Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)

Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)
Episode_70


__ADS_3

Axel dan Jose mencari Leo, dari kabar yang beredar, pria itu kini tak memiliki tempat tinggal. Semua hartanya disita oleh polisi karena perusahaan yang suka menjual gadis-gadis. Sedikit kesulitan bagi Axel saat mencarinya karena keberadaannya yang tidak menentu.


"Jose, pokoknya kita harus menemukan Leo," ucap Axel. Jose mengangguk, ia bisa mengerti akan posisi Axel saat ini. Pria itu berusaha tenang, meski raut wajahnya tidak bisa berbohong. Saat mengemudi, Jose melihat sesorang di depan sana yang berjalan sambil mendorong kereta bayi.


"Itu Leo 'kan?" tanya Jose. Axel menyipitkan mata melihat ke arah depan.


"Iya, itu Leo. Hentikan mobil, aku tak ingin Leo tau keberadaan kita." Jose menepikan mobil, sementara Axel menghubungi polisi. Kejahatan Leo yang sekarang bisa menjadi bukti untuk menjebloskan pria itu ke penjara.


Leo terus berjalan, membawa Lexi yang entah akan dibawa kemana. Tak lama, ia pun berhenti dan duduk dibatas jalan sambil melihat ke arah Lexi. "Kau cucuku, tapi kehadiranmu membuat Axel kembali dengan putriku. Kamu kebahagiaan mereka, tanpamu hidupnya pasti hancur," ucapnya. Inilah niat Leo membawa Lexi, dari dulu ia ingin melihat kehancuran Axel. Dan sekarang saatnya Axel hancur di tangannya.


_


_


_


Di tempat lain.


Elle baru tersadar, setelah mendudukkan diri, ia langsung teringat akan anaknya.


"Lexi," ucap Elle. Carla yang mendengar langsung mendekat.


"Lexi sedang dijemput, tenanglah," ujar Carla.

__ADS_1


"Jangan membohongiku, Mis. Aku tau Lexi belum ketemu, aku harus menyusul suamiku." Elle beranjak, tapi langsung dicegah oleh Carla. Elle tidak boleh pergi sesuai perintah Axel.


"Tetap di sini, Lexi pasti kembali."


"Aku tidak bisa tenang, Mis. Anakku dalam bahaya, anakku diculik." Kekuatan batin seorang ibu cukup kuat, Elle bisa merasakan Lexi tengah kehausan. ASI muliliknya keluar menembus dari pakaian yang dikenakannya. "Aku pastikan orang yang menculik anakku akan mendekam dalam penjara," ucap Elle.


"Maka dari itu, kita tunggu di sini sampai ada kabar dari Jose dan tuan Axel."


* * *


Leo kembali berjalan untuk melanjutkan perjalanannya, tapi langkahnya terhenti saat mendengar bunyi mobil polisi. Leo dikepung dari arah depan dan arah belakangnya, ia tak dapat melarikan diri.


Leo panik, harus melakukan apa disaat seperti ini? Leo mengambil Lexi dari keretanya, bayi itu menangis.


Lexi berhasil diambil, Axel mendekap bayinya dengan hangat. "Kau akan mempertanggungjawabkan atas perbuatanmu, Leo!" Amarah Axel begitu tersirat, ingin rasanya ia menghukum lelaki tak berhati itu.


"Tuan, sebaiknya kita segera pulang, kasihan Lexi. Dia pasti kehausan," kata Jose.


Leo diborgol dan langsung dibawa oleh polisi. Sementara Axel dan Jose segera pergi meninggalkan tempat itu, untuk semuanya belum terlambat. Lexi masih beruntung.


"Cup, cup, cup ya sayang. Kita akan pulang," ucap Axel, mengelus-elus bayi itu agar tenang. "Jose, cepat sedikit," serunya. Jose mengangguk.


Akhirnya mereka pun sampai. Elle yang berada di dalam rumah segera berlari saat mendengar suara deruman mobil. Ia meyakini bahwa itu suaminya.

__ADS_1


"Lexi." Elle dengan cepat menghampiri suaminya saat melihat Axel menggendong bayi yang ia yakini bahwa itu adalah Lexi. "Anakku." Elle menciumi wajah mungil itu, "Mommy tidak akan meninggalkanmu walau sedetik." Kejadian ini menjadi sebuah pembelajaran baginya. Tak akan lagi membawa Lexi ke tempat keramaian yang jauh dari pantauannya.


"Maafkan Mommy, sayang. Kamu pasti haus ya?" Elle langsung membawa Lexi ke dalam untuk diberi ASI. Melihat itu, Axel kembali tenang. Terlebih, tidak ada lagi orang yang akan menghancurkannya. Leo sudah mendekam dalam penjara, semoga pria itu mendapatkan balasan setimpal.


"Daddy, siapa yang membawa anak kita? Aku ingin penculik itu diberi hukuman yang setimpal, bila perlu di penjara seumur hidup," kata Elle.


"Pasti, dia akan mendekam dalam penjara seumur hidup. Daddy tidak peduli siapa pun orangnya, termasuk ayahmu sendiri."


Elle menoleh ke arah suaminya saat mendengar bahwa ayahnya-lah yang menculiknya. "Aku tidak mau melihat orang jahat itu." Elle tidak peduli dengan Leo yang sebagai ayahnya, pria itu tak memiliki hati. Yang terpenting ia dapat berkumpul kembali bersama suami dan anaknya.


Axel memeluk keduanya, kini tak akan lagi ada yang berbuat jahat padanya juga orang-orang terdekatnya.


_


_


_


TAMAT


Cerita RANJANG PENGKHIANATAN (balas dendam) sudah selesai. Terima kasih sudah mengikuti cerita Axel dan Elle.


Part Jose dan Carla akan menyusul, juga dengan pengantin baru Aletta dan Zurran. Axel dan Elle sudah pasti bahagia ya. Terus pantau cerita selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2