
Sudah satu minggu Nat berada di rumah sakit. Hari ini dia kedatangab tamu yang sangat spesial. Penolongnya saat mobilnya terjatuh dalam sungai. Mbok Sumi dan anaknya datang.
"Mbok Sum apa kabar... Seneng banget bisa liat mbok Sum." kata Nat sambil mendekati mbok Sum dengan kaki pincang. Ryan yang melihatnya langsung memapahnya dan membantunya berjalan.
"Duduk aja Non" kata mbok Sum sambil ikut memegang tangan Nat.
"Panggil Nat aja seperti biasa mbok" kata Nat.
"Gak lah Non, kan Non istrinya den Ryan" kata mbok Sum. Nat terkejut mendengar kata istri.
"Tapi saya bu..."
"Duduk dulu mbok Sum, Syamsul silahkan. Pasti lelah setelah perjalanan jauh" Ryan memotong kata-kata Nat. Kemudian dia mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Nat. Nat hanya tersenyum geli. Kemudian di bantu Ryan Nat duduk di sofa dengan mbok Sum.
"Bagaimana kakinya Non?" kata mbok Sum melihat kaki Nat yang masih di perban.
"Udah mendingan kok Mbok, makasih ya mbok waktu itu udah selamatin saya" kata Nat sambil memegang tangan mbok Sum. Mbok Sum tersenyum sambil mengangguk.
"Iya Non, saya senang bisa menolong. Namanya kita hidup harus saling tolong kan Non" kata Mbok Sum.
"Oh iya mbok, kan Syamsul belum ada pekerjaan tetap bagaimna kalau dia kerja di perusahaan saya aja mbok?" kata Ryan menawarkan.
"Aduh den terimakasih, tapi syamsul cuma anak desa, sekolah juga gak tinggi den. Takut nanti repotin." kata mbok Sum. Syamsul terlihat sedikit kecewa dengan jaeaban ibunya yang menolak tawaran Ryan. Dalam hatinya dia juga ingin bekerja di tempat yang lebih baik, apalagi mendapatkan tawaran untuk bekerja di perusahaan Ryan yang besar. Dan Ryan tau hati Syamsul.
"Gak papa mbok nanti Syamsul aku sekolahin dulu. Setelah lulus bergabung dengan perusahaan, bagaimana Syamsul?" mendengar itu Syamsul sangat senang berkali-kali dia mengangguk. Mbok Sumi srtelah melihat anaknya bahagia hanya bisa tersenyum.
"Iya mbok, biarin aja Syamsul sekolah. Kan dia juga masih muda." kata Nat menguatkan hati Syamsul.
"Baiklah den kalau Syamsul setuju, saya ikut aja. Terimakasih Den" kata mbok Sum.
"Terimakasih" kata Syamsul malu-malu. Setelah puas bertemu Nat, mbok Sum dan Syamsul kembali ke rumahnya.
__ADS_1
"Kamu baik banget mau sekolahin Syamsul lagi" kata Nat sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.
Mbok Sum dan Syamsul sudah menyelamatkanmu, itu belum seberapa dibandingkan apa yang mereka lakukan" kata Ryan, Nat merasa sangat tersanjung dia merasa ada di posiai yang sangat penting di hati Ryan.
Pagi ini saat Nat sedang bosan di rumah sakit, tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar rawatnya dengan perlahan.
"Ryan..." panggil Nat menebak.
"Haiiii sayangkuuuuuu" tiba-tiba Mona muncul dengan wajah bulatnya. Dia berlari kearah Nat. Dan memeluknya.
"Monaa??! Kok kamu bisa ada disini?" kata Nat heran.
"Bos Ryan yang nyuruh aku kesini, jadi kan tadi aku dipanggil ke kantornya, ya ampun aku takut banget kan ya, pas aku masuk disuruh duduk, ampe aku gemetar donk. Kan gak pernah di panggil bos gitu. Eh gak taunya aku di minta temenin kamu disini, aku seneng banget apa lagi aku juga dikasih bonus handphone keluaran terbaruuuuuuu" kata Mona panjang lebar. Nat mendengarnya dengan tersenyum.
"wah enak donk dapet handphone baru"
"alah kamu minta sama Ryan juga pasti di kasih, ampe pabrik-pabriknya kali dibeliin" jawaban Mona membuat Nat tertawa. dia senang ada Mona menemaninya.
"Ya ampuuun Nona, itu juga gara-gara kami ya. Kata bos gini 'kamu ke rumah sakit temani Nat, takut dia bosan' gitu" Mona menirukan gawa bicara Ryan. Membuat Nat tertawa.
"Kamu bisa aja. Ketahuan Ryan kamu tiruin gaya dia bisa potong gaji loh" goda Nat.
"Eh gak ada dia kan?" Mona melihat sekeliling. Seakan Ryan hantu yang bisa dimana saja.
"Ada tuu di bawah bantal" goda Nat.
"Kutu kali di bawah bantal" jawab Mona.
"Siapa kutu?" tiba-tiba Ryan dan Vino sudah masuk. Mendengar suara Ryan, Mona langsung menutup mulutnya. Nat tertawa.
"Itu pacar Mona kutu buku" jawab Nat.
__ADS_1
"Oh... Nat aku minta Mona datang untuk temani kamu disini ya. Soalnya hari ini aku ada kerjaan di luar kota besok baru bisa balik," kata Ryan.
"Iya Ryan, makasih ya kamu udah kasih ijin Mona kesini" kata Nat.
"Aku cuma takut kamu bosan sendirian" kata Ryan.
"Padahal aku bisa temenin Nat loh Ryan. Sampai besok aku juga rela temenin dia" kata Vino menggoda seperti biasa.
"Aku gak percaya ya sama kamu, ayo jalan" kata Ryan kemudian menarik tangan Vino.
"Aku kan baru ketemu Nat, masa langsung pergi" kata Vino lagi.
"Nat gak mau ketemu playboy kayak kamu" jawab Ryan kemudian dia menarik Vino keluar. Melihat kelakuan Ryan dan Vino membuat Nat dan Mona tertawa.
"Mereka ternyata lucu banget yah Nat. Tapi aku iri banget sama kamu, bos Ryan baik banget sama kamu." kata Mona
"Iya donk" jawab Nat. Dalam hati dia benar-benar bersyukur.
"Eh kemaren yang katanya tunangan Ryan itu datang ke kantor dan bikin ribut donk?" kata Mona.
"Bela?"
"Aduh gak tau lah siapa itu namanya si nenek sihir, gara-gara pas dia jalan lantai masih basah dia terpeleset hampir jatuh. Itu OB di gampar ama dia. Serem banget marahnya. Ampe seluruh kantor denger dia teriak-teriak. Terus dia usir OB itu keluar. Padahal salah dia juga, kan si OB udah pasang tanda lantai licin dia nyelong aja" kata Mona panjang lebar.
"Terus? Ryan gimana?"
"Pak Ryan datang lah denger tu nenek sihir teriak-teriak. Terus dia tarik ke kantornya. Terus gak tau deh tu nenek sihir gimana. Ryan gak cerita ya?"
"Gak" kata Nat menggeleng.
"Kirain dia ada cerita soalnya seru banget itu." Mona dengan semangat bercerita. Nat hanya mrndengarkan, tapi dalam hatinya dia bertanya kenapa Ryan gak cerita apapun dengan kejadian ini. Atau Ryan lupa untuk bercerita atau dia sengaja. Tapi Nat berusah gak peduli akan hal itu. Dia cukup senang karena Mona bisa datang menemaninya
__ADS_1