
saat Ryan masih berbincang dengan Bob, dokter datang menghampirinya.
"Pak Ryan, pasien ingin bertemu" kata dokter itu hormat. Karena rumah sakit itu jg salah satu milik Ryan.
"Hmm nyonya besar sudah memanggil" ledek Bob. Ryan hanya tersenyum lalu masuk dalam ruang perawatan Nat. Nat duduk sambil memegang tangan suster yang merawatnya. melihat Ryan masuk Nat mencoba turun dari tempat tidur tapi langsung di tahan perawat.
"Ryan... Ijinkan aku keluar. Mereka tidak mengijinkan aku pergi. Tolong bilang pada mereka supaya mengijinkanku pergi, aku harus pergi" kata Nat memohon, tatapannya penuh harap.
"Nat kamu harus disini dulu" kata Ryan sambil mengelus kepala Nat.
"Enggak Ryan aku harus ke adik aku, dia dalam bahaya. Tolong Ryan biarkan aku pergi." berontak Nat. pikirannya kacau. Dia takut Rey melakukan hal yang buruk pada Nael. Nat berusaha mencabut jarum infus secara paksa, sampai darah keluar dari tangannya. Ryan kaget. Nat berusaha turun dari ranjang hingga terjatuh. Ryan langsung memeluknya. Ryan melihatnya dengan sedih. Nat menangis. Dia berontak dia ingin menemui Nael. Dia takut Rey mencelakai Nael. Dia tidak bisa berpikir bagaimana nanti kalau terjadi sesuatu pada Nael. Saat ini hanya Nael semangatnya untuk menghadapi hidup ini. Karena badannya belum pulih Nat kembali pinsan.
__ADS_1
"Nat.. Nat.." panggil Ryan. Dokter dan suster segera menangani Nat setelah Ryan kembali membaringkannya di tempat tidur. Ryan tau sekarang dia harus melakukan sesuatu. Dia hatus menyelamatkan Nael. Dia menelepon Bob dan menyuruh memindahkan Nael ke rumah sakitnya. Fia juga berpesan agar Bob melakukannya dengan hati-hati jangan sampai Rey mengetahuinya.
Dengan pengaruh nama Ryan, bukan hal yang sulit untuk melakukan itu. Saat Bob mendatangi Nael, Nael tidak mau pergi. Karena dia tidak mau saat dia keluar dari rumah sakit itu Nat akan mencarinya.Tapi setelah Bob mengatakan bahwa semua untuk kebaikan Nat, Nael menyetujuinya. Akhirnya Narl keluar dari rumah sakit itu dan pindah ke tempat Nat dirawat. Nael telah mendengar apa yang Rey lakukan pada Nat. Dia sangat sedih karena demi kesembuhannya Nat sampai mengorbankan kebahagiaannya.
Kepala Nat masih pusing saat dia mencoba membuka matanya.
"Kak sudah bangun? " mendengar suara Nael, Nat mengira dia belum sadar dan masih bermimpi.
"Dalam mimpi pun aku mendengar suaramu Nael" gumam Nat.
"Nael... Ini benar kamu?" Nat terkejut tapi jelas terpancar kebahagiaan dan kelegaan dari wajahnya yang masih pucat.
__ADS_1
"Iya kak ini aku. Teman kakak, kak Ryan yang membawaku kesini." kata Nael sambil menggenggam tangan kakak tercintanya.
"Ryan... Dimana dia?" tanya Nat.
"Sepertinya ada yang kangen sama aku" tiba tiba Ryan sudah di dalam ruangan.
"Kak Ryan..." sapa Nael.
"Kamu bersyukur punya kakak yang sayang banget sama kamu"
"Iya kak, kak Nat itu segalanya buat aku. Terimakasih kak, sudah menyelamatkan kak Nat. Aku dengar kakak menjaga kak Nat selama 3 hari sampai kak Nat sadar" mendengat kata-kata Nael itu Nat terkejut, apakah benar,?
__ADS_1
"Ryan.. Kamu..."
"Aku kan masih menunggu kamu mencuci bajuku yang kena ingus. Kamu belum mencucinya kan?" goda Ryan. Nat tersenyum. Hari ini adalah hari bahagia dalam hidupnya. Tentang Nael mungkin dia akan sedikit lebih lega.