
Hari ini Nat keluar rumah untuk membeli keperluan sehari-hari. Karena hari ini Ryan sibuk jadi gak bisa menemani Nat.
"Aku bilang Vino buat temenin kamu aja ya?" kata Ryan di telepon.
"Yakin mau nyuruh Vino yang temenin aku?"
"Eh jangan deh. Gak beres tuh anak." kata Ryan, Nat tertawa.
"Udah aku bisa sendiri kok" kata Nat akhirnya.
"Beneran?"
"Iya bener. Kamu sibuk aja Ryan" kata Nat meyakinkan.
"Ya udah deh. Kamu hati-hati ya. Langsung pulang kalau misalnya udah selesai belanja."
"Siap bos!" kata Nat.
Nat akhirnya pergi sendirian. Tapi Ryan menyuruh supir untuk mengantarnya. Sampai di supermarket Nat meminta ditinggal saja.
Nat sangat senang bisa belanja ke supermarket. Dia membeli makanan kesukaan Ryan. Buah, makanan kaleng, keperluan mandi, dan banyak lagi. Gak terasa troli belanja dia sudah penuh.
"Haii!! Kamu Nat kan? Masih ingat aku?" tiba-tiba Joe sudah ada di samping Nat.
"Hai... Ingat donk. Joe kan?" kata Nat tersenyum.
"Kamu belanja sendiri?" kata Joe melihat sekeliling.
"Iya aku sendirian"
"Banyak banget belanjaannya?" kata Joe melihat troli belanja Nat yang hampir penuh. Nat hanya tertawa.
"Iya... Khilaf tadi jadi keambil semua" kata Nat. Joe tertawa.
__ADS_1
"Eh udah selesai belanjanya? Sini aku dorongin ke kasir, sekalian aku juga udah selesai ni" kata Joe.
"Gak usah biar aku aja, lumayan berat loh" kata Nat menolak.
"Karena berat itulah aku bantu dorong, masa cewek cantik suruh dorong berat. Biar aku aja" kata Joe dia langsung mendorong troli Nat. Nat bengong kemudian mengikuti Joe.
Setelah membayar di kasir, Joe mengajak Nat untuk minum kopi.
"Nih aku beliin kopi buat kamu" kata Joe sambil menyodorkan cappucino buat Nat.
"Wah kok tau aku suka cappucino? Makasih ya" kata Nat senang.
"Aku asal aja tadi. Syukur deh kalau kamu suka. Oh iya kok kamu jalan sendiri sih. Pacar kamu mana?" kata Joe.
"Dia lagi sibuk. Banyak kerjaan jadi aku jalan sendiri" kata Nat.
"Ooo gitu."
"Kamu juga kok jam segini ada disini? Gak kerja?"
Saat mobil Ryan datang. Joe membantu memasukan barang-barang Nat ke dalam bagasi mobil. Kemudian Nat masuk ke dalam mobil, tapi saat dia masuk dia sangat terkejut karena ternyata yang menjemput dia Ryan bukan supir. Ryan yang dari tadi melihat Nat dengan Joe terlihat marah.
"Ryan... Ternyata kamu?" kata Nat gugup. Dia takut Ryan salah paham.
"Pantas saja ya kamu ga mau ditemenin Vino, supir juga kamu suruh pulang, ternyata kamu udah janjian sama cowok lain?" kata Ryan marah. Nat bingung harus menjawab apa.
"Tapi aku ketemu dia gak sengaja Ryan. Dan dia bantu aku bawa barang aja karena belanjaanku banyak. Itu aja." kata Nat menjelaskan.
"Kenapa si Nat kamu begitu. Aku kurang apa si?" kata Ryan.
"Ryan aku gak ada hubungan sama dia, aku juga gak tau dia ada disini juga. Kenapa kamu jadi gak percaya sama aku si?" kata Nat. Dia jadi marah juga.
"Bagaimana aku percaya kamu Nat, kalau aku lihat sendiri kamu sama cowok lain. Kamu ngerti gak!" bentak Ryan. Nat terkejut dengan nada suara Ryan.
__ADS_1
"Ryan!! Aku sayang kamu aku gak mungkin khianatin kamu, kamu tau tadi dia juga mau antar aku pulang pun aku tolak. Karena aku mikirin perasaan kamu. Tapi kamu masih gak percaya." kata Nat. Dia menangis dia merasa kesal karena Ryan menuduhnya. Ryan melihat Nat bersungguh-sungguh. Dan dia paling gak bisa melihat Nat menangis.
"Tapi kamu seharusnya bisa kasih tau aku saat dia ada deket kamu" kata Ryan.
"Udahlah Ryan aku lelah." kata Nat. Dia membuka pintu mobil hendak keluar. Melihat itu Ryan menarik Nat ke dalam pelukannya.
"Aku takut kamu pergi Nat." kata Ryan. Nat melepaskan pelukan Ryan.
"Tolong percaya sama aku Ryan, aku gak mungkin melihat cowok lain" kata Nat memegang pipi Ryan. Air matanya masih menetes.
"Maaf Nat, harusnya aku gak bentak kamu" kata Ryan. Nat mengangguk.
"Ya udah. Pulang yuk. Aku beli banyak kesukaan kamu, ada cemilan, buah, makanan kaleng kesukaan kamu." kata Nat. Ryan mengangguk dan menyalakan mesin mobilnya.
Sampai dirumah Ryan menurunkan belanjaan Nat. Ada 5 kantong besar.
"Nat kok kamu beli buat aku sama buat mbok Sum, Buat kamu mana?" kata Ryan saat melihat Nat menata belanjaannya.
"Aku lupa. Aku ingetnya kamu sama mbok" kata Nat tersenyum.
"Mau beli buat kamu? Ayoo aku temani" kata Ryan.
"Gak usah... Aku bisa nimbrung makan yang ada kok. Lagian ini juga banyak banget." kata Nat sambil tangannya sibuk dengan barang belanjaan yang dia susun.
"Oh iya.. Kamu belanja tadi kenapa kartu yang aku kasih gak kamu bawa? Jadi kamu belanja pake uang kamu?" kata Ryan, melihat kartu atm yang dia kasih masih ada di meja. Dia semalam sengaja memberikannya pada Nat.
"Aku lupa bawa tadi. Lagian kan emang aku yang niat belanja" kata Nat. Dia sebenarnya takut menggunakan uang Ryan.
"Kalau kamu belanja pakai uang kamu lagi, berarti kamu gak anggap aku" jata Ryan. Nat memeluk Ryan supaya gak marah.
"Iya deh lain kali aku abisin uang kamu" kata Nat.
"Siapa takut" kata Ryan. Dalam hati dia masih menyesal telah menuduh Nat selingkuh, bahkan membentaknya. Padahal Nat memikirkan hanya memikirkan dia. Sampai Nat belanja pun semua makanan kesukaannya.
__ADS_1
Tapi Ryan memikirkan Joe. Dia harus tau siapa Joe sebenarnya. Karena dia curiga dengan Joe. Kenapa selalu ada dia saat Nat keluar. Tapi dia menyembunyikan perasaannya dari Nat