Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)

Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)
Episode_050


__ADS_3

Leo merencanakan sesuatu, sebelumnya ia harus mengenali putrinya terlebih dulu. Mungkin tanpa harus ada penculikan, anak itu tentu pasti ingin mengenal orang tuanya bukan? Leo sudah berada di depan sekolah Elle. Dan para siswa mulai keluar satu persatu dari gerbang. Ia mencari sosok gadis yang mirip dengan Hanna.


Dan akhirnya, pandangannya tertuju pada dua gadis yang sedang berjalan dengan kegirangannya. Elle menceritakan semua tentangnya pada Letta, termasuk pernikahan yang sudah terjadi padanya. Letta ikut berbahagia saat mendengarnya. Dan tiba-tiba, langkah Elle dan Letta terhenti.


Elle mengenal siapa yang berhenti di depannya, mengenalnya saat Leo menjadi pengantin yang ia datangi di pesta malam itu. Elle mundur satu langkah, teringat betapa kejamnya pria itu kepada istrinya. Lalu mau apa lelaki itu datang kemari? Pikirnya. Letta yang berada di sampingnya langsung menoleh ke arah Elle.


"Permisi, Uncle. Uncle menghalangi jalan kami," kata Letta.


"Grizelle, kamu Grizelle 'kan?" tanya Leo, pria itu menghiraukan ucapan Letta. Leo memasang wajah polos di hadapan Elle.


"Uncle mengenal temanku?" tanya Letta. Sedangkan Elle tidak bersuara sama sekali, dirinya malah bersembunyi di balik tubuh Letta.


"Apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Leo pada Elle.


"Maaf, aku harus pulang." Elle meraih tangan Letta untuk segera pergi dari sana. Kedua gadis itu pergi dengan terburu karena takut, terlebih dengan Elle.


"Apa kamu tidak ingin tau siapa Daddy-mu?" Pertanyaan Leo menghentikan langkah Elle, dan gadis itu menoleh ke arah Leo. Menatap pria itu dari ujung kaki sampai ujung kepala. Leo kembali menghampiri.

__ADS_1


"Bisa tinggalkan kami?" pinta Leo pada Letta.


"Tapi ...," ucap Letta .


"Tenang, Uncle tidak akan menyakitinya. Uncle hanya perlu bicara sebentar," jelas Leo.


"Ell, aku pergi ya? Kak Zuran sudah menungguku."


"Tapi, Ta ...," kata Elle.


"Tidak apa-apa," ucap Leo. Letta pun akhirnya pergi.


Leo dan Elle duduk di sebuah cafe, Leo mengajak Elle ke sana untuk berbicara. Sebelumnya Elle sudah menghubungi Axel, beralasan ada pelajaran tambahan sehingga yang menjemputnya pun mengurungkan niatnya.


"Uncle tau siapa Daddy-ku?" tanya Elle.


"Ya, aku Daddy-mu," jawab Leo.

__ADS_1


Elle terkejut, ingin menyangkal tapi tidak bisa karena ia memang bukan anak Axel. Berarti ini kenapa Axel tidak peduli saat datang di pesta pernikahannya, berkata bahwa pengantinnya tidak penting baginya. Elle hanya bisa menangis.


"Maafkan, Daddy. Daddy tidak tau kalau ibumu mengandung anakku, aku kira kamu anak Axel," jelas Leo.


"Kenapa Anda merusak hubungan mereka? Apa tujuan, Anda?" tanya Elle.


"Daddy mencintai ibumu, tapi Axel merebutnya dari Daddy. Daddy mohon, tinggal-lah bersama Daddy. Axel bukan orang tuamu," kata Leo.


"Tapi dia suamiku sekarang, aku tidak mungkin meninggalkannya," kata Elle.


"Menikah?" Leo pura-pura terkejut, "apa kamu tau kenapa Axel menikahimu? Dia hanya ingin balas dendam, dia tidak mencintaimu, sayang. Jadi pulang-lah bersama Daddy."


"Anda jangan asal bicara, suamiku mencintaiku. Anda yang terlalu benci sehingga menghasudku. Maaf, aku tidak ada banyak waktu untuk meladeni, Anda." Elle langsung pergi meninggalkan Leo yang berusaha merusak hubungannya dengan suaminya. Ia benci laki-laki itu karena sudah membunuh ibunya.


Meski membencinya, Elle tetap tidak bisa menyangkal bahwa laki-laki itu adalah orang tuanya. Untuk sementara waktu, Leo membiarkan Elle pergi. Mungkin gadis itu akan tetap mengingat ucapannya, pernikahan yang dilakukan Axel memang benar adanya. Hanya untuk balas dendam. Elle pasti mencari tau alasan kenapa pernikahan ini terjadi, pikir Leo.


Elle menangis, hatinya merasa berat saat tahu bahwa laki-laki jahat itu adalah orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2