
Akhirnya hari ini Nat bisa keluar dari rumah sakit. Ryan membawa Nat ke rumahnya yang lain karena Nat harus bersembunyi, sedangkan Bela seringkali datang ke rumahnya yang sekarang dia tinggali.
Dan Ryan meminta mbok Sumi mememani Nat. Nat senang karena mbok Sumi bisa menemaninya. Mbok Sumi sangat baik dan dia memperlakukan Nat seperti anaknya sendiri.
"Mbok Sum, aku titip Nat ya. Tolong mbok jaga dia. Nanti kalau perlu apa-apa mbok hubungi saya saja." kata Ryan pada mbok Sumi.
"Iya den. Den Ryan... Maaf mbok masih belum siap bantu aden. Padahal aden sudah baik sama saya dan anak saya" kata mbok Sum. Karena dia belum mau bercerita kenapa dia menghilang saat itu.
"Gak papa mbok. Pelan-pelan saja. Memang aku mengharapkan bantuan mbok Sumi secepatnya" kata Ryan mencoba mengerti.
"Iya den, makasih. Saya akan hubungi den Ryan kalau saya sudah siap," kata mbok Sum. Ryan mengangguk.
"Nat mungkin aku akan jarang menemui kamu disini. Tapi aku janji telepon kamu setiap hari. Karena kamu harus sbunui dulu sampai aku selesaikan semua. Aku janji secepatnya" kata Ryan sambil memeluk Nat.
"Iya aku tau. Kan ada mbok Sum juga yang menemani. Jadi aku gak akan kesepian, yang pentong kamu jaga kesehatan ya." kata Nat.
"Siap tuan putri"
Setelah Ryan pergi, Nat mendatangi mbok Sum. Dia sebenarnya penasaran dengan hubungan mbok Sum dan Ryan.
"Mbok... Boleh aku tanya sesuatu gak?" kata Nat.
"Tanya apa Non?"
"Mbok Sum kenal sama Ryan udah lama?"
__ADS_1
"Sudah Non, dari den Ryan, Vino, Bob itu masih kecil-kecil" kata mbok Sum. Dari wajahnya terlihat dia sangat senang mengingat itu.
"Jadi mereka bersahabat dari kecil?"
"Iya Non, mereka dari kecil udah bareng. Dulu papanya den Vino kerja sama kakeknya den Ryan. Sebelum orang tuanya den Vino meninggal mereka menitipkan den Vino ke keluarga den Ryan. Makanya mereka kayak saudara. Kalau den Bob itu orang tuanya bersahabat dengan orang tua den Ryan. Dan mereka sering ke luar negeri jadi Bob selalu dititipkan di tempat den Ryan karena di sana kan banyak yang nemenin" kata mbok Sum bersemangat.
Mbok Sum yang sudah lama mengenal keluarga Ryan sangat tau jelas bagaimana kehidupan Ryan dari kecil. Dan terlihat jelas kalau mbok Sum sayang dengan Ryan.
"Kalau gitu mbok kenal dengan bibi? Kalau gak salah bibi juga kerja sama Ryan udah lama"
"Kenal atuh Non, dia itu sahabat saya waktu kerja di keluarga ini. Tapi memang bibi yang mengurus Ryan. Kalau saya kan lebih sering didapur Non, tapi kadang juga saya bantu bibi urusin anak-anak" kata mbok Sum.
"Terus kalau Bela, mbok Sum tau juga?" saat Nat menyebut nama Bela. Wajah mbok Sum berubah menjadi tegang. Dan sedikit takut. Membuat Nat penasaran.
"Aduh Non, udah dulu ya ceritamya..bok masak dulu ya kan non belum makan" kata mbok Sum mengalihkan pembicaraan dan kemudian ke dapur. Sikap mbok Sum membuat Nat semakin ingin tau tentang Bela. Dia akan menanyakan lagi saat ada kesempatan.
"Nat kamu udah makan?" kata Ryan saat dia menelepon.
"Udah... Hari ini mbok sum bikin soto. Enak deh" kata Nat.
"Wah soto mbok sum itu kesukaan aku. Nanti aku mampir deh sama anak-anak kesana" kata Ryan bersemangat.
"Boleh. Nanti ku kasih tau mbok Sum. Dia pasti senang denger kamu mau datang"
Sore harinya Ryan, Bob, dan Vino datang.
__ADS_1
"Wah mbok masak soto ya. Udah lama bnget nih gak makan. Kapan ya terakhir kali makan soto mbok sum" kata Vino yang langsung mendekati meja makan.
"Iya ni den, mbok masakin khusus buat aden semua" kata mbok Sum sambil menyiapkan makanan. Bon dn Ryan juga mengambil tempat duduk mengelilingi meja makan.
"Nat dimana mbok? Kok gak keliatan?" tanya Ryan, pandangannya mencari keberadaan Nat.
"Ada den, lagi di kamar. Sebentar lagi juga turun, nah tuh dia yang diomongin keluar" kata Mbok Sum. Nat mendekat sambil tersenyum.
"Kenapa mbok?" tanya dia.
"Noh ada yang kangen sama kamu. Dari tadi liat sana sini cariin. Katanya takut ilang" kata Bob menggoda. Semua tertawa.
"Sini Nat" Ryan menarik kursi disebelahnya agar Nat bisa duduk. Nat mendekatinya.
"Nat, gimana keadaan kamu? Udah sehat?" tanya Vino sambil memakan Sotonya.
"Telan dulu tu makanan, baru ngomong" kata Bob yang ada di sampingnya.
"Udah sehat kok. Apalagi tiap hari makan makanan mbok Sum. Jadi makan mulu" kata Nat. Mbok Sum tertawa.
"Awas Nat ntar jadi bulet , kalau bulet Ryan gak mau lagi" kata Bob.
"Kata siapa gak mau?" kata Ryan menyahut.
"Gak papa Nat, kalau Ryan gak mau aku masih mau kok." kata Vino sambil memainkan matanya dengan Nat.
__ADS_1
"Enak aja, berani bilang lagi melayang ni piring" kata Ryan. Semua tertawa. Mbok Sum yang paling bahagia. Dia sangat merindukan momen seperti ini. Berkumpul dengan mereka.
Nat juga sangat bahagia masuk dalam kehidupan persahabatan mereka. Walaupun seringkali mereka bertengkar karena hal-hal sepele tapi terlihat jelas mereka saling menyayangi melebihi saudara. Dan itu membuat persahaban mereka berarti. Memiliki satu sama lain dan saling mendukung