Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)

Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)
Eps_72


__ADS_3

Axel mendekatkan wajahnya. Tapi Elle langsung membekap mulut suaminya dengan tangannya.


"Lexi bagaimana?" tanya Elle. Axel meraih tangan istrinya yang menempel di bibir, lalu mengecupnya.


"Biarkan untuk malam ini saja dia bersama baby sitter, Daddy merindukanmu." Axel meraup bibir istrinya, menyesapnya dengan dalam. Sesaat ia melepaskan tautan itu, memandang wajah istrinya dengan seksama. "Sudah lama Daddy tidak menyentuhmu," bisiknya.


"Aku juga merindumukanmu." Elle mengalungkan tangan di leher suaminya. Merindukan satu sama lain sehingga cinta keduanya begitu menggebu. Mendambakan sentuhan yang sudah lama tidak dilakukan.

__ADS_1


Perlahan, Axel melepas pakaiannya. Begitu pun Elle, ia mengganti bajunya menggunakan lingeri yang begitu menerawang. Axel berada di atas ranjang, menopang kepala dengan satu tangan sambil melihat ke arah istrinya. Elle berjalan dengan berlenggok, mengibaskan rambut ke belakang.


"Cantik, istriku sangat cantik," ucap Axel. Ia mengulurkan tangan, menyambut istrinya yang mulai naik ke tempat tidur. Tanpa sungkan, Elle naik ke atas tubuh suaminya. Mengapit tubuh itu dengan pahanya. Meletakkan tangan di dada bidang pria itu, memberikan ciuman di sana. Axel merapikan rambut Elle yang menjuntai di kulitnya. Mengikat rambut itu dengan tangannya.


"Puaskan Daddy malam ini, sayang." Axel mulai terbuai dengan permainan istrinya. Posisi Elle kini tengah mengulum kepemilikannya, memainkan lidah di puncak miliknya. "Yes, baby ..." Axel memejamkan mata, menikmati permainan istrinya. Elle mengepalkan tangannya di benda panjang itu, perlahan menaikturunkannya. Lalu kembali menjilatnya.


Axel pun mulai menggerayangi tubuh istrinya, mulai dari wajah, leher, dan berhenti di dada. Mere*asnya dengan lembut, ujungnya mulai mengeras. Ia pun menyesapnya dengan dalam. Elle tak lagi memberikan ASI-nya, entah kenapa ASI-nya tidak keluar sehingga Lexi menyusu dengan susu formula.

__ADS_1


Bentuk yang sempurna, Axel menikmatinya. Elle yang dibuat kalang kabut pun mulai meracau. "Ah, Daddy ..." Di bawah sana sudah menagih ingin di sentuh. Axel merubahkan posisi Elle, ibu muda itu kini berada di bawahnya. Axel melepas segita milik Elle yang masih melekat. Menyibak lingeri itu ke atas sampai dada. Membuka lebar paha istrinya sehingga rumput hitam itu terlihat jelas. Membuka lipatan kecil milik istrinya, lalu mendaratkan sebuah kecupan di sana.


Lidah yang mulai bermain di benda kecil itu. Tidak ada yang berubah karena ia melahirkan lewat sesar. Lubang yang masih sangat kecil tentu pasti membuat miliknya terasa terjepit. "Daddy ..." Elle sudah merasakan nikmat akibat sentuhan lidah suaminya. Tangannya mere*as sprai, menggigit bibir bawahnya sendiri. Merasakan sensasi yang luar biasa, sensasi yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Puas bermain, Axel mulai memposisikan diri. Berada di atas tubuh istri, lalu mengangkat kedua kaki dan meletakkannya di pundaknya. Sejurus, ia mulai menancapkan miliknya. Mendorongnya lebih dalam. Terasa susah saat akan menerobosnya, lubang itu masih begitu sempit. Tapi dimenit kemudian, Axel berhasil. Pinggulnya mulai bergerak, antar kulit mulai bergesek berirama sesuai tempo.


Perlahan semakin dipercepat. Axel meracau menikmatinya. "Ah ..." Ia sangat merasa puas milik istrinya menjepitnya dengan keras. Tak hanya di situ, beberapa kali ia merubahkan posisi. Gaya demi gaya sudah dilakukan, permainan yang cukup lama di malam itu. Bosan di ranjang, Axel membawa tubuh istrinya dan melakukannya di sofa sudut ruangan.

__ADS_1


"Ya, Daddy ... Sebentar lagi aku akan keluar," ucap Elle. Dan akhirnya, Elle merasakan puncaknya. Disusul oleh suaminya, mereka mengerang bersama. Tubuhnya mulai terkulai lemas. Beberapa menit kemudian, Axel mencabut miliknya lalu menggendong Elle dan membawanya ke tempat tidur.


__ADS_2