
Satu bulan kemudian.
"Daddy, coba bantu ini," teriak Elle yang tengah memakai gaun pesta, ibu muda itu nampak kesusahan saat menaikkan res sleting di bagian punggung. Memakai gaun pesta karena akan menghadiri pernikahan Jose dan Carla. "Daddy ...," teriak Elle lagi.
"Ada apa? Daddy sedang menidurkan, Lexi. Kamu jangan teriak-teriak nanti dia bangun." Axel sendiri kerepotan saat mengurus anaknya, Elle sendiri masih belajar mengurus Lexi. Biasanya Carla yang membantunya. Tapi sekarang, wanita itu tengah menjadi ratu dalam sehari.
"Bantu ini." Elle memperlihatkan punggung mulusnya kepada Axel. Dan pria itu langsung meraih pinggang istrinya, perlahan menaikkan res sleting. Tapi sambil mengendusnya, ia sudah lama tidak menjamah istri kecilnya setelah perpisahan itu terjadi.
"Cepat sedikit," gerutu Elle, ia tak ingin terlambat dihari bahagia Carla. Tapi Axel malah terdiam karena melamun. "Daddy ..." Suara Elle membuyarkan lamunan Axel.
"Iya-iya ..." Axel menarik sleting dengan sempurna.
"Lexi sudah siapkan?" tanya Elle.
"Hmm, tapi tidak tega jika harus dibangunkan," jawab Axel.
"Pindahkan ke kereta bayi saja, kalau nunggu bangun acaranya keburu selesai." Akhirnya, Lexi dipindahkan dengan pelan oleh Axel.
_
_
__ADS_1
_
Janji suci sudah terucap, pengantin nampak begitu bahagia. Begitu pun dengan Elle, ibu muda itu tersenyum sambil menyandarkan kepala di pundak suaminya. Ia jadi teringat akan upacara pernikahannya yang alakadarnya. Meski terlihat mewah, tapi pernikahan itu hanya dilaksanakan di rumah. Tidak ada momen di mana pernikahannya disaksikan orang banyak seperti Carla dan Jose.
Axel yang merasa akan sikap istrinya yang terdiam, wanita itu pasti sedang memikirkan masalalunya saat pernikahannya. Axel meraih pinggang istrinya dan merapatkan tubuh mereka. Elle menoleh ke arah wajah suaminya, lalu menyeka air matanya yang sudah membasahi pipi.
"Jangan menangis, Daddy akan menebus kesalahan Daddy sewaktu dulu. Kalau perlu, kita buat acara resepsi pernikahan kita dengan sangat megah," tutur Axel. Elle menggelengkan kepala, ia tak butuh itu. Cukup dengan perlakuan manis layaknya suami sungguhan, memberinya perhatian dan kasih sayang ia sudah sangat bahagia.
"Cukup jadi ayah dan suami yang baik untukku, selebihnya aku tidak butuh," ucap Elle. Keluarga, baginya nomor satu. Dan mereka pun menyaksikan di mana sang pengantin berciuman. "Aku bahagia Mis Carla akhirnya menikah," sambungnya.
_
_
_
"Pantas dulu sangat galau, ternyata istrimu cantik sekali," ucap rekan bisnis Axel. Axel hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Malu rasanya jika teringat akan ia yang hampir gila karena kehilangan Elle.
Olan pun hadir, dan langsung menyapa Axel dan Elle. Sikap ketakutan Axel masih tersimpan, ia cemburu saat Elle berjabat tangan dengan pria itu. "Lepaskan," bisik Axel di telinga istrinya, karena Olan sepertinya terpukau melihat kecantikkan Elle. Merasa enggan untuk melepaskan tangan wanita itu.
Elle menarik lengannya, ia harus menjaga hati suaminya. Terlebih, ia tak ada niat untuk mendua. Hatinya sudah terkunci, tidak akan tergoyah walau badai menerpa.
__ADS_1
Sang pengantin yang kini berbahagia, Jose menghampiri Axel dan Olan. "Selamat ya, Jose," ucap Olan.
"Terima kasih sudah datang, cepatlah menyusul. Kamu sendirian datang kemari?" tanya Jose. Olan mengangguk dan tersenyum kecut, ia masih menjomblo. Cinta pertamanya kini harus pupus karena ia jatuh cinta kepada istri orang, yang tak lain wanita itu adalah Grizelle.
"Cintaku sudah hilang, Jose. Dia sudah menikah, dan aku patah hati," jelas Olan.
Axel mendelikkan mata ke arah Olan, ia tahu siapa wanita yang dimaksudnya. Axel langsung merapatkan tubuhnya dengan Elle, seakan mengatakan bahwa Elle miliknya. Wanita itu tidak boleh dicintai oleh pria lain selain dirinya. Sedangkan Elle, ia menggelengkan kepalanya saat menyadari sikap suaminya yang mulai posesif.
Pesta berakhir, Axel mengajak Elle pulang. Ia tak bisa meninggalkan Lexi lama-lama, ia menyewa seorang baby sitter untuk satu malam saja menjaga Lexi di rumah.
Axel dan Elle sampai di rumah. Elle hendak menemui Lexi, tapi ditahan oleh Axel. Ada sesuatu yang harus ia lakukan bersama istrinya, selagi ada kesempatan tanpa ada yang mengganggu. Axel meraih tubuh Elle dan menggendongnya ala bridal style.
"Daddy ..." Elle yang terkejut mendapati sikap suaminya yang langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar. Merebahkan tubuh itu dengan perlahan di tempat tidur.
"Daddy merindukanmu." Axel mengecup kening lalu pindah ke bibir, "sudah lama kita tidak melakukannya, apa kamu tidak menginginkannya, hmm?" tanya Axel.
Elle hanya menelan saliva saat suaminya membuka pakaiannya. "Bukan cuma Jose yang mendapatkan malam pertamanya, Daddy juga ingin." Baginya ini malam pertamanya pasca Elle melahirkan Lexi.
Axel mulai mengungkung tubuh yang kian hari semakin berisi, bobot Elle sangat pas. Bentuk tubuhnya nyaris sempurna.
"Daddy mencintaimu, Ell."
__ADS_1