
Hari ini Ryan dan Vino mendatangi Bela. Mbok Sum telah menceritakan semuanya. Bagaimana jahatnya Bela memberi racun pada kakek Ryan. Dan memaksanya menandatangani surat wasiat yang menyebut Ryan harus menikah dengan Bela untuk mendapatkan warisan kakek.
Saat mereka masuk, Bela sudah menunggu mereka. Dia tau Ryan akan datang menemuinya. Tapi dia gak tau apa sebenarnya tujuan Ryan datang.
"Akhirnya kamu datang juga kesini. Bagaimana? Apakah kamu akan mengajakku mempersiapkan pertunangan kita? Tinggal beberapa hari dari hari yang ditentukan" kata Bela. Dia senang Ryan punya inisiatif datang mengunjunginya.
Mendengar perkataan Bela, Ryan tersenyum sinis.
"Geer aja kamu Bel, lihat ini" Vino melemparkan berkas ke atas meja di depan Bela. Bela mengambilnya. Wajahnya berubah. Dia terkejut. Semua bukti kejahatannya ada disana. Kemudian dia merobek kertas-kertas itu.
"Gak mungkin. Kamu fitnah aku kan? Ini gak mungkin." kata Bela gak percaya.
"Untuk apa aku fitnah kamu? Semua bukti sudah aku punya, sekarang kamu pilih masuk penjara atau keluar dari negara ini dan jangan kembali lagi" kata Ryan lagi.
"Tapi aku mencintaimu Ryan, aku melakukan ini karena aku ingin bersama denganmu" kata Bela, dia memegang tangan Ryan. Tapi Ryan dengan cepat menyingkirkan tangan Bela.
"Perempuan jahat kayak kamu gak layak untuk mengatakan cinta, sebaiknya kamu berkemas. Aku sudah menyiapkan segala sesuatunya. Nanti ada orang yang akan membawa kamu keluar negeri, jangan pernah berpikir untuk melakukan sesuatu. Atau kamu akan menyesal" kata Ryan. Kemudian dia pergi meninggalkan Bela.
Bela merasa marah. Semua usahanya sia-sia. Padahal sedikit lagi usahanya berhasil. Tapi kini semua sia-sia.
"Aku gak akan tinggal diam. Orang-orang yang membuat aku menderita akan membayar semuanya. Lihat saja" kata Bela bergumam dalam marahnya.
"Bela... Bela.. Apa yang terjadi. Aku lihat mobil Ryan baru keluar" kata Rey.
__ADS_1
"Semua sudah berakhir. Ryan sudah mengetahui semuanya. Dan dia akan mengirimku ke luar negeri" kata Bela.
"Apa??! Lalu bagaimana dengan aku? Bagaimana dengan janjimu untuk membantuku?" kata Rey panik. Selama ini dia mencoba menuruti semua perkataan Bela karena dia yakin Bela akan membantunya mendapatkan kembali apa yang menjadi miliknya dulu.
"Kamu tenang saja. Semua belum berakhir. Ini adalah awalan yang baru. Aku mau kamu cari Nat dan membunuhnya. Bagaimanapun caranya. Aku akan memikirkan cata untuk dapat kembali kesini dan membuat perhitungan dengan Ryan." kata Bela yakin.
"Oke.. Aku pasti akan menyingkirkan Nat dengan tanganku sendiri. Ada yang memberitahuku kalau Ryan beberapa kali mengunjungi sebuah rumah. Aku yakin Nat ada disana" kata Rey. Bela tersenyum.
"Bagus. Untuk saat ini kamu yang bergerak. Aku akan mengalah dulu." kata Bela lagi. Rey mengangguk.
"Mbok Sumi aku datang... Mbok Sum ada masak apa?" kata Vino begitu masuk rumah Ryan. Bob dan Ryan hanya tertawa melihat tingkah Vino. Mbok Sum sangat senang melihat mereka datang.
"Mbok Sum masak Rawon den" kata mbok Sum tersenyum lebar.
"Siap den. Duduk dulu ya.. Nanti mbok siapkan. Den Ryan cari Nat ya... Dia lagi mandi" kata mbok Sum ketika melihat Ryan mencari Nat. Ryan tersenyum malu.
"Mandi dimana mbok." tanya Vino seperti biasa.
"Mau ngapain tanya-tanya?" kata Ryan sambil melotot ke arah Vino.
"Yah siapa tau diajak mandi juga" kata Vino lagi.
"Eehh mana boleh den ikut mandi, emang anak kecil" kata mbok Sum. Vino terkekeh, Bob asyik dengan makanannya.
__ADS_1
Nat akhirnya selesai mandi. Saat dia keluar, dia senang melihat ada Ryan dan sahabatnya.
"Aduh tuan putri seger amat ya" celoteh Vino begitu melihat Nat.
"Iya donk" kata Nat. Dia mendekati Ryan yang sedang duduk.
"Kamu tau aku mau datang ya. Jadi mandi dulu" kata Ryan menggoda Nat.
"Iih geer. Kan memang udah waktunya aku mandi. Laper nih." kata Nat. Kemudian Ryan mengambilkan Nat makan.
"Wow bos besar bisa juga ya melayani" kata Vino terus menggoda. Nat tertawa.
"Oh iya Nat. Aku ada kabar baik buat kamu" kata Ryan.
"Apa?" kata Nat penasaran.
"Besok lusa aku mau ajak kamu jalan" bisik Ryan. Nat sangat senang bahkan dia sampai memeluk dan mencium pipi Ryan.
"Mauuuu" kata Vino dan Bob bersamaan saat melihat Ryan dicium Nat. Nat yang tersadar merasa malu, mukanya memerah.
"Enak aja mau" kata Ryan
"Gak boleh den, kan Nat itu punya den Ryan. Kalau mbok Sum aja yang cium mau gak?" kata Mbok Sum bercanda.
__ADS_1
"Gak mboookk" teriak Bob dan Vino kompak. Semua tertawa