Rasa Ini

Rasa Ini
pergi


__ADS_3

Sebenarnya Ryan tau siapa Joe. Dia juga tau apa tujuan Joe mendekati Nat. Tapi Ryan sengaja tidak memberitahu Nat. karena dia akan mengikuti dulu permainan Joe. Tapi terkadang perasaan cemburu gak bisa dia tahan. Walaupun dia tau kalau Nat setia dan dia hanya menganggap Joe sebagai teman.


Seperti sore ini. saat Nat dan Ryan masih di kantor Ryan bersama Bob. Karyawan sudah pada pulang, kantor sudah sepi hanya ada beberapa orang yang masih tinggal. Ketika mereka sedang berbincang, Tiba-tiba Nat mendapatkan pesan di handphonenya. Dan itu adalah sebuah foto, itu adalah foto Joe dan Nat berdua, sangat dekat bahkan pipi mereka hampir bersentuhan. Melihat itu Ryan marah. Hatinya sakit, dia gak rela.


"Maksudnya apa foto itu?" kata Ryan marah. Dia melempar handphone Nat diatas meja. Bob terkejut, tapi dia langsung mengerti saat melihat foto di hp Nat. sementara Nat ketakutan. Dia juga bingung bagaimana bisa ada foto seperti itu. Dia memperhatikan foto itu lagi. Bibirnya bergetar, dia ingat itu foto bertiga dengan Mona, tapi kenapa sekarang Joe kirim hanya berdua?. Nat gak tau harus bilang apa.


"Ryan, tenang dulu. Pasti Nat bisa jelasin." kata Bob mencoba menenangkan Ryan. Dia menarik tangan Ryan untuk duduk kembali. Ryan duduk dengan kasar.


"coba kamu mau jelasin gimana?" kata Ryan menatap Nat tajam.


"aku.. aku gak tau. aku ingat foto itu ada Mona. Tapi kalau Joe sengaja memotongnya aku gak tau juga." kata Nat. dia takut dan binging. Dia gak pernah berpikir Ryan bisa semarah itu.


"kalaupun kalian foto bertiga, apakah harus sedekat itu?!"


"aku juga gak tau Ryan, tiba-tiba Joe mendekat begitu aja" kata Nat mencoba menjelaskan dengan tenang.


"Tapi kamu suka kan didekati sama dia? makanya sekarang kamu sering jalan keluar sama dia" kata Ryan tangannya menunjuk ke muka Nat. Bob menarik Ryan kebelakang.


"kok kamu ngomong kayak gitu si? aku juga jalan karena Mona suka sama Joe. dan dia minta aku temani mereka jalan" kata Nat mulai marah.


"kalau Mona lagi dekatin Joe, masa kamu selalu asa diantara mereka, memangnya aku bodoh. Asal kamu tau aja ya Joe itu bukan orang baik!"


"kalau kamu marah atau gak suka jangan memfitnah orang Ryan. aku gak nyangka ya kamu begini" kata Nat. Nada suaranya sudah meninggi.


"ooo jadi kamu sekarang sudah membela dia di depanku ya. Mungkin sebentar lagi kamu akan selingkuh dengan dia?"


"cukup Ryan..." kata Bob menenangkan Ryan tapi tangan Bob di tepisnya.

__ADS_1


"Biar Bob, aku mau tau dia mau membela ******** itu seperti apa"


"aku gak membela dia, tapi memang kamu yang terlalu Ryan. kamu cemburu gak jelas. untuk percaya sama aku pun kamu susah Ryan" kata Nat. emosinya sudha gak bisa dibending lagi. sakit hatinya dituduh selingkuh.


"kalau kamu memang gak ada apa apa sama dia, jangan temui dia lagi." kata Ryan.


"kamu masih gak percaya?"


"aku gak percaya sama ******** itu"


"kamu gak kenal sama dia tapi kamu sudah menilai dia buruk. itu gak adil Ryan" kata Nat.


"sepertinya dia penting banget buat kamu, sampai kamu bela terus. Dia sudah kasih apa ke kamu atau kamu yang sudah kasih banyak buat dia, kasih badan kamu?" kata Ryan entah kenapa di telinga Nat Ryan sedang merendahkannya sebagai seorang perempuan. Hatinya sakit dan tersinggung.


"terserah kamu Ryan, aku kecewa sama kamu. kenapa sedikitpun kamu gak percaya sama aku, mungkin dimata kamu aku hanya wanita murahan, berarti kamu gak pernah ngerti aku. aku kecewa" kata Nat, kemudian dia pergi berlari meninggalkan Ryan. Bob mengejarnya.


"Tolong kasih tau dia Bob, aku gak seperti yang dia pikir." kata Nat sambil menangis.


"Maafin dia Nat, dia gak sengaja ngomong gitu. Sebenarnya dia sudah tau siapa Joe sebenernya. Kamu percaya dia Nat" kata Bob


"Memang siapa Joe?"


"aku gak bisa ngomong Nat biar Ryan aja yang kasih tau kamu" kata Bob.


"sudahlah Bob, makasih ya. aku mau sendiri dulu" kata Nat.


"emang sekarang kamu mau kemana?"

__ADS_1


"aku gak tau, udah ya" kata Nat kemudian meninggalkan Bob.


"Nat..." panggil Bob tapi Nat terus berjalan keluar.


Bob memutuskan kembali menemui Ryan. Dia kesal juga dengan sikap Ryan yang terlalu. Saat Bob membuka pintu Ryan masih berharap Nat datang bersama Bob.


"Dia pergi" kata Bob saat melihat Ryan mencari-cari Ryan.


"biar saja" kata Ryan bersikap dingin.


"kamu keterlaluan tau gak Ryan. kamu sadar gak sih apa yang kamu katakan itu menyakiti hatinya? kamu nganggep dia wanita murahan yang gampana aja kasih orang pakai tubuhnya, kamu tau gak kamu ngomong gitu akibatnya apa?" kata Bob, dia juga merasa kecewa dengan Ryan.


"aku tau aku tadi sudah terlalu Bob, tapi aku kesal dia membela Joe terus" kata Ryan.


"aku gak heran kalau dia suatu saat ninggalin kamu kalau sifat kamu kayak gini, wanita itu ingin di percaya dihargai, bukan malah dituduh" kata Bob. Mendengar itu Ryan sedikit menyesal, apakah dia sudah keterlaluan?.


Nat ternyata gak pulang ke rumah Ryan, dia memilih untuk menginap di rumah Mona. Mona sedikit bingungbsaat Nat meminta ijin menginap dirumahnya, tapi sebagai sahabat yang baik dia menerima Nat.


"kamu lagi marahan sama Ryan ya?" kata Mona saat Nat sudah ada di kamarnya.


"gak usah bahas itu dulundeh Mon." kata Nat merasa enggan membahas masalahnya.


"okee bos, ya udah kalau kamu lagi bete diaini aja dulu malam ini" kata Mona. Nat mengangguk. Dia bersyukur masih punya sahabat yang dapat membantunya.


Sementara itu Ryan mengira Nat pulang ke rumahnya, dia ingin minta maaf untuk kata-katanya yang kasar. Saat dia membuka pintu, mbok Sum sudah menunggunya.


"loh den Ryan sendiri? Nat dimana?" kata mbok Sum.

__ADS_1


"Nat belum pulang mbok?" kata Ryan terkejut. Dia bingung kemana Nat pergi. Dia mencoba menghubungi Nat, tapi Nat gak angkat teleponnya. Berkali-kali dia mencoba menghubungi Nat, tapi nihil, gak ada jawaban. Kemudian dia menghubungi Vino dan Bob untuk membantunya mencari Nat.


__ADS_2