
Karwna sudah akhir tahun, pekerjaan di kantor menumpuk. Beberapa hari ini Nat sudah kerja lembur. Untung ada Ryan yang menemani. Atau Nat yang sebenarnya menemani Ryan.
Sudah pukul enam sore, seharusnya jam pulang kerja sudah lewat. Tapi Nat masih ada di kantor. Ada beberapa dokumenbyang harus dia selesaikan. Ryan menemaninya.
"Kok kamu belum pulang?" kata Nat yang melihat Ryan masih duduk di tempatnya. Hampir sebagian besar karyawan sudah pulang. Hanya beberapa orang saja yang tersisa termasuk Ryan dan Nat.
"Masa tuan putri masih lembur, aku udah pulang? Nanti aku di pecat" canda Ryan. Nat tertawa.
"Bukannya aku yang dipecat. Kan kamu bos nya"
"Tapi kan kamu bos di hati aku" jawab Ryan. Nat tambah tertawa.
"Kebanyakan bergaul sama Vino dan Bob ni. Jadi pintar gombal sekarang." kata Nat yang dibalas senyum Ryan.
"Masih banyak ya kerjaannya?"
"Dikit lagi kok. Bentar juga aku selesai" kata Nat kembali fokus dengan pekerjaannya.
Akhirnya Nat sudah menyelesaikan pekerjaannya. Dia melihat jam ternyata sudah hampir jam 7. Nat merapikan mrja kerjanya. Perutnya sudah minta diisi. Nat mendekati Ryan ternyata Ryan tertidur.
Nat gak berani membangunkan Ryan. Dia duduk di kursi dan memperhatikan Ryan yang tertidur. 'Kalau tidur kamu ganteng banget' kata Nat dalam hati. Di memperhatikan Ryan sambil tersenyum.
"Sudah puas liatinnya?" kata Ryan tiba-tiba. Nay terkejut dan menjadi salah tingkah.
"Kamu gak tidur ya?" kata Nat sambil cemberut. Ryan mencubit hidung Nat.
"Jangan cemberut nanti aku tambah cinta" goda Ryan membuat muka Nat semakin memerah.
"Aku udah selesai. Kita pulang yuk" kata Nat sambil berdiri.
__ADS_1
"Oke.. Kita cari makan dulu ya. Atau ke cafe aja sekalian ketemu Bob" kata Ryan. Nat mengangguk setuju. Kemudian dia menggandeng tangan Nat keluar kantor. Saat itu adalah saat oaling membahagiakn bagi mereka. Menggenggam tangan irang yang mereka cintai. Dan berjalan bersama saling mendukung. Sesulit apapun jalan mereka kedepannya mereka akan melaluinya bersama.
Sampai di cafe, ternyata cafe sedang ramai. Nat dan Ryan mengambil tempat di salah satu sudut cafe.
"Nat kamu pesan saja makanan. Nanti aku suruh orang buat layanin kamu. Aku mau ketemu Bob dulu di dalam. Kamu jangan telat makan" kata Ryan. Nat mengangguk kemudian Ryan pergi menemui Bob di dalam dimana dulu untuk pertama kalinya Ryan membantu Nat saat terluka karena diganggu orang.
Gak lama makanan yang dipesan datang, dengan cappucino kesukaan Nat.
"Heh cewek murahan!" tiba-tiba Bela datang, berdiri dengan angkuh dengan tangan di pinggang. Nat hanya melihat tanpa bereaksi. Dia tau kalau Bela sedang memancing emosinya.
"Kamu lagi ngomong sama aku?" kata Nat dengan tenang.
"Gak usang sombong kamu. Dasar pelakor!" teriak Bela
"Kamu bilang aku pelakor. Apakah aku merebut suamimu?'
"Kamu pasti tau kan kalau Ryan itu calon suamiku, dan kami sebentar lagi akan menikah!!" teriak Bela lagi. Pengunjung cafe mulai tertarik dengan keributan itu.
PLAK!!
Bela menampar Nat. Nat mencoba tetap tenang walaupun dalam hatinya ingin menyiramkan kopi panas ke muka Bela.
"Kamu lihat aja ya pasti aku bikin Ryan benci kamu" kemudian Bela menumpahkan air puti ke badannya sendiri sembari berteriak.
"Ryan!!" teriak Bela kemudian Ryan dan Bob mendekat.
"Ryan lihat nih prlakor, masa dia siram aku pakai air minum?" kata Bela dengan suara manja sambil memeluk lrnhan Ryan
Nat terkejut tapi dia tau kalau Bela sedang mencoba memfitnahnya. Nat tetap diam. Dia hanya berharap Ryan mempercayainya
__ADS_1
Kemudian Ryan mengambil gelas uang berusi air. Dia mendekati Nat. Bela sudah tersenyum menang dia yakin Ryan akan menyiram Nat. Nat menatap Ryan penuh harap.
"Bagaimana cara kamu menyiramnya?" kata Ryan sambil memberikan gelas itu pada Nat. Nat terkejut tapi dia mengerti maksud Ryan. Dia mengambil gelas itu dan menyiram Bela.
Mata Bela melotot, mukanya merah marah.
"Ryan!! Kamu masih belain pelakor itu?! Lihat aja ya aku bakal bilang ke papa kamu!" ancam Bela. Ryan gak mrnanggapi ancaman Bela.
"Bob. Antar Dia pulang" kata Ryan. Bob terpaksa mengangguk. Sebenarnya dia udah malas juga menghadapi Bela. Tapi Ryan selalu meminta dia mengantar Bela. Ryan menarik tangan Nat membawanya pergi.
"Ryan..." kata Nat sebelum masuk mobil.
"Kenapa?"
"Yang tadi itu..." Nat ingin memastikan apakah memang Ryan percaya sama dia atau karena Ryan memang gak suka sama Bela.
"Aku percaya kamu gak sejahat itu Nay, dan aku juga tau kalau Bela banyak niat jahatnya" kata Ryan. Nat senang mendengar jawaban Ryan.
"Makasih Ryan kamu percaya aku" kata Nat sambil memeluk Ryan.
Sementara Bob sedang kewalahan menghadapi Bela. Sepanjang jalan Bela marah-marah.
"Bob... Kamu kan sahabat Ryan. Kasih tau dia ya... Dia gak lama lagi akan bertekuk lutut memohon cintaku!"
"Bel... Kamu sifat begini malah buat Ryan sakin benci kamu. Sudahlah kamu jangan buat dia susah lagi" kata Bob mencoba menbela Ryan.
"Aku gak akan menyerah ya. Dengan cara apapun aku harus menjadi nyonya Ryan. Karena cuma Ryan yang pantas jadi suami aku."
"Kamu cuma suka hartanya kan?" tanya Bob lagi dengan kesal.
__ADS_1
"Aduuhh kamu realistis aja ya jaman sekarang cewek mana sih yang gak suka harta. Emang dengan cinta aja bisa kenyang? Bisa hidup enak? Orang kayak kamu gak mungkin bisa dapetin cewek kaya aku" kata Bela bermaksud merendahkan Bob.
"Aku juga gak mau sama kamu meski dikasih gratis" gumam Bob