Rasa Ini

Rasa Ini
suasana baru


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi Nat sudah rapi dengan baju kantornya. Ternyata semalam Ryan sudah menyuruh orang menyiapkannya. Dia mengetuk kamar Ryan.


"Tuan muda sudah bangun kah?" katanya sambil mengetuk pintu kamar Ryan. Tetapi tidak ada balasan. Pelan-pelan Nat membuka pintu kamar Ryan. Di mendekati tempat tidur Ryan. Ternyata sudah kosong. Kemana dia? Pikir Nat. Akhirnya dia memutuskan untuk turun ke bawah. Saat dia hendak berbalik Nat kaget karena diam-diam Ryan sudah berdiri di belakangnya. Nat terkaget sampai ahmpir jatuh dn tangannya tanpa sengaja menarik handuk yang Ryan pakai untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.


"Aaaaa..." teriak Nat kager, dia langsung menutup matanya. Ryan langsung menutup mulut Nat.


"Sssttt... Jangan teriak. Kamu mau orang-orang datang kesini?" Nat terdiam tangannya menyodorkan handuk yang dipegangnya. Ryan melepaskan tangannya.


"Tapi pakai handuknya dulu"


"Kenapa?"


"Emangnya kamu gak malu??"

__ADS_1


"Kenapa malu? Aku kan pake celana?"


"Bener??" kata Nat gak percaya.


"Benerlah, buka aja mata kamu." Nat pelan-pelan membuka matanya. Dilihatnya Ryan yang berdiri di hadapannya. Dia menatap Ryan dari atas sampai bawah. Ternyata Ryan memang memakai celana. Tapi malah Nat yang jafi terpesona dengan dada bidang Ryan. Sebagai laki-laki Ryan memiliki bentuk badan yang indah. Setiap wanita yang melihat pasti bisa mimisan. Ryan tertawa melihat raut muka Nat.


"Kenapa kamu diam-diam dibelakangku?"


"Tadi aku pikir ada maling yang masuk kamarku..." Nat tersadar kalau dia yang salah memasuki kamar orang lain. Wajahnya memerah.


Nat langsung mencari kendaraan menuju kantor. Sampai dikantor dia ditunggu Bob, dan Bob membawanya kepada Mia yang akan menjadi atasannya. Mia adalah wanita yang cantik, dengan rok mininya dia terlihat sangat menarik. Mia menjelaskan semua pekerjaan Nat nantinya. Saat Nat masih sibuk mempelajari job desk nya tiba-ttiba semua orang berdiri. Nat bingung kenapa.


"Hei... Bos besar datang. Ayo berdiri". Kata orang di sebelah mejanya. Nat langsung berdiri. Dari pintu masuk beberapa orang, ternyata Ryan yang datang. Saat melihat Nat, Ryan tersenyum nakal menggodanya, Nat menjadi salah tingkah dan membuang mukanya. Setelah Ryan masuk ke ruangannya, oegaeai permpuan mulai bergosip. Mereka heran dengan perilaku Ryan hari ini.

__ADS_1


" kalian lihat bos Ryan tadi sepertinya tersenyum." kata salah satu orang di belakang Nat.


"Dan senyumnya ke arah kita... Mungkin dia baru lihat aku, hari ini aku memakai lipstik baru, lihat deh cantik kan?" timpal salah satu cewek yang dandan nya sedikit berlebihan. Obrolan mereka berlanjut dengan memuji ketampanan dan kekayaan Ryan.


"Hei... Kamu anak baru kan bagaimana menurutmu bos Ryan?" kata cewek di sebelah meja Nat. Namanya Mona.


"Mmm... Biasa aja."


"Masa biasa aja.... Semua cewek di perusahaan ini semua jatuh hati pada bos Ryan. Tapi orangnya dingin. Jarang tersenyum juga". Dingin? Ryan itu iseng. Apalagi tadi pagi. Aku dibuat jantungan. Kata Nat dalam hati.


"Eh.. Dengar-dengar kamu tadi datang ke divisi sama pak Bob ya, kamu udh kenal pak Bob?" selidik Mona.


"Yang mengantar aku kesini?" mona mengangguk. "Tadi waktu aku datang dia yang ada di depan, jadi dia yang mengantar"

__ADS_1


"Asal kamu tau yaa. Selama ini Pak Bob tidak pernah mengurusi orang baru, dia itu sahabat Bos Ryan. Dan mereka gak pernah berhubungan langsung dengan kita orang bawah" kata mona lagi. oh jadi itu yang membuat orang berbisik-bisik di belakang Nat. Untung saja Nat tidak datang bareng Ryan.


__ADS_2