Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)

Ranjang Pengkhianatan (Balas Dendam)
Episode_062


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Aletta datang ke Bacalar untuk menemui kekasihnya yang masih bertugas di sana, sekalian untuk menjenguk Elle. Karena sudah lama ia tak bertemu dengan sahabatnya, kehamilan Elle pasti sudah besar. Sesuai janjinya, Aletta datang untuk membawa kabar gembira. Gadis itu sudah meyakinkan kedua orang tuanya mengenai hubungannya dengan Zurran. Sebagai orang tua, karena mendengar hubungannya yang sudah jauh dan melampaui batas, mereka pun akhirnya setuju.


Elle sedang memasak, lambat laun dengan kemandiriannya kini gadis itu bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Memasak dan sebagainya. Ia sengaja memasak karena Aletta akan datang. Zurran sendiri tengah menjemput kekasihnya. Tiba-tiba, Elle merasakan nyeri di perut.


"Aduh, perutku." Elle meringis, kedua tangan berpegangan di meja. Sakitnya terasa amat luar biasa, bahkan usia kandungannya belum genap sembilan bulan. Dari sisi paha nampak darah mengalir, Elle panik. "Darah apa ini?" Sebisa mungkin ia mengambil ponselnya, belum sampai Aletta dan Zurran keburu sampai.


"Ell, kamu kenapa?" tanya Aletta, gadis itu menghampiri dan membantu memapah Elle yang berjalan sempoyongan. "Kak, bantu aku cepat!" teriak Aletta. Zurran segera datang karena teriakan Letta yang begitu kencang.


"Ada apa, Ta?" Zurran terkejut melihat darah mengalir dari sisi paha Elle. "Bantu Kakak membawanya ke mobil."


_

__ADS_1


_


Elle dilarikan ke rumah sakit, Elle melahirkan secara prematur dan harus segera di operasi.


"Selesaikan administrasi dulu sebelum operasi dilakukan," ucap suster kepada Aletta. Elle dibawa ke rumah sakit yang di mana bukan tempat Zurran bekerja. Ibu hamil itu dibawa ke rumah sakit yang lebih besar.


"Ta, gunakan kartu debit milikku untuk biaya rumah sakit," ucap Elle sebelum memasuki ruang operasi. Secara tidak langsung ia memberi kabar kepada suaminya karena ia yakin kalau Axel akan mengecek notif yang masuk ke dalam ponsel mengenai pengeluaran kartu yang dipegangnya saat ini. Aletta mengangguk dengan wajah panik karena melihat wajah Elle yang begitu pucat pasi.


_


_


_

__ADS_1


"Apa kamu bahagia tanpa Daddy, Ell? Kenapa mencarimu begitu sulit? Kota itu kota kecil, apa aku yang terlalu bodoh sampai tidak bisa menemukanmu?"


Ting ...


Sebuah notif masuk ke dalam ponselnya, ponsel yang sudah lama tidak terdengar. Ponsel itu khusus hanya untuk Elle, hanya gadis itu yang tahu nomornya. Semua laporan mengenai kartu debit pun akan masuk ke dalamnya. Axel langsung beranjak untuk mengambil dan melihat pesan masuk.


pesan dari bank, sebuah notif dengan tagihan yang jumlahnya begitu besar. Axel terkejut, Elle menggunakan kartu debit itu untuk yang pertama kalinya. Sebuah harapan untuk bisa menemukan istrinya. Axel menghubungi Jose.


"Siapkan kapal penerbangan ke Bacalar sekarang." Setelah menghubungi Jose, Axel segera bersiap. Ia semangat karena ada kabar dari istrinya, tapi ia berpikir, tagihan sebanyak itu dipergunakan untuk apa?


* * *


Jose senang, akhirnya tuannya kembali ke Bacalar setelah lamanya berputus asa. Jose tidak banyak berkata, ia hanya menerima ponsel yang diberikan Axel padanya.

__ADS_1


"Lacak notif itu, aku harap itu benar istriku yang menggunakan kartunya," ucap Axel.


Jose akhirnya tahu kenapa tuannya kembali ke Bacalar, semoga Elle ditemukan dalam keadaan sehat.


__ADS_2