Rasa Ini

Rasa Ini
siapa Joe?


__ADS_3

Hari ini Nat bangun lebih pagi karena hari ini dia akan mulai masuk kerja. Dia berdandan rapih, memoleskan lipstik pada bibirnya, memakai perona pipi tapi gak berlebihan, membentuk alis matanya agar rapi, mempertegas bentuk matanya semakin indah, walaupun tidak berlebihan tapi membuat dia terlihat lebih segar. Nat tersenyum di depan cein, memandangi wajahnya sendiri yang sudah berias. Dia dikagetkan dengan ketukan di pintu kamarnya.


"Nat, sudah siap? Mbok udah siapin sarapan" kata mbok Sum didepan pintu. Nat beranjak dari duduknya, mengambil tas dan memakai sepatunya. Dia membika pintu kamar, tersenyum pada mbok Sum yang masih berdiri di depan pintu.


"Waduuuhh cantiknya anak mbok satu ini" kata mbok Sum memandang Nat dengan senyumnya.


"Makasih mbok, ayo makan.. Sebelum Ryan menjemput" kata Nat, menggandeng tangan mbok Sum menuju meja makan.


Ternyata Ryan sudah duduk menunggu Nat dan mbok Sum untuk sarapan bersama. Saat melihat Nat berias cantik, Ryan memandangnya dengan tersenyum.


"Tuan Putri hari ini sangat cantik" kata Ryan.


"Berarti biasanya gak cantik donk?" kata Nat.


"Setiap saat cantik donk cuma hari ini terlihat lebih cantik lagi" kata Ryan.


"Iya donk, di kantor kan kamu dikelilingi cewek cantik, nanti aku bisa kesaing dong ama mereka. Makanya sekarang aku berdandan, tapi gak norak kan?" kata Nat meminta penilaian Ryan. Tangan Ryan memegang dagu seakan-akan sedang berpikir sambil memandang Nat.


"Gak laa.. Kamu cantik. Sarapan yuk, udah siang" kata Ryan.


Sesampainya di kantor yang pertama kali Nat lakukan adalah menemui Mona. Melihat Nat datang Mona sangat senang.


"Naaatt kamu udah masuk kerja?" kata Mona. Demikian juga dengan karyawan lainnya. Mereka bersikap ramah pada Nat. Bahkan yang dulu suka mencibirnya. Tapi Mia tetap dengan pandangan mata siriknya melihat Nat datang.


"Ternyata kamu masih hidup? Hebat ya kamu kayak kucing, nyawanya banyak" kata Mia dengan sinis.


"Hei Mia kalau punya mulut dijaga donk" kata Mona membela. Rekan kerja yang lain juga mencoba membela Nat.


"Alah kalian semua munafik, kalian baik sama Nat karena biar gak di pecat dari sini kan? Masa kalian gak tau trik kotor apa yang dia pakai sampai bos mau sama dia?" kata Mia


"Terserah apa yang kamu katakan Mi, yang jelas itu gak mempengaruhi hubunganku sama Ryan. Lagi pula harusnya kamu sadar kamu bukan sainganku" kata Nat. Dia banyak belajar bagaimana cara menghadapi hal-hal semacam ini. Dia sudah lelah menjadi cewek lemah yang gampang ditindas.


"Aku juga gak sudi saingan dengan cewek murahan kayak kamu!" kata Mia


"Oh iya?? Setidaknya walaupun aku 'murahan' tapi Ryan mau sama aku. Kalau kamu,, mungkin Ryan dikasih gratis juga gak mau" kata Nat. Mona tersenyum mendengar jawaban Nat. Mia pergi dengan kesal. Dia gak nyangka Nat akan menjawabnya begitu.


"Gilaa Nat. Sekarang kamu keren banget." kata Mona terkagum.


"Sekali-kali harus di bales Mon" kata Nat.


"Betuull" katan Mona sambil mengacungkan jempolnya.


Setelah menemui Mona, Nat kembali ke mejanya yang masih satu ruangan dengan Ryan.

__ADS_1


"Sudah Nat ketemu Monanya?" kata Ryan saat melihat Nat membuka pintu.


"Sudah"


"Gimana?"


"Apa?"


"Senang ketemu Mona?" kata Ryan lagi.


"Senang" kata Nat. Dia bingung kenapa Ryan jadi banyak tanya.


Nat mendekati mejanya. Masih sama posisinya saat dia tinggalkan beberapa waktu lalu. Diatas meja dia menemukan kartu atm. Dia mengambilnya kemudian melihat kearah Ryan. Ryan masih sibuk dengan berkas didepannya. Kemudian Nat mendekati Ryan.


"Ryan, ini punya kamu?" kata Nat meletakan atm di meja Ryan.


"Bukan. Itu punya kamu. Pin nya tanggal ulang tahunmu." kata Ryan.


"Tapi..." kata Nat ragu.


"Itu bukan percuma ya. Kamu harus ganti dengan kerja yang bener disini" kata Ryan. Karena dia tau Nat gak mungkin mau menerimanya begitu aja dengan percuma.


"Beneran? Aku bisa ambil dulu?" kata Nat senang.


"Berapa?"


"Aku gak tau kamu mau beli apa, jadi aku cuma isi seratus aja, kalau kurang kamu kasih tau akubya. Nanti aku tambah lagi" kata Ryan.


"Seratus juta???" kata Nat bengong.


"Iya lah masa seratus ribu?" jawab Ryan dia bingung kenapa Nat bengong.


"Gak jadi ini terlalu banyak" Nat menyodorkan kartunya pada Ryan.


"Gak papa kamu simpan aja, kalau butuh apa kamu bisa pakai lagi"


"Tapi"


"Tapi apa lagi. Sudah bawa aja nanti kalau mau ajak Mona biar dia temenin kamu beli barang yang kamu mau" kata Ryan. Kemudian dia sibuk dengan kerjaannya lagi.


"Makasih Ryan" kata Nat sungguh-sungguh. Kemudian dia kembali kemejanya. Dengan bahagia dia menghubungi Mona agar menemaninya belanjansepulang kerja. Ryan tersenyum melihat Nat bahagia.


Sore harinya Nat dan Mona sudah ada di pusat perbelanjaan. Karena Ryan sudah mengizinkan Nat pergi dengan Mona, jadi dia bisa tenang. Nat langsung membeli laptop seperti keinginannya. Dia senang sebentar lagi dia bisa menulis lagi. Walaupun hanya untuk iseng-iseng.

__ADS_1


"Kita makan dulu yuk Mon" kata Nat.


"Nah ini yang aku tunggu dari tadi, tawaran makan." kata Mona, Nat tertawa. Sahabatnya ini memang jago makan.


Mereka masuk ke dalam salahbsatu restoran cepat saji disana.


"Heii Nat, kita ketemu lagi" tiba-tiba Joe datang dengan membawa nampan di tangannya. Sepertinya dia sedang mencari tempat duduk.


"Hei Joe, kok bisa kebetulan selalu ketemu kamu ya?" kata Nat. Mona senang dengn kedatangan Joe. Dia langsung menawarkan kursi di sebelahnya untuk Joe.


"Iya, mungkin kita jodoh" kata Joe.


"Jodoh jadi teman yaa," kata Nat segera menjawab kalimat Joe. Joe mengangguk.


"Kalian sering ketemu?" kata Mona penasaran.


"Gak kok Mon, kemaren gak sengaja aja ketemu waktu belanja" kata Nat.


"Ooohh"


Mereka akhirnya makan bertiga. Joe memang orang yang menyenangkan. Sehingga Nat atau Mona dapat menerima dia dengan senang.


Tiba-tiba handphone Nat berbunyi, Ryan telepon. Dia memberi isyarat pada Joe dan Mona agar diam.


"Halo Ryan"


"Nat kamu dimana? Aku jemput ya? Aku udah beres ni urusannya" kata Ryan


"Aku ada di Mall Z Ryan, kamu jemput sekarang aja" kata Nat.


"Oke" kata Ryan. Kemudian menutup telepon.


"Ryan mau jemput Nat?" kata Mona.


"Pacar kamu?" tanya Joe. Nat mengangguk.


"Ayoo Mon kita tunggu Ryan di depan, soalnya takut nanti Ryan salah paham. Maaf ya Joe. Kita tinggal dulu ya?" kata Nat


"Gak papa kok Nat, kapan-kapan kita bisa ketemu lagi kan?" kata Joe.


"Bisa bisa" jawab Mona dengan cepat. Nat menarik tangan Mona meninggalkan Joe.


Setelah Nat dan Mona menjauh, Joe menghubungi seseorang. Seseorang yang menjadi alasan dia mendekati Nat.

__ADS_1


"Halo Bel, kamu benar. Sepertinya Nat penting untuk Ryan, aku sudah emnarik perhatiannya. Hanya tinggal menunggu dia tertarik denganku. Oh iya tolong kasih tau Rey jangan ikut campur. Atau semuanya berantakan" kata Joe, kemudian dia menutup teleponnya


__ADS_2