
Tak terasa, kebersamaan Elle dan Aletta juga mommy-nya berakhir dengan cepat. Keseharian mereka disibukkan dengan membuat kue, Elle belajar membuatnya dan akan mempraktekkannya nanti di rumah. Bunyi klakson terdengar, dapat dipastikan bahwa Axel yang datang untuk menjemput istrinya. Lexi, sejak tadi berada di gendongan mommy-nya Aletta.
"Aunty, sepertinya suamiku sudah menjemput," ucap Elle pada mommy-nya Letta.
"Cepat sekali kamu pulang, Aunty masih betah bersama Lexi." Mertua Aletta yang bernama Merry itu seakan tidak ingin berpisah, ia begitu menginginkan seorang cucu. Mendengar Letta hamil, tentu dirinya merasa senang.
"Ell, jangan lupa kuenya dibawa," ucap Letta.
"Iya, ini kue perdana. Suamiku harus mencobanya, baiklah, aku pulang dulu," pamit Elle.
Nyonya Merry mengantar Elle sampai pintu depan. Axel memang sudah menunggu, ia pun keluar dari mobil menyambut kedatangan istri dan anaknya.
"Anak Daddy." Axel mencium putranya dengan penuh kasih sayang, tak lupa ia mencium istrinya, memberikan kecupan di bibir. Nyonya Merry tersenyum saat melihat keharmonisan mereka, teringat akan masa mudanya dulu.
Elle melambaikan tangan ke arah Nyonya Merry sambil tersenyum, lalu ia pun masuk ke dalam mobil.
_
_
_
"Daddy?" panggil Elle.
"Hmm." Jawab Axel sambil menoleh sekilas dan langsung kembali fokus pada kendaraannya.
__ADS_1
"Di minimarket depan kita berhenti sebentar ya, ada yang mau aku beli di sana." Axel mengangguk. Tak lama, ia pun menepikan mobilnya tepat di depan minimarket.
"Biar Daddy yang gendong Lexi, kamu masuk saja duluan," kata Axel. Elle mengalihkan Lexi, dan ia segera masuk ke dalam minimarket.
Elle sedang memilah bahan kue untuk ia buat nanti di rumah, saat asyik memilah. Tak sengaja ia menabrak seseorang dari arah samping. "Aduh, maaf," kata Elle. Belanjaan orang itu terjatuh dari keranjang.
"Tidak apa-apa, Nona," kata orang itu. Keduanya pun saling menoleh.
"Kevin."
"Elle."
Mereka tak menyangka akan bertemu di sini, sejak lulus sekolah, mereka baru bertemu kembali.
"Kamu kemana saja, kuliah di mana sekarang?" tanya Kevin. Elle belum menjawab, Axel keburu datang bersama sambil menggendong Lexi.
Elle dan Kevin begitu dekat, ia juga menyangka bahwa dulu mereka saling menyukai. Axel tidak suka, apa lagi Kevin jauh lebih muda darinya dan begitu serasi jika bersanding dengan Elle.
"Uncle," sapa Kevin, anak muda itu tidak tahu kalau Elle bukanlah anak dari Axel. "Sudah lama kita tidak bertemu," ucap Kevin lagi.
"Daddy masih ingat padanya 'kan? Dia teman sekolahku dulu," timpal Elle. Raut wajah Axel tidak bersahabat, dan Elle dapat merasakan ketidaksukaan suaminya terhadap Kevin.
"Adikmu lucu sekali, Ell?" Pertanyaan dari Kevin membuat Axel semakin kesal.
"Dia bukan adikku, tapi dia anakku," jawab Elle.
__ADS_1
"Anak?" ulang Kevin.
"Sudah belanjanya?" tanya Axel pada istrinya, "biar Daddy yang bayar, kamu tunggu saja di mobil bersama ANAK KITA." Axel menekankan kata 'ANAK KITA' agar pria di sebelah Elle mati kutu, tidak mengharapkan lebih dari pertemuan yang tak disengaja itu.
Kevin terdiam sesaat, mencerna apa yang diucapman lelaki tua itu. Menurutnya, pria itu sudah tua karena dua kali lipat dari usianya. Apa iya Elle memiliki anak dari ayahnya sendiri? Keluarga macam apa itu? Pikir Kevin. Ia tak berani bertanya akan hal itu, apa lagi melihat wajah Axel yang merah seperti sedang kesal.
"Kevin, aku duluan," pamit Elle.
Setelah kepergian Elle, Axel pun meninggal Kevin yang masih mematung dan sibuk dengan pemikirannya.
* * *
"Lain kali jangan bertegur sapa dengan pria lain, Daddy tidak suka!" cetus Axel setibanya di dalam mobil.
"Daddy cemburu?" tanya Elle.
"Salah jika cemburu?"
Elle tersenyum-senyum melihat tingkah kekanakan suaminya, ternyata pria itu bisa marah dan cemburu padanya, Elle semakin percaya bahwa suaminya benar-benar mencintainya.
"Jangan cemberut, Daddy jelek kalau seperti itu," ledek Elle.
"Tidak lucu!" cetus Axel yang terbakar api cemburu.
"Cemburu buta," ucap Elle.
__ADS_1
Axel tidak menggubris, ia segera mennyalakan mesin mobil dan segera pulang.