Rasa Ini

Rasa Ini
amarah Rey


__ADS_3

Tangan Ryan mengusap kepala Nat.


"Nat ada apa? Kenapa seperti ini?" Nat mengangkat kepala. Melihat Ryan dia langsung mengusap air matanya. Dia memalingkan wajahnya dan berdiri hendak pergi. Tapi Ryan menariknya. Memeluknya, walaupun dia ragu dengan apa yang dilakukannya.


"Jangan pergi. Menangislah bila kamu mau menangis." Nat yang memang sedang ingin meluapkan semuanya menangis dalam pelukan Ryan. Air matanya membasahi baju Ryan. Setelah puas menangis Nat melepaskan pelukan Ryan. Terlihat dada Ryan basah karena tangisan Nat.


"Terimakasih,... Maaf baju kamu." Ryan hanya tersenyum. Dalam hati Nat mengutuki dirinya, kenapa harus bertemu Ryan saat keadaannya kacau seperti ini. Pasti rambut berantakan gak karuan. Mata bengkak. Sampai Nat malu mengangkat muka.


"Baju aku basah karena ingus kamu" kata Ryan yang membuat Nat tidak enak hati.


"Nanti aku cuci bajumu


"Harus donk, ayo pulang" kata Ryan menarik tangan Nat.

__ADS_1


"Tapi..."


"Kenapa? Katanya mau tanggung jawab mencuci bajuku. Gak mungkin kan aku lepasin sekarang." akhirnya Nat menurut. Dia ikut Ryan ke mobil. Dalam perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka. Walaupun penasaran dengan apa yang terjadi ada Nat. Ternyata karena lelah menangis Nat tertidur. Melihat Nat teridur Ryan memutuskan membawa Nat ke rumahnya. Setelah sampai di rumah Ryan akan membangunkan Nat, tapi melihat Nat sangat lelap tertidur dia mangurungkan niatnya. Dia menggendonh Nat masuk kerumah. Membuat semua asistennya melihat dengan heran. Karena selama ini Ryan tidak pernah membawa pulang perempuan. Ryan membaringkan Nat di tempat tidurnya. Dan menyelimutinya. Tanpa sadar dia menatap Nat saat tertidur, saat dia melihat mata Nat ternayta Nat tidur sambil menangis. Air matanya mengalir dari matanya yang tertutup. Ryan membersihkan air mata itu. Entah mengapa hatinyabsakit melihat itu. Seperti ada yang menyayat hatinya.


"Sebenarnya apa yang kamu alami Nat." kata Ryan sambil mengusap pipi Nat. Ryan membiarkan Nat tidur dan dia memerintahkan orang-orang dirumahnya tidak boleh mengganggu Nat. Dan memerintahkan pengurus rumahnya untuk mengurus segala keperluan Nat saat bangun. Memberi oesan pada supirnya untuk mengantar Nat kemanapun dia mau. Karena dia akan kembali ke kantor. Saat sore Nat bangun, dia bingung berada dimana. Kenapa dia berada di kamar yang asing. Kamar yang slangat besar dengan peralatan yang mewah. Sofa dan meja di sudut ruangan, televisi besar dengn segala kelengkapannya, jendela besar dengan tirai yang sangat indah. Nat memberanikan diri turun dari ranjang dan membuka pintu. Dia keluar kamar dan menuruni tangga, lantai di rumah ini ditutupi karpet yang indah sampai ke tangga. Saat menuruni tangga dia dikagetkan seseorang yang menyapanya.


"Nona sudah bangun.. Nona butuh apa? Tuan sedang ke kantor" kata perempuan ini ramah, dari pakaiannya Nat tau dia pasti asisten Rumah tangga.


"Tuan? "


"Sekarang jam berapa?"


"Jam 5 sore, sebentar lagi tuan muda pulang"

__ADS_1


"Jam 5 sore? Aku harus pulang sampaikan sama Ryan terimakasih" kata Nat sambil berlari keluar.


"Nona.. Nona" panggilan ART Ryan pun tidak digubrisnya. Dia takut kalau Rey menunggunya. Selama dalam taksi Nat gelisah. Karena dia tau apa yang terjadi kalau sampai Rey marah. Sampai depan rumahnya dia tidak melihat mobil Rey. Hatinya sedikit lega. Tapi saat dia membuka pintu dan akan masuk rumah tiba-tiba ada sesuatu melayang dan mengenai pelipisnya sampai berdarah. Ternyata Rey yang melakukannya. Rey menarik Nat dan melemparkannya ke tembok.


"Rey.. Kamu gila ya"


"Aku gila??? Kamu yang gila!! Apa yang kamu lakukan hah!!! Aku kasih kesempatan ketemu adikmu, tapi malah asyik berpelukan dengan lelaki lain!!! Kamu bosan hidup ya!!" kata Rey kemudian dia menampar Nat dua kali.


"Aku bisa jelasin Rey"


"Semua sudah jelas, apalagi yang mau kamu jelasin?!! Siapa laki laki itu??"


"Dia.. Teman aku Rey, aku gak ada hubungan apa-apa, percaya Rey" kata Nat sambil menahan sakit di pelipisnya.

__ADS_1


"Kalau aku liat lagi kamu dengan lelaki itu, adikmu tidak akan hidup lagi, ingat itu, dasar cewek sialan!!" Rey berteriak dan mendorong Nat sampai terjatuh. Rey keluar sambil membanting pintu. Meninggalkan Nat. Ternyata saat terjatuh kepala Nat terbentur ujung meja, darah keluar dari lukanya dan dia pinsan.


__ADS_2