
Wanita yang kini tak lagi muda itu terbaring lemas di atas kasur, Jose melihatnya dengan rasa bangga. Wanita yang kini sudah tak lagi gadis itu menjaga kehormatannya dengan baik, bercak darah itu mengotori sprai hingga terlihat begitu kontras karena spari itu berwarna putih. Jose membelai pucuk Carla lalu mencium keningnya.
Carla pun membuka mata lalu tersenyum, momen seperti ini sudah digadang-gadangkan sejak dulu. "Tidurlah, kamu pasti capek" ucap Jose. Carla kembali memejamkan matanya dan menarik selimut untuk menutup tubuhnya yang masih polos, area initinya masih terasa sangat perih. Sedangkan Jose, ia memakai boxer lalu pergi ke balkon kamar hotel. Menyalakan rokok lalu menyesapnya.
Malam ini ia begitu merasa bahagia, tak ada lagi gelar jomblo yang menyandangnya. Ledekan dari sang bos sudah tidak akan lagi terucap. Angin sepoy-sepoy menerpa tubuhnya yang bertelanjang dada. Tak lama, ponsel miliknya berbunyi. Sebuah pesan masuk, ia pun membacanya.
"Aku rasa kamu sudah menjebol gawang, malam ini kita satu sama." Jose tersenyum setelah membacanya, ia tak membalas pesan itu karena ia langsung kembali ke kamar untuk menyusul mimpi istrinya. Mendekap sang istri dengan penuh kasih sayang.
* * *
__ADS_1
Di tempat lain.
Elle terbangun dari tidurnya, ia tak mendapati suaminya di sisinya.
"Daddy ..." panggil Elle, ia mendudukkan tubuhnya dan bersandar di sandaran ranjang. Menarik selimut untuk mentup tubuhnya sampai batas dada. Tak lama Axel pun datang sambil menenteng ponsel miliknya, ia sudah menghubungi Jose hanya karena ingin memberitahukan bahwa bukan cuma dirinya yang bisa melakukan malam-malam indahnya.
Hanya bisa memberikan apa yang dibutuhan lelaki itu, termasuk memberikan suport untuk menikahi Carla, dukungan yang kuat hingga ia memiliki keberanian untuk mempersunting wanita itu.
"Daddy, apa Lexi aman? Apa dia tidak terbangun?" tanya Elle saat suaminya sudah ikut bergelung kembali dalam selimut.
__ADS_1
"Hmm, sepertinya dia tidur dengan nyenyak. Tidak usah khawatir, baby sitter itu cukup berpengalaman, sayang. Mulai hari ini, sepertinya kita membutuhkannya, Carla sudah menikah dan dia pun pasti memiliki momongan," jawab Axel.
"Ya sudah kalau itu sudah menjadi keputusanmu, ayo kita tidur," ajak Elle. Ibu muda itu memeluk suaminya. Tidur dalam dekapan Axel membuatnya sangat nyaman. Umur tidak menjadi penghalang akan tumbuhnya cinta mereka, tak menyangka bahwa Axel yang kini malah menjadi suaminya.
Seorang pria yang lebih pantas menjadi ayahnya, membimbingnya dalam indahnya rumah tangga kini menjadi panutannya. Semua orang tidak ada yang sempurna, meski niat awal suaminya buruk terhadapnya, tapi tak membuat kebencian itu tumbuh. Justru mereka kini saling melengkapi kekurangan masing-masing.
"Terima kasih sudah memberikan kesempatan untuk Daddy memperbaiki semuanya. Daddy menyayangi kalian lebih dari apa pun." Axel mencium pucuk kepala istrinya. Lembaran baru kini telah dimulai. Hadirnya Lexi melengkapi kebahagian mereka.
"Sudah seharusnya aku memberikan kesempatan, ada Lexi sekarang, aku tidak mungkin menjadi ibu yang egois. Lexi membutuhkan kita." Elle memberikan sebuah kecupan di dada bidang suaminya. Dan mereka pun tidur dalam kebersamaan. Saling memeluk tubuh satu sama lain.
__ADS_1