
Axel sudah tiba di kantor, tanpa diduga, Olan sudah menunggunya di ruangan tunggu. Axel terkejut saat mendapati pria itu sudah menunggunya.
"Dia semangat sekali," ucap Axel saat tiba di ruangannya.
"Bagus dong, itu bisa mempermudah urusan kita," kata Jose. Biasanya clien susah ditemui dan ini tidak perlu menghubunginya karena Olan yang kekeh ingin bekerja sama.
"Baiklah, kita selesaikan urusan dengannya. Aku sudah janji akan pulang cepat, oh iya, pesankan bunga yang paling cantik. Aku belum memberikan ucapan saat Elle ulang tahun," perintahnya.
"Tema makan malam? Perlu booking tempat?" tanya Jose.
"Ya, atur sebaik mungkin."
"Baiklah, itu urusan gampang."
* * *
"Pagi Tuan, Olan," sapa Axel.
"Pagi juga Tuan, Axel." Olan dan Axel saling berjabat tangan.
Mereka membicarakan soal risort yang berada di Zumpango. Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba ada seorang tamu datang dan ingin bertemu dengan Axel. Salah staff mengetuk pintu dan Axel langsung menyuruhnya masuk.
"Maaf, Pak. Ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan Anda," ucap staff.
"Siapa?" tanya Axel.
__ADS_1
"Nona Lory," jawab staff.
"Suruh saja dia masuk." Axel berharap kedatangan wanita itu membawa kabar baik untuknya. Lory pun akhirnya masuk dengan membawa sesuatu di tangan, sesampainya di sana ia mengerutkan kening. Ia pikir tidak ada siapa-siapa di sana, ternyata ia mengenal pemuda itu.
"Olan," ucap Lory.
Axel dan Jose saling pandang, mereka saling mengenal? Pikirnya. Yang menjadi perhatian Axel adalah yang dibawa oleh Lory, sebuah file yang ia kenali dari warnanya.
"Itu ...," ucap Axel.
Lory mengangkat file tersebut. "Ya, aku sudah berhasil menemukannya. Beruntung, nama kepemilikan masih atas namamu," ucap Lory, wanita itu memberikan file tersebut. Dan Axel menerimanya dengan sangat bahagia.
"Aku tidak tau harus berkata apa padamu, yang jelas aku sangat berterima kasih. Akan aku simpan baik-baik file ini," kata Axel bahagia, "oh iya, kalian saling mengenal?" tanyanya pada Lory.
"Kita perlu merayakannya," ucap Lory.
"Tentu," jawab Axel, "Jose kita makan di luar nanti malam." Saking bahagianya ia lupa akan janjinya pada Elle, bahwa ia akan pulang cepat.
"Tapi, Tuan ...," ucap Jose menggantung karena Axel mengibaskan tangan seraya tak ingin mendengar apa yang akan diucapkan lelaki itu.
"Kamu kerjakan pekerjaanmu, aku akan membicarakan soal risort dengan mereka," usir Axel.
Mau tak mau, Jose pun pergi. Tapi bagaimana dengan janji yang sudah dijanjikan dengan Elle? Bahkan ia sudah memberitahukan Elle soal makan malam yang sudah direncanakan oleh Axel tadi pagi. Ia tak mungkin mengecewakan soal ini karena Elle terdengar sangat bahagia karena ini kencan pertamanya dengan sang suami.
_
__ADS_1
_
_
"Mis, mana yang bagus menurutmu?" tanya Elle soal gaun yang akan dikenakannya nanti malam.
"Dua-duanya bagus," jawab Carla.
"Pilih salah satunya, aku tidak mungkin memakai dua-duanya." Carla terkekeh saat melihatnya, begitu antusiasnya gadis itu ketika akan berkencan dengan suaminya.
"Aku harus tampil cantik, Mis. Daddy pasti suka kalau aku terlihat cantik." Elle meletakan baju di dada lalu memutarkan tubuhnya.
"Warna hitam lebih bagus, kamu terlihat seksi," kata Carla. Baju yang modelnya memperlihatkan belahan dada, gadis itu pasti sangat cantik bila memakainya. Apa lagi dua gunung kembar gadis itu begitu sempurna.
"Hmm, baiklah. Aku akan pakai yang ini, Mis bantu aku berdandan," pinta Elle.
"Tentu." Carla senang jika melihat gadis itu bahagia, semoga akan selalu bahagia seperti ini.
* * *
Malam pun tiba, tepat pada jam 7 malam, Axel, Olan dan Lory tengah berada di restoran. Tentu bersama Jose di sana, pria itu berharap Axel teringat dengan janjinya. Ia akan memberi waktu mereka untuk merayakan kembalinya kepemilikkan risort Zumpango tersebut. Semakin malam, waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Axel benar-benar tidak ingin diganggu, entah apa yang mereka bicarakan.
Rasa tidak suka pada Olan sirna karena pria itu tak menanyakan soal Elle, dan itu membuatnya benar-benar lupa. Axel tidak menyuruh Jose memberitahukan soal ia yang memesan bunga. Karena itu bisa ia atur waktu kembali janjinya dengan Elle.
Karena tidak bisa membiarkan ini, Jose pun akhirnya nekat membisikkan sesuatu di telinga Axel. Pria itu sampai terkejut saat mendengarnya.
__ADS_1