ini banyak wanita cantik mengadu keberuntungan. Jika dalam perayaan ini ada bangsawan atau keluarga kerajaan tertarik padanya, Mereka kemungkinan besar bisa menaikan status untuk menjadi dayang atau kekasih Para Bangsawan itu.
Pembukaan perayaan ini akan terbagi menjadi empat babak. Yang pertama adalah tarian dari para Pria yang diibaratkan sebagai merak jantan. Mereka akan menari, menunjukan pesonanya sebagaimana seorang Merak mengembangkan ekornya untuk memanggil dan menarik betinanya. Lalu setelah itu di babak kedua, Para Pria menyingkir di pinggir lapangan, Sementara Para wanita masuk ke dalam sebagai merak betina dan membalas tarian untuk menjawab panggilan merak jantan. Di babak ketiga, Para merak berkumpul di lapangan, memilih pasangan yang menarik perhatiannya. Bagi yang tidak terpilih atau mendapat pasangan akan menyingkir. Di babak ketiga ini akan ada tarian dua merak yang dimabuk kasih. setelah itu babak keempat seluruh merak baik yang terpilih atau tidak akan menari bersama untuk menyambut hari kasih sayang sambil melemparkan bubuk berwarna-warni di udara.
Empat buah layar besar yang memperbesar gambar berdiri kokoh di masing masing sisi. Aku berdiri di dekat Varmount saat Dia sengaja menabuhkan Genderang dengan kencang sehingga membuatku menutup telinga. Varmount tertawa melihatku kepayahan.
__ADS_1
Babak pertama di mulai. Lekky berdiri paling depan, memimpin para merak masuk sambil bernyanyi dan menari. Tidak ada yang akan menyangka, orang di depan itu adalah seorang pembunuh yang bisa dengan kejam menghilangkan nyawa seseorang. Dia menari dengan gerakan yang luwes, seolah tidak memiliki tulang.
Satu hal yang Aku tahu dari Kami, Kami sama-sama memiliki bakat dalam hal bermusik dan menari. Mungkin bakat ini diturunkan dari Ayah.