Rasa Ini

Rasa Ini
mulai terungkap


__ADS_3

Saat Mona sedang memakan makanannya yang diberikan oleh orangnya Rey, tiba-tiba ada yang mendobrak pintu. Ternyata Bob dan beberapa anak buahnya. Mona baru kali ini sangat bahagia melihat Bob.


"Pak Bob!" teriak Mona girang.


"Kamu gak papa kan Mon?" Bob mendekati Mona.


"Gak papa Pak"


"Ya udah sekarang kita keluat dari sini"


"Pak itu, yang lakuin ini orang yang bersama Bela, dia ingin tau keberadaan Nat" kata Mona menjelaskan.


"Iya aku tau sebaiknya kita keluar dulu" Bob membawa Mona keluar. Ternyata diluar orang yang ditugaskan untuk menjaga Moba oleh Rey sudah babak belur.


Bob membawa Mona ke rumah sakit untuk mengobati luka-lukanya.


"Pak Bob, saya boleh minta tolong." kata Mona ragu saat akan di antar pulang.


"Kenapa Mon?"


"Pak, orang yang menculik saya mengancam akan mencelakai keluarga saya. Kalau saya pulang sekarang saya takut mereka akan datang kerumah" kata Mona.


"Kamu tenang aja Mon, mereka gak akan berani lagi untuk menyakita kamu atau keluarga kamu, aku jamin." akta Bob meyakinkan Mona.

__ADS_1


"Baik Pak, terimakasih. Tapi Pak, bagaimana dengan Nat. Orang itu tau Nat masih hidup?" Mona khawatir dengan keselamatan Nat.


"Ryan sudah membawa Nat ke tempat aman. Kamu tenang aja" saat mereka sedang berbicara, handphone Mona berbunyi. Ternyata Nat yang menelepon.


"Haloo Mona... Kamu sibuk banget yaa... Sampai gak bisa angkat telepon aku" kata Nat. Bob memberi kode pada Mona untuk berpura-pura gak terjadi apa-apa.


"Iya nii... Bos kasih aku kerjaan banyak. Kamu apa kabar?" kata Mona. Dia mengatur suaranya seriang mungkin saat bicara dengan Nat. Bob mengangguk.


"Aku baikk banget Mon. Oh iya kapan kamu main kesini. Aku kangen."


"Kapan-kapan ya Nat kalau aku ada waktu. Eh udah dulu ya, aku lagi dijalan mau pulang" kata Mona. Kemudian dia menutup teleponnya.


Nat merasa tenang setelah dia mendengar suara Mona. Ryan yang saat itu ada di dekatNat tersenyum. Dia memang yang menyuruh Nat menghubungi Mona saat tau Bob sudah menyelamatkan Mona.


"Iya... Abis kamu jadi bos gitu amat. Masa Mona dikasih banyak kerjaan sampai gak sempat pegang handphone?" kata Nat, sambil menyenderkan kepalanya di pundak Ryan.


"Iya maaf. Nanti gak lagi" kata Ryan, tangannya mengelus kepala Nat.


"Oh ya.. Aku pingin keluar Ryan. Bosn di dalam rumah" kata Nat, dia sudah gak hitung lagi berapa lama gak keluar. Dia kangen suasana luar.


"Tunggu sebentar lagi ya. Saat ini kamu nurut ya. Dirumah dulu" kata Ryan gak ijinkan Nat keluar. Karena Bela dan Rey sudah mengetahui kalau Nat masih hidup.


"Ya udah deh," kata Nat. Mbok Sum mendengarkan percakapan Nat dan Ryan dia merasa kasihan dengan Nat.

__ADS_1


"Maaf den mbok ganggu" kata mbok Sum.


"Kenapa mbok?" tanya Ryan penasaran.


"Den mungkin sekarang saatnya mbok bicara" Ryan terkejut tapi dari tatapannya dia senang, ada harapan baru menyelesaikan masalahnya.


"Baik mbok, Nat bisa kasih aku dan mbok sum waktu sebentar. Ada hal penting yang akan dibicarakan. Gak papa ya?" kata Ryan pada Nat. Nat mengangguk dan tersenyum. Dia tau dia memang lebih baik memberi kesempatan Ryan dan mbok Sum bicara. Kemudian dia kembali ke kamarnya. Dia percaya semua yang Ryan lakukan adalah untuk kebaikannya.


Sementara itu, Bela sedang marah dengan Rey.


PLAK!!!! Bela menampar Rey.


"Kamu bener-bener gak berguna ya. Aku tinggalin sebentar aja, Bob bisa menemukan Mona. Dan lagi Nat ternyata masih hidup!! Apa yang kamu kerjakan selama ini!!" teriak Bela.


"Waktu itu aku udah yakin Bel, kalau mobil Nat jatuh ke sungai. Dan Mona, aku gak tau bagaimana Bob bisa menemukannya" kata Rey mencoba membela diri.


"Sekarang bagaimana? Ryan pasti tau semua yang kita lakukan. Lihat saja kalau sampai Ryan membawa ini ke polisi. Kamu yang harus bertanggung jawab, biar kamu yang dipenjara. Dasar gak berguna!"


"Jangan Bel, kamu pasti bisa melakukan sesuatu kan agar aku gak dipenjara" kata Rey memohon. Dia takut juga sekarang dia gak punya kekuasaan apapun.


"Kalau kamu ingin selamat, cari Nat dn bunuh dia! Kalau masih ada Nat rencanaku pasti akan gagal" kata Bela


"Oke.. Aku akan cari dia ada dimana, kali ini aku pasti akna membunuhnya dengan tanganku sendiri" kata Rey meyakinkan Bela.

__ADS_1


"Kalau sampai kamu gagal lagi, aku yang akan membunuhmu, mengerti?! Cepat pargi!!" teriak Bela. Rey berlari keluar. Dalam hati dia sangat marah. Marah pada Nat yang membuatnya menjadi seperti sekarang. Karena Nat, Ryan membuat Rey kehilangan semuanya. Dia sekarang harus menuruti Bela yang kejam. Semua karna Nat hidupnya berantakan. Dia sngat membenci Nat. Rey pikir semua yang dia alami sekarang karena Nat. Ya semua karena Nat, pikir Rey.


__ADS_2