Rasa Ini

Rasa Ini
Nat


__ADS_3

Hari sudah pagi. Matahari sudah bersinar terang, sinarnya yang hangat masuk melalui celah jendela di kamar Nathania. Suara berisik kendaraan yang lalu lalang di depan rumahnya tidak mngganggu tidurnya. Itu karena dia baru bisa tidur pukul 5 pagi, setelah bergadang semalaman untuk menyelesaikan pekerjaannya sebagai seorang penulis. Sebagai seirang prnulis terkadang ide bisa muncul kapan saja. Dan harus segera dituangkan dalam tulisan, atau ide itu akan menguap hilang.


Tik tok tik tok


Hari semakin siang. Sekarang sudah jam 11. Tiba-tiba hp Nat berbunyi.


"Halo..." kata Nat lemah karena setengah tidur.


"Nat, kamu belum bangun?" kata suara di seberang sana.


"Masih ngantuk yang" kata Nat. Ternyata yang menelepon adalah Rey kekasihnya.

__ADS_1


"Kamu tidur jam berapa? Kamu lupa kita udah janji ketemu?" Rey mulai marah. Dia mulai gak sabar.


"Sebentar lagi ya..." kata Nat masih dengan posisi mata tertutup. Tapi dia tau sekarang saatnya dia bangun. karena Rey bukan orang yang bisa menunggu.


"Aku gak mau tau ya, kamu harus kesini setengah jam " kata Rey langsung memutuskan telepon.


Rey memang bukan orang yang lembut, dia cenderung kasar dan tidak sabaran. Bahkan Rey juga pernah hampir memukul Nat saat marah. Nat pun bingung dengan perasaannya, apa yang harus dia lakukan. Tapi karena satu hal dia tidak bisa meninggalkan Rey. Demi Nael, adik satu-satunya. Karena hanya Dia harapan Nael. setelah mama dan papanya meninggal.


Setengah jam kemudian dia sudah ada di tempat Rey menunggunya. Muka Rey sudah gak enak dilihat. Raut mukanya galak. Walaupun wajahnya tampan tapi sorotan matanya membuat orang tidak nyaman melihatnya. Sepertinya Rey sudah menunggu cukup lama. Karena kopi yang ada di depannya sudah hampir habis.


"Kamu semalam tidur jam berapa lagi? Siang gini baru bangun?" oceh Rey. Nat hanya menarik nafas panjang. Dia tidak menjawab ocehan Rey, karena dia tau percuma untuk menjawabnya.

__ADS_1


"Kamu kalau sudah janji harus tepati dong, kemarin kan kita janji mau kesini jam 11. malah aku telpon belum bangun" omel Rey. Nat hanya mendengarkan tanpa menjawab. mukanya sudah bete. Nat berpikir lebih bik dia tidak datang. Kadang cerewetnya Rey itu lebih parah dari cewek. Kalau ada kompetisi cowok tercerewet, mungkin Rey keluar sebagai pemenang.


Nat mengaduk cappucino yang ada di depannya. Entah apa tujuannya tetapi dia tetap mengaduk. Dia seperti lelah menjalani semuanya. Ramainya orang-orang yang berlalu lalang tidak membuatnya merasa ramai. Dia selalu merasa kesepian.


"Kenapa diam saja? Kamu belum makan kan? Aku udah pesanin makan buat kamu." kata Rey melembut melihat muka Nat yang sudah masam. Yah begitulah Rey, sikapnya dapat berubah dalam sekejap. Dia bisa tiba tiba baik setelah emosi. Ini juga yang membuat Nat lelah.


"Makasih ya.." kata Nat lirih.


" kamu kenapa sih, dari tadi diam. Gak suka aku mara-marah?"


"Gak papa kok, aku cuma lelah." kata Nat sambil bersandar di kursi. Tidak lama makanan yang di pesan Rey datang. Mereka makan dan menghabiskan hari bersama.

__ADS_1


Saat malam Rey mengantar pulang. Nat langsung memberingkan badan bahkan tanpa membersihkan badan dulu seperti biasanya. Dia merasa sangat lelah. Lelah dengan pekerjaan, dengan Rey, dangan hidupnya. Dia kesepian.


__ADS_2