Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)

Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)
Episode_036


__ADS_3

Carla kembali melanjutkan pekerjaannya, merias wajah Elle yang sempat tertunda. Grizelle sudah setuju dengan pernikahan ini, karena Axel menjanjikan cinta untuk gadis itu. Elle percaya saja akan hal itu, kalau Axel berniat jahat mungkin sudah sejak dulu dilakukannya, pikir Elle.


Gadis itu tersenyum saat melihat tampilannya di cermin, ia menoleh ke arah pintu. Seseorang berdiri dengan posisi bersandar sambil melipat tangan di dada. Elle semakin tersenyum saat Axel membalas senyumannya.


Rumah dijaga ketat oleh beberapa orang penjaga dengan bertubuh besar serta membawa pistol yang nyaris tak memiliki suara. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka itu tidak akan membuat acara mereka terganggu.


Elle berdiri, lalu berjalan ke arah pintu. Berhenti tepat di hadapan Axel. Pria itu mengusap lembut pipi sang putri lalu mengecup keningnya dengan dalam. Elle semakin yakin bahwa laki-laki yang akan menikahinya memiliki perasaan padanya.


"Sudah siap?" tanya Axel. Elle mengangguk mantap. Mereka berdua turun melewati anak tangga sambil bergandengan tangan, sesekali keduanya saling melempar pandangan. Wajah Elle terlihat senang karena ia memang sudah memiliki rasa sejak tahu bahwa Axel bukanlah ayahnya.


Persiapan pengucapan ikrar sudah siap, mereka akan melakukannya sekarang juga. Axel yakin sekali bahwa gadis itu masuk ke dalam perangkapnya. Memiliki gadis itu membuatnya berbangga diri. Usianya yang tak lagi muda mampu meluluhkan hati seorang gadis berusia 17 tahun, umur yang rentan dengan sebuah komitmen. Bisa saja Elle hanya memiliki cinta sesaat bukan, tapi Axel tidak peduli akan hal itu.


Mereka berdua sudah berdiri berdampingan, sebentar lagi akan resmi menjadi sepasang suami istri. Sedangkan di luar, tanpa sepengetahuan pengantin terjadi keributan antar musuh bubuyutan. Penjaga Axel lebih banyak dari pada penyerang, dari dulu Leo selalu kalah dalam setiap hal. Apa lagi soal kewewenangan, Axel lebih kaya dari pada pria yang sudah menjadi pengkhianat.


Leo mengepalkan tangan, ia tak bisa menembus benteng yang sudah kokoh. Wajahnya mengeras, anak gadisnya pasti hancur oleh Axel.

__ADS_1


"Arrgghhh ..." Leo frustrasi, menjambak rambut lalu menghempaskan tangannya. "Sial," rutuknya. Gadis yang tak berdosa itu harus ikut bertanggung jawab atas segala kesalahannya dimasa lalu. Sama sekali, Leo tak kepikiran akan memiliki seorang anak dari Hanna. "Kenapa tidak sejak awal kamu bilang padaku, Hana?" Akan lain ceritanya jika Hanna menceritakan semuanya kepadanya sejak itu. Mungkin mereka akan hidup bahagia di atas penderitaan Axel.


Lalu, siapa yang harus disalahkan atas adanya semua ini? Dendam keduanya semakin berkobar, Axel benar-benar menantang.


_


_


_


"1, 2, 3." Foto diambil oleh sang ahli foto grafer.


Jose mempraktekkan gerakan tangan di bibir, menyuruh Axel untuk tersenyum walau sedikit saja. Lalu, Elle melihat ke arah wajah sang daddy. Senyum itu terlihat kaku seolah dipaksakan.


"Hentikan sesi fotret ini," kata Elle, gadis itu merasakan sesuatu saat melihat wajah Axel.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Axel bingung, menurutnya tidak ada masalah. Mungkin baginya iya tidak ada masalah. Tapi bagi Elle ini sangat janggal, bukankah ini pernikahan atas dasar cinta? Tapi mengapa tidak terlihat kebahagiaan di wajah lelaki tua itu? Pikirnya.


"Aku cape," jawab Elle singkat dan jelas.


"Okey, hentikan semua ini, gadisku sudah merasa lelah," ucap Axel pada tim foto grafer.


Elle semakin kesal dengan penuturan Axel, kenapa tidak mencegahnya? Setidaknya lelaki itu membujukanya untuk melakukan sesi pemotretan, bukan kah ini acara paling penting untuk dikenang?


Jose memijat pelipisnya. Axel mengangkat tangan seolah menanyakan 'ada apa yang terjadi?' Lalu melihat Elle pergi dari ruangan itu.


"Ada apa?" tanya Axel setelah Elle tidak ada.


"Harusnya Tuan tahu apa yang diinginkan non Ell, dia ingin ini momen paling spesial. Ini hari paling sejarah dalam hidupnya."


"Lalu aku harus bagaimana? Semua ini ulahmu, kamu yang menyuruhku pernikahan atas dasar cinta, seharusnya aku tidak melakukan ini," cetus Axel, ia bisa mengajak Elle menikah atas dasar lain. Bisa bilang saling membutuhkan, bukan atas dasar cinta.

__ADS_1


Elle merajuk, mau tidak mau Axel harus merayu gadis itu. Ia menyusulnya ke kamar.


__ADS_2