Rasa Ini

Rasa Ini
mencari informasi


__ADS_3

Vino mendatangi rumah mbok Sum, sesuai dengan perintah Ryan. Saat mbok Sumi melihat Vino dia sangat bahagia. Dia ingat sejak kecil Ryan, Vino, dan Bob selalu bersama. Dia ingat dulu sering membuatkan makanan untuk ketiga sahabat ini.


"Den Vino apa kabar? Lama mbok gak liat, sekarang udah gede ya. Ganteng" katabok Sum dengan wajah senang. Vino tersenyum dia juga senang bertemu mbok Sumi.


"Mbok Sumi sendiri apa kabar? Sudah lama saya mencari mbok Sumi, tapi mbok kayak hilang ditelan bumi. Gak ada jejaknya. Ternyata sembunyi disini" kata Vino. Mbok Sumi diam, seperti sedang berpikir jawaban apa yang harus dia berikan.


"Iya den, mbok gak kemana-mana kok. Disini aja dengan keluarga mbok" kata mbok Sumi.


"Kenapa setelah kakek meninggal, mbok pergi mbok?"


"Mbok gak bisa jawab den, mbok juga terpaksa" kata mbok Sum. Terlihat dari wajahnya dia sedang khawatir. Terlihat jrlas dia sedagg menutupi sesuatu.


"Mbok apa yang mbok ketahui? Bisa kasih tau saya gak mbok? Ini penting mbok buat Ryan" kata Vino lagi. Tapi mbok Sumi segera menggeleng.


"Gak ada den, mbok gak tau apa-apa. Den Vino sebaiknya pulang" kata mbok Sum memgusir Vino.


"Tapi mbok..." Vino masih enggan meninggalkan rumah mbok Sum. Tapi mbok Sum memaksanya untuk pulang.


"Jangan sampai ada yang tau mbok disini ya den" kata mbok Sum cemas.


"Iya mbok. Saya janji gak akan ada yang tau. Tapi mbok kalau sudah berubah pikiran tolong hubungi sya ya mbok. Saya mohon mbok Sum bisa bantu" kata Vino. Mbok Sum menyetujuinya. Krmudian Bino pamit pulang. Tapi dia menuju Rumah sakit untuk menemui Ryan.


Sementara itu di rumah skit, Nat baru saja sadar. Saat itu Ryan sedang menjaganya. Saat Ryan sedang menerima telepon Nat mulai sadar. Ryan gak mrnyadari kalau Nat sadar. Nat mencoba meraih gelas di atas meja samping ranjangnya. Tapi fia malah menjatuhkan gelas itu dan memecahkannya. Ryan yang sedang berdiri dekat jendela terkejut. Tanpa pikir anjang dia menutup teleoon dan mendekati Nat.


"Nat... Kamu sudah sadar? Kamu haus ya?" Nat mengangguk pelan. Ryan kemudian mengambilkan minum dan memanggil dokter.


Dokter memeriksa keadaan Nat setelah sadar.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya dok?"


"Pak Ryan tenang saja, semuanya baik. Gak lama lagi akan pulih, asalkan dijaha dengan baik. Lukanya jangan kena air dulu." kata Dokter. Ryan menarik nafas lega. Dia sudah bisa tersenyum sekarang.


Setelah dokter pergi, Ryan duduk di kursi samping ranjang Nat. Dia memegang tangan Nat erat.


"Jangan pernah hilang lagi ya Nat, kamu tau gak, saat aku gak bisa temuin kamu rasanya aku ingin mati" kata Ryan kemudian dia menundukan wajahnya ke arah ranjang. Nat mengelus kepala Ryan.


"Aku senang kamu menemukanku" kata Nat pelan. Ryan mengangkat kepalanya kemudian tersenyum.


"Kamu lapar gak? Mau makan?" kata Ryan


"Aku ingin nasi goreng Bibi, sama minum cappucino. Kayaknya udah lama gak makan itu" kata Nat. Ryan tersenyum dia tau Nat sudah baik- baik saja.


"Besok aku tanyain dokter ya kamu boleh makan itu gak. Tapi kalau gak boleh sabar dulu ya tunggu kamu sembuh" kata Ryan sambil mencubit pipi Nat.


"Inikan cubitan sayang... Nat nanti kamu tinggal di rumah aku aja ya, aku gak tenang kalau kamu tinggal sendiri" kata Ryan dengan nada setengah memohon. Nat mengangguk perlahan


"Boleh... Tapi kemanapun kamu pergi aku harus ikut." kata Nat.


"Siapa takut, berarti kalau aku kr kamar mandi kamu harua ikut juga ya" kata Ryan menggoda.


"Gak.. Gak.. Gak jadi" kata Nat ceat sambil menggelengkan kepala. Ryan tertawa. Kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Dan memberikannya pada Nat.


"Ini punya kamu" Nat mrnerimanya, dan melihat kalungnya. Dia sngat bahagia karena menemukan kalung itu.


"Kalung aku.. Makasih Ryan. Dimana kamu temuin kalung ini? Aku pikir udah hilang disungai" kata Nat bahagia dia menggenggam kalung itu dan menciumnya. Itu adalah kenangan terakhir dari mamanya.

__ADS_1


"Ini ada di tepi sungai. Ini yang membuat aku yakin kamu masih hidup" kata Ryan lagi.


Pintu terbuka Vino dan Bob masuk ke dalam. Melihat Nat sudah sadar mereka tersenyum.


"Halo sayang, apa kabar" kata Vino dengan keisengannya. Dia sengaja memanggil Nat dengan 'sayang' supaya Ryan cemburu.


"Hei.. Siapa sayang kamu. Belum pernah makan sepatu ya" kata Ryan marah. Bob, Vino dan Nat tertawa. Merasa sedang diisengin Ryan cemberut.


"Jangan marah, Vino kan cuma bercanda" kata Nat memegang tangan Ryan.


"Si bos gak asyik ah" kata Vino lagi.


"Gimana tugas kamu" kata Ryan mengalihkan pembicaraan.


"Mbok Sum masih belum mau bicara. Tapi besok aku mau coba lagi. Sepertinya memang ada yang dia sembunyikan. Hanya saja dia seperti ketakutan" kata Vino.


"Kalian mengenal mbok Sum?" kata Nat.


"Iya.. Dia dulu bekerja di keluarga Ryan. Sejak kita masih kecil" kata Bob menjawab pertanyaan Nat.


"Kita harus mendapat informasi dari mbok Sum" kata Ryan serius.


Mbok Sum adalah kunci intuk menyelesaikan masalah pertunangan Ryan. Untuk membuktikan semua kejahatan Bela.


Bela sedang merasa senang. Dia yakin kalau Ryan dan semua hartanya sebentar lagi akan menjadi miliknya. Rey juga merasa menang karena dapat menyingkirkan Nat, dan Bela berjanji akan mengembalikan semua kepunyaan Rey saat dia sudah menguasai harta Ryan.


"Kamu memang perempuan hebat Bel. Aku belum pernah ketemu cewek hebat kaya kamu" kata Rey memuji Bela, Bela merasa diatas angin.

__ADS_1


"Tentu saja. Karena aku adalah cewek langka. Dan apa yang aku mau pasti aku dapat, bagaimanapun caranya" kata Bela


__ADS_2