Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)

Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)
Eps_75


__ADS_3

Hoeekkk ...


Aletta tengah terbaring, pengantin yang baru menikah itu kini merasakan mual dan pusing. Sang suami yang seorang dokter langsung memeriksanya, meski sudah tahu dengan tanda-tanda istrinya, apa lagi kalau bukan mengandung? Pikirnya. Aletta begitu terlihat manja kepada suaminya, beruntung, ia menikah dengan Zurran. Lelaki yang penuh pengertian dan penuh kasih sayang.


"Apa masih mual?" tanya Zurran sambil membelai pucuk kepala istrinya. Aletta mengangguk sambil memegang perutnya, ia meringkuk bagaikan anak kucing yang ditinggal induknya. "Tapi aku harus ke rumah sakit," ucap Zurran, "aku usahakan tidak akan lama."


"Hmm, pergilah. Aku tidak apa-apa, mommy bilang akan ke sini untuk menemaniku." Setelah menikah, Zurran memutuskan untuk mengajak Aletta tinggal mandiri, baru kali ini Zurran melihat istrinya terkulai lemas, ia sendiri menjadi tidak tega saat akan meninggalkannya.


"Aku akan berangkat setelah mommy sampai di sini," kata Zurran, "apa ada sesuatu yang kamu inginkan?" Aletta menggelengkan kepala. Karena Zurran duduk di sampingnya, ia pun merebahkan kepala di paha Zurran sebagai bantalnya. Menelusupkan kepalanya mencari kenyamanan di sana.


Zurran kembali mengusap lembut rambutnya. Tak lama dari situ, suara deruman mobil terdengar di pekalangan rumah. Zurran mengira yang datang adalah orang tuanya. "Siapa?" tanya Aletta.


"Itu pasti mommy, aku keluar sebentar. Kamu tetap di sini saja." Zurran mengangkat kepala istrinya lalu memindagkan kepala itu di bantal.


* * *

__ADS_1


"Hai ...," sapa Elle, yang datang ternyata Elle dan Axel. Tak lupa mereka membawa Lexi, Elle khawatir saat mendengar Letta tak beranjak dari tempat tidur.


"Masuk," ajak Zurran. Axel sedikit canggung kepada Zurran karena kesalahpahaman saat di rumah sakit dulu. Mereka pun akhirnya masuk, Elle langsung menemui Aletta di dalam kamar. Sedangkan Axel berada di ruang tamu bersama Lexi. Zurran pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk tamunya. Zurran tak membolehkan Aletta mengerjakan pekerjaan rumah, apa lagi saat dinyatakan hamil.


Kandungan Aletta mendekati usia 1 bulan. Zurran sangat menjaga kandungan istrinya. Ia tahu apa yang terbaik untuk istrinya itu, apa lagi dengan kondisi Aletta yang sekarang, tidak memungkinkan untuk mengerjakan semuanya.


"Silakan diminum," ucap Zurran setelah meletakkan secangkir kopi di atas meja.


"Terima kasih." Axel sedikit memberikan senyumnya kepada calon bapak itu.


"Lexi, apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu." Zurran mencubit pelan pipi gembul Lexi yang kini berusia 2 bulan itu, semakin hari, Lexi terlihat gembul dengan pipinya. Mata yang berwarna biru seperti ayahnya. "Boleh aku menggendongnya?" tanya Zurran.


_


_

__ADS_1


_


"Sayang, liat deh, aku ajak Lexi," ucap Zurran setibanya di kamar. Ia melihat dua wanita itu tengah berbincang, Elle begitu perhatian kepada Aletta, benar-benar sahabat sejati. Elle tengah memijat-mijat kaki Aletta sambil sesekali tersenyum karena lontaran absur mereka.


"Oh, Lexi ... Kamu semakin lucu sekali," ucap Letta, "tetap berada di gendonganmu, aku takut Lexi terlepas jika aku yang menggendongnya." Seakan tidak memiliki tenaga, ia hanya rebahan di tempat tidur saja sejak kemarin.


"Sini." Elle meminta Zurran untuk memberikan Lexi kepadanya. "Oh iya, kalau Kak Zurran mau ke rumah sakit pergi saja, biar aku yang menemani Aletta di sini."


"Apa tidak merepotkan?" tanya Zurran.


"Apanya yang merepotkan? Dulu aku yang merepotkan kalian, apa yang aku lakukan sekarang tak sebanding dengan apa yang kalian lakukan padaku."


Alette tersenyum mendengar penuturan sahabatnya. Hubungan mereka sudah seperti saudara, saling melengkapi dan saling menolong. Zurran jadi merasa tenang dengan kepergiannya. "Ya sudah, aku berangkat dulu kalau begitu." Zurran mengecup kening istrinya sebelum berangkat ke rumah sakit. Saat ia akan pergi, orang tuanya pun sampai.


"Di dalam ada Elle, aku harus ke rumah sakit dulu," ucapnya pada sang mommy. Kepergian Zurran pun di susul oleh Axel. Ia pun harus segera ke kantor karena Jose masih dalam cuti. Tak hanya Elle yang menemani Aletta, Axel pun bisa pergi dengan tenang.

__ADS_1


"Daddy kerja dulu, nanti Daddy kembali menjemputmu." Elle mengangguk.


"Tidak perlu khawatir, ada mommy Aletta di sini," kata Elle. Sang suami pun pergi dan Elle kembali masuk ke dalam ikut bergabung dengan Aletta dan mommy tirinya segaligus mertuanya.


__ADS_2