Rasa Ini

Rasa Ini
hilang


__ADS_3

Keesokan harinya Rey datang kerumah Nat. Ternyata pintu masih terbuka. Saat dia masuk keadaan masih berantakan seperti saat dia tinggalkan kemarin. Dia keliling rumah tetapi Nat tidak ada. Kosong. Tas dan handphone Nat masih ada di tempat kemarin Nat meletakannya. Saat Rey hendak keluar dia melihata ada darah kering di ujung meja dan lantai. Rey kembali mengingat apa yang terjadi kemarin. Tiba-tiba dia takut. Dia menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan. Sekarang dia harus mencari Nat. Dia ingin meminta maaf. Dia langsung menuju kerumah sakit tempat Nael dirawat.


Nat mana Nael?"


"Kak Nat kemarin siang langsung pulang kak, memang dia gak ada di rumah?"


"Kalau dia ada aku gak akan nyari kesini."


"Kalian berantem kak? Kamu apain kak Nat?" Rey tidak menjawab, dia langsung keluar. Rey mendatangi kantor tempat Nat biasa datang, ke cafe biasa Nat nongkrong. Tapi semuanya Nihil. Saat Nat menghilang baru Rey menyadari Nat itu pentinh buat hidupnya. Dia mulai takut. Dia teringat Nat terluka. Dia mendatangi beberapa rumah sakit tapi nihil. Nat gak ada dimana pun. Rey tau Nat gak akan krluar kota karena Nat sangat menyayangi adiknya.


"Apakah Nat sudah meninggal? Apakah aku membunuhnya?" pikir Rey. Dia putus asa. Tapi karena sifat dan keangkuhannya mengalahkan rasa kuatirnya.


"Kalau Nat mati itu salah dia sendiri. Dia pengkhianat." Rey membela diri. Walaupun hatinya tidak tenang tapi keangkuhannya menutupi semua itu.


Setelah tiga akhirnya Nat sadar. Selama itu juga Ryan menemaninya. Hanya sesekali Ryan meninggalkannya saat ada urusan penting yang harus dia selesaikan. Ryan sedang tertidur sambil memegang tangan Nat saat Nat sadar.

__ADS_1


"Ha us" kata Nat lirih. Suara Nat mengagetkan Ryan yang tertidur.


"Nat... Kamu sadar Nat"


"Ha us" ulang Nat lirih masih memejamkan mata. Ryan langsung mengambil air minum. Mengoleskan air di bibir Nat seperti yang biasa dilakukan selama 3 hari ini.karena Nat masih menutup matanya. Perlahan mata Nat terbuka. Dia melihat sekeliling, dia melihat Ryan.


"Ryan.."


"Iya Nat ini aku, kamu tenang yah. Tunggu


"Udah selesai?" Bob mengangguk.


"Namanya Nathania, Papanya tahun lalu dipenjara karena dituduh menggelapkan uang tetapi bunuh diri di penjara, tetapi ada yg meyakini dia tidak bersalah. Dan mungkin ada orang yang menjebaknya. Matinyapun sepertinya bukan bunuh diri. Tetapi pengadilan menutup kasusnya tanpa kejelasan, sepertinya ada orang berkepentingan denga. Kasus ini"


"Lalu?"

__ADS_1


" mamanya meninggal karena serangan jantung setelah papanya masuk penjara, adiknya terkena leukimia yang membutuhkan banyak biaya, dan yang membiayai pengobatannya adalah Rey Winata. Yang gak lain adalah pacar Nathania. Tapi sepertinya cewek ini pacaran dengan Rey karena adiknya"


"Terus masalah kemaren itu siapa yang melakukannya?"


"Aku sudah tanya orang di sekitar rumah cewek ini, kata mereka terakhir yang keluar dari rumah itu adalah Rey. Dia sangat marah waktu itu."


"Rey Winata... Dia akan mendapat balasannya." kata Ryan geram.


"Kamu kenapa begitu peduli dengan cewek ini?" tanya Bob terheran.


"Entahlah, aku hanya ingin melindunginya. Hatiku sakit saat melihatnya menderita." Bob tiba-tiba terkekeh.


"Ternyata tuan besar sedang jatuh cinta"


Mendengar Bob, Ryan hanya tersenyum

__ADS_1


__ADS_2