
Saat jam makan siang Mona mengajak Nat ke ruang makan perusahaan. Ternyata Ryan memperhatikan para karyawannya. Makanan yang disediakan pun beragam. Dan semua disediakan perusahaan. Nat mengambil sayur dan lauk yang ada. Kemudian mereka mengambil tempat duduk yang kosong. Saat mereka makan tiba-tiba suasana ramai. Ternyata Ryan masuk ke ruang makan karyawan. Semua karyawan perempuan langsung sibuk. Tujuan mereka hanya satu, menarik perhatian bos. Ada yang memperbaiki
dandanannya, Sibuk dengan bajunya. Nat terus makan tanpa memperhatikan.
Tiba-tiba Ryan berhenti di dekat meja Nat, melihat piring Nat, kemudian berjalan menuju dapur. Tidak lama Ryan keluar dan meninggalkan tempat itu. Nat lega karena dia takut Ryan tadi akan menyapanya. Dia takut dengan tatapan teman-teman kantornya yang menganggap Ryan milik mereka.
"Kenapa bos ke sini?" semua karyawan mulai bertanya-tanya. Karena selama ini Ryan tidak pernah menginjakan kaki ke ruang makan karyawannya. Nat pura-pura cuek dia tetap tenang menyantap makan siangnya.
"Wah bos sampai datang kesini.... Hari ini ada dua kejadian yang tidak biasa" kata Mona, sejak Ryan meninggalkan ruangan Mona belum menyentuh makanannya lagi. Dia asyik mendengar bisik-bisik karyawan lainnya.
"Dua?" tanya Nat
"Pertama saat td pagi bos tersenyum, kedua dia datang ke ruang makan karyawan. Dan semua terjadi saat hari pertama kamu masuk perusahaan. Jangan-jangan...." kata mona sambil menatap Nat sungguh-sungguh.
"Udah makan gak usah mikir yang aneh-aneh" sebelum Mona bicara lebih jauh Nat sudah memotong bicaranya. Ternyata bukan cuma Mona yang memikirkan hal yang sama, hari-hari berikutnya teman-teman wanita mulai curiga dengan Nat.
__ADS_1
Karena ada saja Ryan melakukan hal yang tidak biasa. Seperti hari ini Ryan tiba-tiba makan di ruang makan karyawan. Dan dia memilih duduk satu meja denga Nat. Mia yang duduk disebelah Ryan terlihat sangat senang. Terlihat dia sangat mencari perhatian Ryan. Dari mengambilkan minum, memuji Ryan sebagai bos yang baik. Bob yang selalu menemani Ryan hanya tersenyum. Melihat perubahan sahabatnya ini.
Melihat tingkah Mia dan karyawan yang lain mencari perhatian Ryan membuat Nat sebal. Dia berdiri menyudahi makannya.
"Nat mau kemana? Makanmu belum habis." kata Mona. Ryan melihat kearah Nat. Tapi Nat membuang muka.
"Aku lagi diet. Gak nafsu makan." kata Nat sambil meninggalkan mejanya.
"Wah anak baru gak sopan, padahal ada bos tapi begitu" kata Mia
"Apakah kalian kalau makan suka bergosip?" kata Ryan, lalu meninggalkan tempat itu. Semua diam.
"Benarkan... Pasti ada sesuatu deh sama anak baru itu" kata mereka.
Mulai hari itu teman-teman di kantor mulai bersikap tidak baik pada Nat. Nat seringkali dijadikan pesuruh mereka. Alasan mereka karena Nat anak baru. Nat tau alasan sebenarnya, tapi dia mencoba menerimanya. Sebisa mungkin dia menghindar dari Ryan saat dikantor. Agar teman-temannya tidak membullynya lagi.
__ADS_1
"Nat buatin kopi!" kata fara yang selalu berpakaian sexy.
"Kan ada OB Far, kok kamu nyuruh Nat" kata Mona protes.
"Heh kamu gak usah ikut campur ya. Kan dia anak baru. Wajar donk kalau dia berbuat baik sama kita, kalau mau diterima baik disini"
"Kamu keterlaluan ya.." kata Mona emosi.
"Sudah Mon gak papa, cuma bikin kopi aja kok" kata Nat melerai.
"Denger tuh... Dia aja gak masalah" Fara meninggalkan mereka.
"Udahlah Mon gak papa" Mona gak tau lagi mau bolang apa kalau Nat terima aja perlakuan mereka. Nat membuat kopi seperti perintah Fara. Saat sampai tempat Fara tiba-tiba tangan Nat disenggol sampai kopi panas tumpah kena tangan Nat.
"Ya ampuun bawa kopi aja gak bener" teriak Fara, semua orang melihat mereka. Walaupun semua tau Fara sedang mengerjai Nat, tapi tidak ada yang membelanya. Semua membiarkan, karena gosip yang beredar. Gosip yang menyebut Nat menggoda Ryan dan Bob. Yang membuat mereka cemburu. Nat merasakan tangannya terbakar, melihat itu Mona langsung membawa Nat dan mengoleskan obat ke tangannya.
__ADS_1