
Setiap hari mereka selalu bersama, tak terasa rumah tangga yang dijalaninya sudah menginjak 2 bulan. Sejak itu pula, Axel mengawal Elle kemana pun gadis itu pergi. Dan hari ini, gadis itu tengah menunggu kelulusan sekolah. Elle dan Letta menunggu hasil dengan hati yang resah. Keduanya sudah memutuskan untuk kuliah sama-sama.
"Kamu kenapa?" tanya Elle pada Letta. Gadis itu terlihat murung, "tenang lah, hasil ujian kita pasti bagus." Elle menebak kegundahan Letta mengenai hasil kelulusan.
"Bukan itu, Ell. Tapi kak Zurran," ucapnya lemas.
"Kak Zurran? Memangnya kenapa dia?" tanya Elle.
"Kak Zurran pindah tugas." Zurran berprofesi sebagai dokter kandungan, pria itu pindah tugas karena memang sedang dibutuhkan di rumah sakit ternama. Aletta terpisah dengan kekasihnya, ia juga mendengar bahwa Zurran akan dijodohkan. Letta frustrasi berat. Bagaimana kalau sampai orang tuanya tidak setuju dengan hubungan mereka?
"Tenanglah, kak Zurran pasti setia padamu, Ta. Kalian saling mencintai, cinta kalian pasti kuat." Elle mengelus punggung sahabatnya.
"Kamu enak, sudah nikah. Gak ada yang berani memisahkan kalian, sementara aku ..." Letta terkulai lemas. Tak lama, obrolan mereka terhenti karena wali kelas mengumumkan dan memberikan sebuah amplop yang berisikan tentang kelulusan. Nilai terbaik akan mendapatkan beasiswa.
Elle mau pun Aletta sudah menerima amplop tersebut. Jantungnya dag dig dug tak karuan, tangan bergetar. Mereka berdua membuka amplop tersebut secara bersamaan. Hingga keduanya pun jingkrak-jingkrak karena lulus, dan Elle mendapatkan nilai terbaik.
__ADS_1
"Hore ... Aku dapat nilai terbaik," ucap Elle dengan girang, "Daddy pasti senang kalau aku jadi juara, Ta."
"Aku ikut seneng, Ell. Kita tetap akan kuliah sama-sama 'kan?" tanya Letta. Elle mengangguk. Semua teman kelasnya berbahagia karena lulus semua. Seusai sekolah Elle berniat ke kantor suaminya, ia akan memberikan kabar baik ini. Ia juga akan menagih soal kebebasan saat kuliah nanti.
"Ta, sampai ketemu minggu depan ya," ucap Elle. Mereka libur sekolah satu minggu seusai pengumuman.
"Iya, kamu baik-baik ya, Ell. Tambah bahagia dan mesra aja dong, libur seminggu rencananya mau kemana?" tanya Letta.
"Ada deh ... Rahasia." Elle melambaikan tangan karena ia sudah masuk ke dalam mobil. "Jalan, Pak," kata Elle pada supir, "kita ke kantor dulu ya," pintanya.
Para karyawan sudah tahu siapa Elle, yang diketahui bahwa Elle adalah putri satu-satunya dari Axel Austin. Semua karyawan yang berpapasan dengannya memberi sapaan hangat. Gadis itu tersenyum menanggapi sapaan dari karyawan.
Tepat di depan pintu ruangan Axel, Elle menghirup udara sebanyak-banyaknya. Kenop pintu ia raih dan membukanya secara perlahan.
"Jose, kamu 'kan tau awalku menikahinya karena apa?" ucap Axel.
__ADS_1
"Balas dendam," jawab Jose.
Elle yang mendengar pun terkejut, apa yang dikatakan Loe ternyata benar. Tak dapat menahan rasa sesak, Elle tak jadi masuk ke dalam. Tanpa ia dengar ucapan Axel selanjutnya.
"Tapi itu awal burukku, aku tidak lagi memikirkan balas dendama itu, Jose. Aku mencintainya, dan aku akan mengumumkan bahwa Elle adalah istriku, hari ini hari kelulusannya. Tidak ada lagi alasan untukku menutupi pernikahanku dengannya." Tanpa Axel tahu, Elle mendengar penuturannya yang membuat gadis itu salah paham.
_
_
_
"Daddy jahat, daddy jahat!" kesal Elle sembari menangis. Menyusuri kantor dengan pandangan tertunduk, sampai ia menabrak seseorang pun tak ia pedulikan. Anak buah yang selalu menjaga Elle entah kemana, karena merasa gadis itu berada di tempat aman.
Orang yang ditabraknya adalah Olan. "Kenapa dia? Kenapa menangis?" Olan mengikutinya dari belakang. Sampai Elle terus berjalan menyusuri tepi jalan. Tubuh Elle sedikit limbung, kepalanya terasa pusing. Penglihatannya meredup, terasa gelap. Seketika, Elle jatuh pingsan dan Olan segera menghampiri dan membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1