Rasa Ini

Rasa Ini
mencoba jujur


__ADS_3

Setelah mengantar Mona, dalam perjalanan Ryan menanyakan pada Nat apa yang dilakukan waktu pergi dengan Mona.


"Jadi kamu cuma beli laptop? Kenapa gak bilang dari dulu?"


"Kan aku bilang mau pakai hasil usahaku sendiri" kata Nat.


"Jadi tadi cuma beli ini aja?"


"Tadi sempat makan si"


"Berdua aja atau ada orang lain lagi?" kata Ryan.


"Berdua laaa, emang mau sama siapa lagi. Kan emang aku pergi cuma sama Mona." kata Nar. Ryan mengangguk tapi hatinya kecewa karena dia tau Nat berbohong. Sebenarnya Ryan tau tadi ada Joe bareng sama Nat.


"Udah sampai, aku langsung pulang aja ya. Bilang sama mbok Sum aku gak bisa mampir" kata Ryan. Nat sedikit heran karena biasanya Ryan pasti mampir dulu.


"Kenapa? Kamu masih ada kerjaan?" kata Nat penasaran. Ryan hanya mengangguk. Kemudian Nat turun dari mobil.


"Udah sana masuk, udah malam" kata Ryan. Setelah Nat masuk rumah, Ryan langsung pergi.


Nat sedikit heran dengan tingkah Ryan kali ini. Karena dia gak biasanya bersikap seperti ini.


"Nat, pulang ama siapa?" tanya mbok Sum saat melihat Nat masuk rumah seorang diri.


"Diantar Eyan mbok"


"Den Ryan mana? Kok gak ikut masuk?" kata mbok Sum heran.


"Iya mbok katany lagi ada kerjaan" kata Nat.


"Tumben" kata mbok Sum kemudian dia berjalan ke dapur.


"Nat udah makan?"


"Udah mbok, ku langsung ke kamar ya mbok" kata Nat kemudian dia masuk ke kamarnya. Dalam hati dia juga merasa heran denga Ryan. Sepertinya dia berbeda hari ini.


'Mungkin Ryan memang lagi banyak kerjaan' kata Nat dalam hati. Kemudian dia coba menghubungi Ryan. Untuk menanyakan dia ada dimana. Tapi Ryan gak mengangkat panggilan Nat. Nat semakin heran, karena biasanya walaupin di tengah rapat, Ryan selalu menyempatkan eaktu untuk mengangkat teleponnya.


"Ryan kemana ya? Kok gak di angkat?" kata Nat. Dia bolak balik di kamar.


Sementara itu Ryan gak langsung pulang kerumah, dia pergi ke cafe untuk menemui Bob. Sampainya di cafe ternyata ada Vino juga.


"Kok udah ada disini bos, bukannya tadi jemput Nat?" kata Bob heran.


"Iya, aku cuma antar dia pulang" kata Ryan singkat.


"Tumben, biasanya pasti disana dulu ini malah langsung kesini." kata Vino


"Nat bohong sama aku Vin" kata Ryan sedih.

__ADS_1


"Bohong apa?"


"Joe tadi sebenernyabada bareng Nat dan Mona. Aku tanya Nat dia gak ngaku kalau dia bareng joe. Buat apa dia berbogong?"


"Mungkin Nat takut kamu marah Ryan, lagian kenapa kamu gak kasih tau aja siapa joe sebenarnya" kata Bob mencoba menghibur Ryan.


"Kalau aku kasih tau, semuanya pasti gagal Bob."


"Ya udah kalau gitu kamu jangan terbawa perasaan donk. Kasihan juga Nat gak tau apa-apa. Berdoa aja jangan sampai Nat beneran jatuh cinta sama Joe" kata Vino. Mendengar perkataan Vino, Ryan terdiam dia gak bisa bayangin kalau sampai itu terjadi.


"Baiklah..." kata Ryan. Saat itu handphonenya berbunyi. Nat yang meneleponnya.


"Siapa? Kok gak diangkat?" tanya Bob.


"Nomor gak dikelal" jawab Ryan.


Walaupun tubuhnya ada bersama dengan sahabat-sahabatnya, hati Ryan gak disitu. Dia asyik dengan pikirannya sendiri. Dia hanya gak pernah menyangka kalau Nat sampai hati membohonginya.


Pagi harinya, Nat dijemput supir untuk pergi ke kantor. Ryan gak ada kabar dari semalam. Sampai di kantor, ternyata Ryan sudah datang.


"Selamat pagi Ryan" kata Nat, dia bersikap seolah-olah gak terjadi apa-apa.


"Pagi" jawab Ryan tanpa mengalihkan pandangnya dari kertas yang di pegangnya. Nat ingin menanyakan kenapa Ryan berubah, tapi dia mengurungkan niatnya. Nat pangsung menuju meja kerjanya. Mengerjakan apa yang menjadi tugasnya.


Melihat Ryan diam dan gak banyak bicara membuat Nat gerah.


"Semalam aku gak sempat angkat telepon kamu. Sibuk" kata Ryan tanpa melihat Nat.


"Oke... Mmm Ryan. Nanti Mona ajak aku mkan di luar. Boleh?" kata Nat. Mendengar itu Ryan terdiam, dia berpikir. Ryan tau Nat pasti akan ketemu dengan Joe, tapi memang dia harus membiarkan Nat pergi kali ini. Dia melihat ke arah Nat, Nat tersenyum.


"Jangan sampai malam, aku gak bisa antar" kata Ryan.


"Gak usah... Aku bisa naik taksi." kata Nat cepat.


Begitulah, seharian Ryan dingin terhadap Nat. Sebenarnya Nat gak terbiasa dengan sikap Ryan seperti itu. Itulah kenapa dia langsung setuju saat Mona mengajaknya keluar. Sebenarnya tadi dia berharap juga Ryan akan melarangnya.


Setelah jam kerja selesai, Nat dan Mona segera menuju tempat yang akan mereka tuju.


"Ini tempat baru Nat, makanannya katanya enak" kata Mona setelah sampai di resto itu. Tempat itu penuh dengan pengunjung. Mungkin karena tempat baru dan ada diskon. Tempatnya yang bagus buat foto-foto membuatnya dipenuhi anak-anak muda.


"Kamu memang pernah kesini Mon?" tanya Nat.


"Belum, aku tau dari seseorang. Tu dia orangnya.." kata Mona sambil menunjuk ke salah satu sudut. Disana ada Joe melambaikan tangan.


"Kok kamu gak kasih tau kalau ada Joe disini?" kata Nat sedikit kurang nyaman. Dia takut nanti Ryan tau.


"Udah gak papa" Mona menarik tangan Nat mendejati Joe.


"Haiii Joe... Udah lama ya nunggunya" kata Mona, kemudian mengambil tempat duduk.

__ADS_1


"Gak juga kok. Untung aku kenal sama yang punya resto ini, jadi kita dapet meja" kata Joe.


"Waahh keren. Nat kamu kok diem aja" kata Mona heran melihat Nat tanpa ekspresi.


"Eh.. Sori sori." kata Nat dia tersadar.


"Lagi marahan ya sama pacar kamu?" kata Joe penuh selidik.


"Gak kok" kata Nat singkat.


"Eh kita foto yuk? Rugi ni udah disini gak foto bareng" kata Mona semangat.


"Boleh.." kata Joe menyetujui. Kemudian dia meminta tolong pada orang lain untuk mengambil foto mereka. Tiba-tiba Joe menempatkan diri diantara Nat dan Mona. Wajahnya mendekat ke arah Nat. Nat sedikit menjauh.


"Wah lihat donk hasilnya, bagus gak?" kata Mona.


"Nanti aku kirim ke kalian ya" kata Joe, karena tadi handphone dia yang dipakai untuk mengambil foto.


"Gak usah... Biar ke Mona aja" kata Nat cepat.


Setelah makan Nat meminta untuk langsung pulang. Perasaan dia gak enak, jadi dia langsung pamit oulang. Sepertinya Mona dan Joe masih mau berada di tempat itu.


"Mau diantar Nat?" kata Joe menawarkan diri.


"Gak usah makasih Joe, kalian lanjutin aja. Aku harus pulang semarang" kata Nat kemudian dia pamit.


Saat sampai di depan rumah, Nat melihat mobil Ryan terparkir di garasi. Nat segera masuk ke dalam rumah.


"Ryan... Kamu disini?" kata Nat, Ryan sedang berbincang dengan mbok Sum. Dan dia tersenyum.


"Iya.. Kamu sudah pulang?" tanya Ryan. Kemudian Nat duduk disamping Ryan.


"Iya... Mona cuma ajak aku makan ditempat baru" kata Nat kepalanya dia senerkan di bahu Ryan.


"Cuma berdua?" kata Ryan


"Gak, bertiga ada Joe tadi. Ternyata Mona janjian dengan Joe. Gak papa kan?" kata Nat takut.


"Gak papa kok" jawab Ryan.


"Oh iya... Dari malam kamu kenapa? Kenapa bersikap dingin?" tanya Nat akhirnya.


"Aku marah sama kamu tau, kemarin kamu bohong kan sama aku, kemaren kamu ketemu Joe kan setelah beli laptop" kata Ryan. Nat terkejut dari mana Ryan tau.


"Maaf ya.. Aku cuma takut kamu marah, tapi dari mana kamu tau?" kata Nat heran.


"Apa si yang aku gak tau?" kata Ryan lagi. Nat bersyukur tadi dia jujur. Kalau gak pasti Ryan semakin marah.


"Aku janji deh sekarang cerita semua sama kamu" kata Nat. Ryan tersenyum, tangannya mengusap kepala Nat.

__ADS_1


__ADS_2