Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)

Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)
Episode_067


__ADS_3

"Apa kata Carla ada benarnya, sampai kapan akan bersikap dingin pada, Daddy?" tanya Axel pada Elle.


"Sampai Daddy melupakan dendam itu padaku, apa salahku sehingga Daddy berniat ingin menyakitiku?" Akhirnya, Elle mengeluarkan unek-uneknya yang tertahan sejak dulu. Rasa kesakitan itu ia tahan sampai terlahirnya buah cintanya.


"Haruskah Daddy berlutut dan mencium kakimu agar kamu bisa memaafkan suamimu ini?" ucap Axel.


"Ell, mau sampai kapan kamu seperti ini?" tanya Letta, gadis itu sampai menunda kepulangannya ke rumah karena sahabatnya. Aletta harus menunda hari bahagianya, karena ia sudah mendapat restu dari orang tuanya maka ia akan segera melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.


"Sampai suamiku jera dan tidak akan melibatkan orang lain dalam urusannya," jawab Elle.


Axel tersenyum saat mendengarnya. Ternyata istri kecilnya masih mengakuinya sebagai suami, itu artinya, Elle masih mencintainya. Axel senyum-senyum sendiri karena kini ia tahu bahwa istri kecilnya hanya menguji rasa sabar dan cintanya.


"Mulai nakal ya kamu, kamu menyuruh Daddy melupakan dendam itu, tapi kamu sendiri yang membalas Daddy dengan sikap diammu."


Elle tak dapat lagi menahan senyumnya, rasanya sudah cukup membuat lelaki itu jera. Axel benar-benar sabar menghadapi sikapnya beberapa minggu ini.


"Ell, kamu sudah tidak marah lagi 'kan?" tanya Aletta. Elle menggelengkan kepala sebagai jawaban, ia sendiri pun heran. Kenapa Aletta tidak bisa menebak akan sikapnya yang seperti ini? Elle bukan tipe orang pendendam.


"Ell, kamu tidak marah lagi pada Daddy 'kan?" tanya Axel.


"Siapa bilang? Aku masih marah pada Daddy, hukumanku belum selesai." Elle menatap sinis pada suaminya. Tapi sayang, Axel tidak percaya akan sikap Elle yang katanya membencinya. Ia tahu bagaimana perasaan istri kecilnya padanya.

__ADS_1


"Sungguh?" tanya Axel yakin.


"Hmm, hukuman Daddy masih banyak," kata Elle. Axel yang tidak percaya langsung menghampirinya lebih dekat. Menggelitiki perut Elle.


"Aduh ..." Elle merasakan nyeri di bagian perut pasca operasi.


"Maafkan, Daddy. Daddy tidak sengaja." Saking senangnya, Axel lupa bahwa luka itu belum sembuh dengan sempurna.


Orang yang berada di sana pun ikut tersenyum akan kehangatan di antara Axel dan Elle.


"Gitu dong, suasananya tidak tegang lagi," sahut Aletta.


_


_


_


Sesampainya di rumah, Axel menyuruh Jose untuk menyiapkan sebuah kamar bayi. Elle tengah memberikan ASI, lalu Axel datang menghampirinya. Ia mengusap lembut kepala bayi itu lalu menciumnya dan berganti mencium istrinya.


"Daddy bahagia kamu kembali." Axel memeluk keduanya. "Daddy benar-benar minta maaf padamu, Ell. Niat buruk terhadapmu, tapi seiring berjalannya waktu cinta itu tumbuh. Daddy tidak ingin kehilanganmu, tapi rasa kehilangan itu terjadi dan Daddy sangat tersiksa."

__ADS_1


"Hatiku lebih hancur saat tau Daddy menikahiku hanya karena dendam, ingin menepis itu tapi aku mendengarnya sendiri dari mulut Daddy." Elle menyudahi memberi ASI-nya karena bayi mungil itu sudah tidur lalu meletakkannya di kasur. Meraih tangan suaminya dan melingkarkan tangannya dipinggangnya. Posisi Elle membelakangi suaminya, menyandarkan tubuhnya di dada bidang itu.


Axel memeluknya dengan erat, lalu mencium pipi Elle dari belakang. Momen seperti inilah yang dirindukan mereka, kebahagiaan itu datang dengan sendirinya.


"Ada kabar gembira dari Jose dan Carla," ucap Axel. Elle menoleh ke arah wajah suaminya, ia penasaran dengan kabar gembira itu.


"Kabar bahagia apa? Apa mereka akan menikah?" duganya.


"Kamu tau?" tanya Axel. Elle mangangguk, karena dulu ia pernah memperegoki mereka, sampai keduanya menjadi canggung. Melihat Carla dan Jose yang tengah berciuman di dapur, Elle mengira bahwa mereka memang berpacaran.


Elle membalikkan tubuhnya hingga mereka kini saling berhadapan. Axel mengusap pipi mulus istrinya, saat mereka mendekatkan wajah satu sama lain, bayi mungil itu pun terbangun dan langsung menangis. Elle melepaskan diri dari suaminya dan menggendong anaknya.


"Daddy, bayi kita belum diberi nama," ucap Elle, "apa Daddy sudah menyiapkan nama untuknya?"


"Lexi, nama anak kita Lexi. Bagus 'kan?"


_


_


_

__ADS_1


Sementara di tempat lain.


Leo mendengar kabar tentang Elle, anaknya yang sudah kembali ke dalam pelukkan Axel. Apa lagi dengan adanya bayi di hidup mereka, membuat Axel semakin bahagia. Sedangkan ia, kini hidup seadanya. Lory sudah pergi meninggalkannya, tanpa Lory, Leo bukan apa-apa. Hidupnya sudah menderita. Dan kini ia tengah berada di depan rumah Axel, menatap rumah itu dengan seksama.


__ADS_2