
Pesawat lepas landas. Axel baru sampai di kota Bacalar, menginjakkan kaki beberapa kali di kota itu mengenai pencarian istrinya. Berharap dengan harapan baru bahwa kali ini ia akan menemukan istri kecilnya dengan adanya notif masuk ke dalam ponsel. Setibanya di sana, Jose mengerahkan beberapa orang untuk mengecek informasi di sana melalui bank.
Di rumah sakit.
Elle masih belum sadarkan diri pasca operasi yang dilakukan, bius total karena usianya masih terbilang sangat muda untuk melahirkan. Diusianya yang baru akan menginjak 18 tahun kini harus melahirkan seorang putra yang sangat tampan, bayi mungil itu kini sudah terlahir ke dunia dengan bobot 2,5 kg, lahir prematur dan harus berada di inkubator selama beberapa minggu.
Aletta dan Zurran menatap bayi merah itu di balik kaca. Sedangkan Elle masih berada di ruang ICU karena belum sadarkan diri.
"Lihatlah, bayinya lucu sekali," ucap Letta kepada Zurran.
"Suatu saat kita akan memiliki bayi seperti itu." Zurran meraih pinggang Aletta dari samping, dan gadis itu menyandarkan kepala di pundak kekasihnya. Selama berhubungan, Zurran selalu memakai pengaman. Ini resiko hamil diusia muda, ia tak ingin Aletta bernasib seperti Elle. Melahirkan dengan jalan operasi, operasi lebih menyakitkan dari pada normal.
__ADS_1
Tak berselang lama, beberapa orang datang ke rumah sakit mencari pasien bernama Grizelle. Axel segera menuju ke sana setelah mendapatkan informasi dari bank. Dengan data pembayaran yang dilakukan oleh kartu atas nama Grizelle.
Hati Axel tidak tenang karena takut terjadi sesuatu dengan istrinya, takut terjadi akan kecelakaan yang tidak diinginkan.
"Bagaimana, Sus? Apa ada nama pasien atas nama Grizelle?" tanya anak buah Jose kepada suster.
Suster nampak ketakutan karena orang-orang yang datang berjumlah tidak sedikit. Apa lagi dengan penampilan yang seperti depkolektor.
"Bagaimana? Apa istriku menjadi pasien di rumah sakit ini?" tanya Axel kepada orang-orangnya.
"Pasien bernama Grizelle berada di ruang ICU," kata suster.
__ADS_1
Deg ...
Tubuh Axel melemas seketika, apa yang terjadi dengan istri kecilnya? Kenapa berada di ruang ICU? Axel berjalan menyesuri lorong, seakan pijakannya tak berpijak. Dalam bayangnya, telah terjadi sesuatu pada gadis itu.
"Tuan," panggil Jose. Axel hanya mengangkat tangan seakan menyuruh lelaki itu untuk tetap diam dan tak mengatakan apa pun. Yang ingin dilakukannya hanya ingin melihat bagaimana kondisi Elle, dan apa yang terjadi padanya sampai berada di ruang ambang kematian.
Setibanya di sana, Axel melihat seorang wanita yang ia kenali. Aletta, teman dekat Elle salama masih sekolah. Ia kira gadis itu tak tahu apa-apa karena ia pernah mendatangi gadis itu di rumahnya.
"Kau ..." Axel menatap Aletta dengan tajam, merasa dibohongi oleh gadis kecil itu. Sorot mata yang tajam membuat Zurran, sang kekasih Aletta menarik gadis itu ke belakang tubuhnya. "Aku ada urusan dengannya, minggir," ucap Axel.
"Urusan Aletta berarti itu urusanku!" kata Zurran. Dua bola mata yang saling menatap dengan tajam. Aletta ketakutan, dan ternyata dugaannya benar. Axel pasti marah karena ia tidak berkata jujur saat pria itu saat menanyakan Elle kepadanya.
__ADS_1
Pandangan mereka teralih saat dokter keluar dari ruangan Elle.