Rasa Ini

Rasa Ini
apakah kita akan bertemu lagi?


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang tidak banyak yang mereka bicarakan. Nat memandang keluar mobil. Banyak lalu lalang kendaraan. Membuat suasana malam kota ini meriah. Beberapa penjual asongan masih bertahan menjajakan dagangannya, kerasnya kehidupan memaksa mereka bertahan di jalanan hingga malam. Mungkin anak istrinya sedang menunggu dirumah, mengharapkannya pulang membawa beberapa ribu rupiah untuk menyambung hidup mereka. Berbanding terbalik dengan hidup orang-orang kaya. Mereka dengan mudahnya mendapatkan jutaan rupiah, dan dengan gampangnya mereka menghabiskannya dengan hal-hal yang kadang tidak masuk akal. Nat berpikir dia ada di posisi mana? apakah orang miskin itu atau orang kaya? Nat menarik nafas panjang. Ryan memperhatikannya.


" sepertinya aku pernah melihatmu, apakah kita pernah bertabrakan di depan minimarket hari itu?" tanya Ryan. Sambil mengingat kenangan hari itu.


"Ah.. Iya. Itu aku." jawab Nat sambil tersenyum. Dalam hati dia bahagia karena Ryan mengingatnya.


"Oh iya ini milikmu?" Ryan menyodorkan liontin berbentuk hati. Nat langsung mengenali miliknya. Liontin peninggalan mamanya. Dan dia baru sadar saat itu kalau liontin itu sudah hilang. Nat menerima liontin itu, tanpa sadar dia meneteskan air mata. Dia merasa bersalah jika liontin itu benar-benar hilang. Beberapa hari ini dia sibuk dengan Rey sehingga kurang memperhatikan hal lainnya. Bahkan barang yang sangat penting inipun dia lupakan. Rey telah mrncuri hidupnya.


"Liontin itu pasti sangat berarti, apakah itu dari pacarmu?" tanya Ryan setelah melihat reaksi Nat.

__ADS_1


"Ini dari mama, sebelum dia meninggal, mama memberiku ini, terimakasih sudah mengembalikannya." Nat menggenggam erat liontin itu, lalu menyimpannya lagi di dalam tasnya.


"lebih baik kamu pakai liontin itu jadi kalau jatuh lagi kamu tau" kata Ryan lagi. Nat mengangguk.


"Mama kamu pasti sangat bahagia melihat anaknya sangat berbakti" kata Ryan. Nat hanya tersenyum pahit. 'Apakah benar mama bahagia, atau dia bertambah sedih dan kecewa dengan hidupku, dengan apa yang aku dan Nael alami apakah mama bahagia disana? Ma aku ingin menemuimu' kata Nat dalam hati. Nat sangat merindukan mamanya.


"Aku turun didepan yah" kata Nat sambil menunjuk ke arah rumahnya.


Mobil Ryan menepi di depan rumah Nat.

__ADS_1


"Sudah malam sebaiknya kamu langsung masuk rumah." kata Ryan.


"Iya.. Makasih Ryan. Untuk hari ini."


"Iya... Apakah kita akan bertemu lagi?" tanya Ryan. Nat bingung harus menjawab apa.


"Selamat malam Ryan, terimakasih" Nat tidak bisa menjawab pertanyaan Ryan. Apakah mereka akan ketemu lagi? Kalau ada Rey, mana mungkin Nat bisa bertemu dengan lelaki lain. Walaupun sebenarnya Nat sangat ingin bertemu Ryan lagi. Walaupun baru berapa jam bersama tapi Nat merasa aman, hidupnya kembali ada harapan.


Dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan Nat, Ryan selalu memikirkan Nat. Dia merasa ada sesuatu yang lain dari gadis yang baru dia temui itu. Selama ini banyak gadis yang dekat dengannya tetapi dia merasa Nat adalah gadis yang berbeda. Dari saat pertama kali bertemu di depan minimarket, saat gadis itu tiba2 berlari setelah menerima telepon.

__ADS_1


Saat duduk sendiri di cafe nya. Sampai ada yang mengganggunya semua diperhatikan Ryan.


"Kenapa aku merasa ada sesuatu dalam diri Nat... Bahkan dia tidak menjawab saat aku tanya apa bisa bertemu lagi, padahal banyak gadis-gadis yang selalu mencariku." banyak pertanyaan dalam pikiran Ryan.


__ADS_2