
Rey dengan sifatnya yang keras merasa sangat marah. Dia ingin segera membalas Nat dan Ryan. Dan tentu saja dia gak bisa sendiri menghadapi Ryan. Dia tau Bela mampu untuk berhadapan dengan Ryan, ditambah dengan dirinya pasti kekuatan mereka lebih besar dari pada Ryan.
"Bel... Kamu harus bantu aku balas dendam" kata Ryan saat bertemu dengan Bela. Bela tersenyum mengerti maksud Rey.
"Tenang Rey, aku tau harus berbuat apa. Asal kamu menuruti apa yang aku katakan, aku pasti akan membantumu" kata Bela tersenyum licik.
"Apapun yang kamu katakan aku akan turuti Bel, gara-gara Ryan bisnisku hancur. Sekarang hanya tersisa satu perusahaan yang aku miliki, dan Nat dia dengan beraninya melawanku" kata Rey penuh dengan amarah. Selama ini gak adabyang berani melawannya, karena memang dia selalu menghindari masalah dengan Ryan atau perusahaannya. Dia gak menyangka seorang Nat bisa berhubungan dengan Ryan dan menjadikannya seperti sekarang.
Ryan menyadari dia harus semakin waspada mulai sekarang. Hari ini Ryan, Bob dan Vino membahas hal penting untuk mengahadapi Bela. Ryan sengaja menyuruh Nat kerumahnya dengan alasan harus mengambil barangnya yang tertinggal. Nat diantar supir ke rumah Ryan.
"Bela sepertinya sudah mulai bergerak. Dia sengaja memulangkan Rey, dan Rey pasti dengan sifatnya gak akan tinggal diam. Sepertinya Bela sudah gak sabar untuk menjadi istrimu Ryan" kata Bob membuka pembicaraan.
"Aku tau maksud dia, dia memang orang yang jahat. Vino, bagaimana penyelidikan tentang kematian kakekku" kata Ryan ada Vino. Karena Vina yang lebih berpengalaman dalam mencari informasi.
"Tentang itu aku belum menemukan hal yang berhubungan dengan Bela. Memang gak masuk akal kalau sampai kakek kamu menulis surat wasiat seperti itu. Aku sudah menyelidiki semua orsng yang berhubungan dengan kakek saat dia sakit, tapi ada satu orang yang menghilang Ryan, dan aku belum menemukannya" kata Vino
"Siapa?"
"Kamu ingat pembantu yang dulu mengurus kakek waktu sakit?"
"Bi Sumi?" kata Ryan. Dia penasaran apakah bi Sumi ada hubungannya dengan ini?.
__ADS_1
"Iya "
"Aku dengar dia sudah meninggal" kata Bob.
"Gak. Bi Sumi belum meninggal. Aku sudah melacak sampai ke kampungnya. Dan kata orang di sana bi Sumi belum meninggal tetapi dia pindah ke tempat lain. Dan gak ada seorangpun yang tau dia pindah kemana. Aku rasa dia pasti tau sesuatu dan ada orng yang menyembunyikan keberadaannya" kata Vino menjelaskan. Ryan dan Bob sedikit terkejut. Ternyata masalahnya gak sesederhana yang mereka pikirkan.
"Kita harus menemukan kebenarannya. Vin, aku percaya kamu pasti bisa menyelesaikan ini" kata Ryan, Vino mengangguk menyanggupi.
Sementara itu dalam perjalanan ternyata ada yang inuin menyelakai Nat. Mobil yang ditumpanginya diikuti orang. Supir Ryan berusaha menghindari kejaran mobil itu. Dia mencari jalan pintas agar dapat melarikan diri. Tetapi mobil yang mengejarnya masih dapat mengikutinya. Nat ketakutan. Dalam situasi itu dia teringat Ryan. Ryan pasti akan menolongnya.
Dia mengambil handphonenya dan mencoba menghubungi Ryan. Untung Ryan segera menerima panggilannya.
"Halo Nat, sudah sampai ya" kata Ryan.
"Kamu dimana Nat?"
" aku gak tau ini dimana, tadi kita mencari jalan pintas untuk menghindari mobil itu, tapi mobil itu tersu mengejar"
"Oke Nat, tenang jangan panik. Aku akan kesana, sebisa mungkin kamu..." belum sempat Ryan menyelesaikan kata-katanya, dia mendengar teriakan Nat ketakutan memanggil namanya. Dan bunyi suara hantaman keras. Telepon dari Nat terputus.
Tiba-ttiba Ryan merasakan sakit di dadanya. Sangat sakit sampai dia terduduk dan berkeringat.
__ADS_1
"Apa yang terjadi Ryan" kata Bob dan Vino bersamaan. Bob mengambilkan minum Ryan agar Ryan bisa lebih tenang.
"Bob cepat lacak gps mobil aku. Ada yang mencelakai Nat. Cepat kita harus menemukannya" Bob dan Vino terkejut. Mereka segera melacak keberadaan mobil Ryan. Bob menghubungi anak buahnya, karena dia tau ini pasti ulah Bela.
Ryan segera mencari keberadaan Nat. Sepanjang perjalanan dia cemas. Tidak tenang dia takut terjadi sesuatu dengan Nat.
Sementara itu Nat saat dia menelepon Ryan ternyata mobil yang mengejarnya berhasil menabrak mobil yang ditumpangi Nat. Saat itu posisi mobil berada di jembatan di pinggiran kota. Karena menghindari kejaran mobil itu mereka tanpa sadar sampai kesini. Mobil Nat jatuh dari jembatan dan masuk dalam sungai. Dia melihat supir Ryan sudah gak sadar. Sebelum mobil itu tenggelam dia mencoba keluar dari mobil.
Pintu mobil gak bisa dibuka. Dia harusf memecahkan kaca untuk bisa keluar. Dia mencari benda tajam di mobil Ryan.air udah hampir memenuhi mobil. Akhirnya dengan susah payah dua dapat keluar. Tangan dan kakinya terluka. Dia mencoba berenang ke tepian. Tapi dia terlalu lelah, terlalu sakit. Dia hanya berharap Ryan datang menolongnya. Nat mengumpulkan tenaga yang tersisa untuk menepi, dia teringat Nael. Dia harus selamat. Akhirnya Nat sampai di pinggir sungai, tapi dia terlalu lelah sehingga pingsan.
"Gps terakhir menunjukan tempat ini Ryan." kata Bob setelah mereka sampai di jembatan. Mereka melihat sekeliling.
"Ryan sepertinya ini bekas ditabrak mobil" kata Bob menunjukan sisi kanan jrmbatan yang hancur.
"Gak mungkin Bob kalau memang benar berarti mobil terjatuh" Ryan cemas dia melihat ke dalam sungai. Airnya deras. Mungkin kalau jatuh bisa terbawa arus. Memikirkan itu Ryan panik.
"Ryan, sepertinya memang mobil kau jatuh ke sungai, ada orang yang melihatnya" kata Vino yang saat datang langsung mencari orang disekitar jembatan.
"Mengapa mereka diam saja?" kata Bob.
"Mereka diancam seseorang. Akhirnya mereka gak mau ikut campur" kata Vino lagi.
__ADS_1
"Cepat panggil bantuan cari Nat. Hidup atau mati" kata Ryan. Dia sangat teroukul dan merasa bersalah. Kenapa dia menyuruh Nat pergi. Kalau saja Nat ada terus disampingnya mungkin ini gak terjadi