Rasa Ini

Rasa Ini
Tamat


__ADS_3

Banyak hal yang di alami Nat, yang membuat dia sadar dia harus lebih dewasa. Memang bukan hal yang mudah untuk menjalani hidup sebagai anak yatim piatu, dengan saudara yang menderita sakit parah. Tapi Nat bersyukur karena ada Ryan hadir dalam hidupnya. Memberikan harapan yang pernah hilang dalam angannya. Nat tidak lagi bingung harus melakukan apa, srkarang dia hanya perlu menjalani hidup dengan baik tanpa merasa takut. Tapi bukan berarti dia hidup santai, dia tau dia harus berjuang untuk kebahagiaannya, tapi sekarang dia tidan berjuang sendiri. ada Ryan yang ajan berada di sisinya.


Nat memandang ke cermin besar yang ada di hadapannya. Memandang pantulan dirinya sedang memegang gaun putih yang indah, gaun yang akan dia pakai sekali seumur hidupnya, yang akan merubah hidupnya. Nat termenung. Bukan karena dia ragu untuk melangkah ke jalan perkawinan, tapi dia hanya ingin Nael ada didekatnya, melihatnya memakai gaun itu.


"Kakak ipar, kok melamun, ayo donk coba pakai" kata Rina mengagetkan lamunannya.


"Ah iya Rin, sebentar ya" kata Nat krmudian dia masuk ke ruang ganti. Tidak lama diakeluar dengan gaun sudah terpakai di tubuhnya. Pas.


"waahhh.. kakak ipar cantik banget pakai gaun itu, pantes aja kakakku gak bisa lepas" goda Rina. Nat tersipu malu, dia melihat ke arah cermin, dia merasa terkejut ternyata gaun itu memang sangat pas di tubuhnya.


"aku foto yaa... biar kasih liat kak Ryan. Biar dia nyesel karena gak ikut kesini" kata Rina bersiap mengbil foto dengan gadgetnya.


"jangan Rin, aku malu" kata Nat menolak sambil menutup wajahnya. Rina tertawa melihat tingkah Nat.


Setelah mencoba gaun oengantin, Rina mengajak Nat menemui Ryan yang masih sibuk di kantornya.


"Halo kakak jelek... tugasku udah selesai ya, antar kakak ipar. Sekarang aku mau keluar sama teman-teman aku." kata Rina begitu masuk dalam ruangan Ryan.


Ryan yang sedang membahas sesutau dengan Bob dan Vino sedikit terkejut dengan kedatangan Nat dan Rina.


"Kamu kebiasaan gak pernah ketuk pintu ya Rin" kata Ryan.


"Ah... emangnya aku pegawai kakak juga hatus ketuk pintu" kata Rina cuek. Ryan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Rina.


"Ryan, kita pergi dulu ya. Masih ada yang perlu diurus" kata Bob


"Oke, tolong bawa Rina juga tuh, biar gak rusuh disini" kata Ryan, Rina cemberut.


"Bilang aja gak mau di ganggu kalau lagi sama kakak ipar" kata Rina jutek.


"Ayoo Rin sama abang ganteng aja, jangan ganggu Ryan lagi" kata Vino sambil merangkul pundak Rina.


"Gak mau ah, Kak Vino banyak ceweknya" kata Rina melepaskan tangan Vino dari pundaknya. Vina cemberut mendengarnya.


"Kita jalan dulu Yan, duluan ya Nat" kata Bob sambil berjalan keluar diikuti Vino yang menarik tangan Rina. Nat masih tersenyum melihat tingkah mereka.


"Nat, maaf ya tadi gak bisa temenin kamu" kata Ryan memegang tangan Nat.


"gak papa kok Ryan, kan ada Rina yemenin aku, kalau ada kamu mungkin aku malah malu" kata Nat sambil tersenyum.


"Kenapa malu? gaunnya gak cocok? atau mau ganti lagi?" kata Ryan


"Gak Ryan, bajunya sangat cantik... aku malu takut gak pantas buat pakai gaun itu" kata Nat.


"Kamu ngomong apa sih Nat, aku tau kamu pasti sangat cantik memakai gaun itu, aku udah gak sabar" kata Ryan, Nat hanya tersenyum. Dia ingin mengutarakan keinginannya untuk ada Nael, tapi mungkin dia harus bersabar.

__ADS_1


"Kamu kenapa Nat, ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Ryan melihat ekspresi Nat.


"Gak kok, aku hanya gugup aja."


"Kalau kamu gugup pegang tangan aku" kata Ryan, Nat hanya tersenyum.


Semua persiapan untuk acara pernikahan sudah hampir selesai, Nat bersyukur banyak yang membantunya. Ryan selalu menyempatkan waktu ditengah-tengah kesibukannya untuk membantu Nat. Karena kesibukan itu sedikit mengurangi kegelisahan Nat.


Seperti malam-malam biasanya, malam ini Nat melakukan video call dengan Nael. Nael sudah mulai pulih.


"Dek, coba kamu bisa datang di nikahan kakak" kata Nat sedih. Nael tersenyum.


"Maaf ya Kak, tapi aku bahagia kok melihat kakak akhirnya menikah dengan kak Ryan. Dia orang yang baik. Kakak harus bahagia" kata Nael.


"Sebenarnya kakak maunya menunggu kamu sembuh de, baru menikah" kata Nat.


"Jangan Kak, kasihan Kak Ryan nanti, malah kaka bisa jadi perawan tua lagi" kata Nael sambil tertawa.


"Kakak seneng deh liat kamu ketawa. Apa kakak minta ketemu kamu dulu yah de"


"Udah kak, gak usah... Kakak kan pasti harus sibuk urusin pernikahan" kata Nael melarang


"Iya juga ya.." kata Nat putus asa.


"Kak udah dulu ya.. dokter mau periksa rutin, dah kak Nat. yang semangat ya. Jangan lupa bahagia" kata Nael mengakhiri obrolan.


"Kamu cape yah Nat, maaf yah harus ajak kamu. karena gak sempat anterin kamu pulang dulu" kata Ryan


"Gak papa kok, kan aku juga bisa istirahat, sambil ngopi juga" kata Nat tersenyum.


"ya udah, kamu tunggu disini dulu yah, aku ketemu orang sebentar. Kamu istirahat dulu." kata Ryan kemudian mencium kening Nat dan keluar. Nat duduk di ruang kantor Ryan. karena Ryan bilang biar Nat bisa istirahat.


Saat Nat asyik dengan handphone nya tiba-tiba ada seseorang yang menutup matanya dengan tangan. Nat terkejut dia menerka-nerka siapa yanh sedang usil.


"Ryan..." kata Nat sambil mencoba memegang tanhan orang itu, tapi Nat yakin itu bukan tangan Ryan. karena tangan ini lebih kurus, dan wangi parfum Ryan juga gak ada. Nat sedikit berontak, dia takut orang jahat yang datang. Saat tangan itu lepas Nat denga vept menghindar dan melihat orang itu. Bagai melihat hantu Nat terkejut. Orang yang datang ternyata adalah orang yang selama ini dia tunggu, dan sangat dia rindukan. Nael!!


"Halo Kak" kata Nael sambil tersenyum.


"Nael!!!" Nat mendekati Nael dan memeluknya. Seperti gak akan pernah melepaskannya lagi.


"Kak pelan-pelan" kata Nael karena pelukan Nat terlalu erat.


"Maaf maaf.." kata Nat sambil melepaskan pelukannya. Nat masih memandangi Nael dengan terkejut. Dia menangis bahagia.


"Kamu bagaimana bisaa.."

__ADS_1


"ini semua kak Ryan yang atur" kata Nael.


"Ryan" gumam Nat merasa sangat berterimakasih.


"Surprise" kata Ryan yang ternyata sudah ada disana dari tadi. Nat mendekat Ryan dan memeluknya. mengucapkan terimakasih berkali-kali sambil menciumi wajah Ryan karena bahagia.


"makasih sayang" bisik Nat di telinga Ryan.


"cium lagi" kata Ryan menggoda. Nat tertawa kemudian mendekati Nael. Banyak hal yang ingin dia bicarakan.


"lebih baik kita pulang kalian bisa ngobrol sampai puas di rumah" kata Ryan, Nat langsung setuju. Hari ini dia sangat bahagia... lebih bahagia.


Hari penting itu akhirnya tiba. Tapi kali ini Nat lebih siap, lebih mantap dan lebih bahagia. Dari pagi Nat mempersiapkan diri. Memakai gaun, wajah sudah dirias, dia sudah berubah menjadi seorang putri yang sangat cantik.


sebelum acara dimulai, Ryan datang menemuinya. Ryan terpesona dengan penampilan Nat.


"Kamu sangat cantik Nat" kata Ryan, Nat tersenyum malu.


"Kamu gugup Nat? nanti kalau kamu gugup pegang tanganku. aku janji aku gak akan lepasin kamu seumur hidup" kata Ryan, Nat mengangguk.


"Ryan, terimakasih. sekarang aku yakin aku tidak salah memilihmu. Terimakasih untuk Nael"


"Sebenarnya aku ingin mrnyimpan Nael sampai hari ini, tapi melihat kamu selalu melamun karena Nael aku jadi cemburu, akhirnya kemaren aku minta Nael menemuimu" kata Ryan.


"Kamu kan tau aku selalu emmikirkan Nael, bahkan kemarin aku mau membatalkan pernikahan ini, karena aku ingin saat aku menikah Nael menjadi saksinya."


"Aku tau..."


"Heiii kalian calon oengantin kenapa sudah gak sabar berduaan, belum waktunya... kakak jelek keluar sekarang. Sebentar lagi dimulai" kata Rina yang masuk bersama Nael.


"iya bawel.." kata Ryan sambil berjalan keluar.


"Kak Ryan..." Nael tiba-tiba memanggilnya, Ryan menghentikan langkahnya.


"Kenapa Nael?"


"Kak Ryan, terimkaasih ya buat semua. Mungkin setelah ini akan lebih merepotkan kak Ryan untuk menjaga kak Nat"


"Dia memang merepotkan, tapi tenang aja, aku pasti jaga dia dengan hidupku. Karena dia gak bisa sendiri tanpa aku, aku juga begitu.. gak bisa tanpa dia" kata Ryan sambil melirik ke arah Nat yang tersipu malu.


setelah Ryan keluar, Rina merapikan pakaian Nat.


"Rin.. makasih ya udah banyak membantu"


"Apaan sih Kakak ipar, ini memang tugas aku, kalau nanti kakakku berulah kasih tau aku ya" kata Rina.

__ADS_1


Saatnyapun tiba, saat dimana Nat melangkah menuju hidup baru. Kehidupan yang dia impikan dengan orang yang dia cintai dan mencintainya. Tangan yang dia genggam erat dan tak akan dia lepaskan seumur hidupnya. Membangun keluarga yang bahagia dengan tawa yang akan mewarnai hari-harinya. Walaupun dia tau jalan yang akan dia tempuh mungkin tidak mudah tapi dia yakin dapat melewatinya bersama Ryan. Orang yang akan menjadi pelindungnya. Doakan bahagia sampai akhir...


__ADS_2