Rasa Ini

Rasa Ini
mulai terbuka


__ADS_3

Nat terdiam di dalam kamarnya, dia merasa semua apa yang terjadi dalam hidupnya bukan kebetulan. Semuanya seakan ada yang merancangnya. Dia merasa lelah. Bahkan sekarang dia gak tau siapa yang harus dia percaya, apakah Ryan yang srlalu curiga dengan Joe? atau Joe yang beru dia kenal tapi dia juga merasa Joe orang baik. Joe seperti masih polos, gak ada terlihat niat jahat sedikitpun.


siang ini , Nat makan siang dengan Mona. Selesai makan, Nat akan kembali ke ruangannya, saat membuka pintu dia melihat Ryan sedang memeluk seorang gadis cantik, sepertinya dia jauh lebih muda dari Nat.


"Haii.." kata cewek itu menyapa Nat dengan tersenyum, dan Ryan pun tersenyum. Tapi cewek itu terus memeluk tangan Ryan seakan gak peduli ada Nat disitu. Nat marah, siapa sebenarnya cewek ini. apakanlh pacar Ryan yang lain? kenapa Ryan diam saja dipeluk bahkan seperti bahagia.


"Nat.. ini.." kata Ryan


"Maaf mengganggu.." kata Nat memotong perkataan Ryan, kemudian Nat berbalik dan berlari keluar.


"ya ampun jangan-jangan dia salah sangka Kak..." kata Rina


"Ini gara-gara kamu si" kata Ryan sama Rina yang ternyata adalah adiknya.


"kejar sekarang kak, nanti panjang loh urusan" kata Rina mendorong Ryan.


"ya udah kamu tunggu disini ya..." kemudian Ryan keluar mengejar Nat. Tapi Nat sudah gak ada. Ryan gak ketemu sama Nat.


'cepet banget larinya' kata Ryan dalam hati. Lalu dia kembali menemui Rina.


"cewek kamu mana Kak?" kata Rina saat melihat Ryan datang sendiri.


"udah gak ada" kata Ryan


"kok bisa. kakak ni masih payah ya urusan cewek" kata Rina sambil tersenyum

__ADS_1


"enak aja. kakak tuh setia tau" kata Ryan. Rina tersenyum mengejek.


"Terus Nat gimana?"


"gak papa nanti aku jelasin aja. paling dia sekarang sama Mona atau pulang" kata Ryan. Dia memang sudah sangat rindu dengan adiknya ini.


"hmmm okelah. kalau gitu nanti temani aku makan ya kak" kata Rina, Ryan hanya mengangguk. sebenarnya Ryan juga memikirkan Nat. Tapi dia ingin menemani Rina.


Sementara itu saat Nat ternyata ketemu dengan Joe saat keluar kantor. Joe mengajak Nat untuk kr rumahnya saat melihat Nat sedih. Awalnya Nat menolak tapi Jie terus memaksa dengan alasan agar Nat bisa menenangkan diri.


"Aku gak tega Nat melihat kamu sedih begini. kamu tenangin diri dulu di rumah aku. Aku gak akan apa-apain kamu kok. Dan rumah aku juga dekat dari sini" kata Joe. Nat akhirnya luluh juga.


Akhirnya Nat mau ke rumah Joe. Ternyata gak jauh dari kantornya. Joe mempersilahkan Nat untuk beristirahat di kamar tamu. Nat masuk kamar dan menguncinya dari dalam.


Nat merasa sedih, baru kali ini dia melihat Ryan sangat bahagia dipeluk cewek lain. Siapa sebenarnya cewek itu? kata Nat dalam hati. Tanpa sadar air mata Nat menetes, dia sangat sedih.


"Kamu bisa gak ribut gak?" kata Joe.


"Mana katanya kamu berhasil tangkap Nat? aku heran ya Bela lebih percaya sama kamu?" kata orang itu. Nat terkejut mendengar kata-kata itu. Tapi dia lebih penasaran lagi dengan suara yang didengarnya. Suara yang seperti gak asing di telinganya. Nat mengintip dan dia lrbih terkejut lagi ternyata itu Rey. Nat mundur dari tempatnya berdiri tapi dia menabrak meja dibelakangnya.


"Nat pasti udah bangun, ini semua gara-gara kamu Rey" kata Joe ketika mendengar suara dari tempat Nat berdiri. Joe dan Rey segera berlari ke arah suara. Nat sudah gak ada disitu. Kemudian Jor ke kamar dimana Nat tadi tidur. Pintunya terbuka. saat dia melihat ke dalam ternyata kosong.


"Sial!! semua karena kamu Rey! rencanaku berantakan! dasar ********!" Joe memukul Rey dan akhirnya mereka berkelahi.


Nat yang bersembunyi di dekat sofa melihat Joe dan Rey berkelahi, mengambil kesempatan ini untuk kabur keluar. Tapi saat dia mau keluar tiba-tiba Rey menangkapnya. Memeluknya dari balakang.

__ADS_1


"Lapasin aku Rey!" kata Nat berontak, Dia menginjak kaki Rey dengan keras. Rey teriak kesakitan, dan melepaskan pekukannya. Nat berusaha lari tapi Joe menarik tangannya sehingga Nat terjatuh.


"Ternyata Ryan benar, kamu bukan orang baik Joe, kenapa kamu lakukan ini? apa salahku? aku percaya sama kamu" kata Nat. Joe melihat Nat dengan senyum jahat.


"itu memang yang aku mau" kata Joe. Dia menarik rambut Nat


"Kamu tau aku memang gak ada urusan sama kamu tapi aku benci Ryan. Dan aku tau Ryan paling peduli sama kamu" kata Joe.


PLAK!!!


Tiba-tiba Rey menampar keras Nat. Joe pun terkejut.


"kamu ngapain Rey, mending kamu pulang, jangan ganggu kesenanganku" kata Joe, Rey pergi dengan kesal.


"kamu gak perlu lakuin ini Joe, percuma, karena Ryan gak peduli sama aku" kata Nat.


"aku gak percaya" kata Joe. Joe menarik tangan Nat agar berdiri. Dia memegang tangan Nat dengan keras. Nat berontak, sampai terjatuh pelipisnya terluka terkena ujung meja. Dengan cepat dia meraih vas bunga yang ada di atas meja dan memukulkannya ke kepala Joe.


Joe terjatuh dan berdarah di kepalanya. Dia sangat marah mengetahui kepalanya terluka.


"cewek sialan!! kubunuh kamu!" umpat Joe. Nat brrdiri dan berlari keluar. Dia gak perduli lagi dengan umpatan Joe atau kakinya yang gak pakai alas kaki.


Untung pintu gerbang gak terkunci setelah Rey keluar jadi Nat bisa melarikan diri dengan Joe mengejar di belakangnya. Saat itu hujan lebat, Nat mendekati taksi uang sedang berhenti. Dia langsung masuk kedalam taksi.


"pak tolong jalan pak, saya dikejar orang jahat" kata Nat sama supir taksi yang sedang terkejut dengan kedatangan Nat.

__ADS_1


"baik neng" kata supir setelah sadar dari terkejutnya. Saat itu tepat Joe sudah mendekat, dua mencoba membuka pintu mobil untung sudah terkunci.


__ADS_2