Rasa Ini

Rasa Ini
cowok cerewet


__ADS_3

Hari ini Rey kembali dari luar kota. Rey memang bisa dibilang cowok sukses, dia memiliki bisnis yang bagus, bentuk tubuh yang keren, wajah yang tampan. Tapi Nat sangat membenci sifatnya yang kasar, emosi yang tidak stabil, dan sifatnya yang kejam dan egois. Tapi Nat harus tetap bersabar dengan Rey, demi adiknya. Karena dia satu-satunya harapan adiknya.


"Sayang, aku ada sesuatu untuk kamu. Kamu pasti suka" kata Rey sambil mengeluarkan tas ber merk yang dibawanya. Mungkin kalau gadis lain yang menerima hadiah ini akan sangat senang, tapi tidak dengan Nat dia menerimanya dengan getir.


"Makasih ya... Aku suka" kata Nat smbil tersenyum. Rey puas melihat senyum Nst. Dia merasa bangga sudah memberikan Nat tas mahal.


"Kamu harus bersyukur karena jadi pacarku, minta apa aja aku kasih. Adikmu yang sakit-sakitan itupun bisa hidup sampai sekarang. Semua karena aku." kata Rey menyombongkan diri. Setiap kali memberikan hadiah selalu mengungkit hal ini. Inilah yang membuat Nat enggan menerimanya tapi kalau tidak diterima dia akan marah-marah. Dan marahnya tidak kenal tempat. Sejak bersama Rey hidupnya sempit bahkan dia tidak diijinkan berteman dengan orang lain. Karena Rey pikir dia lebih dari cukup untuk Nat.


"Nat kamu bahagia kan pacaran denganku" tanya Rey.


"Menurutmu?"


" pasti bahagia kan, aku kaya, ganteng, banyak cewek kejar aku, kamu harus bersyukur kamu aku jadikan pacar. Kamu yang bukan siapa-siapa." kata Rey. Dalam hati Nat mengutukinya.


" terimakasih. " hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut Nat. Saat Rey sedang berbicara, Nat melihat seseorang yang dia kenal, yang selalu dia ingat berapa minggu tetakhir. Ryan. Walaupun hanya sekilas Nat tahu kalau tadi Ryan.


" Rey, aku ke kamar mandi dulu ya " kata Nat sambil berdiri. Entah apa yang Nat pikirkan. Apakah dia ingin mencari Ryan atau dia gak mau Ryan tau dia dengan laki-laki. Tetapi Nat merasa dia harus pergi dulu dari hadapan Rey. Beberapa saat kemudian Nat kembali menemui Rey. Sesekali dia melihat ke kanan kiri.


" kamu kenapa si dari tadi gak tenang banget" kata Rey gak sabar.


" gak papa kok, cuma sepertinya disini ramai yah klo jam segini" kata Nat mencari alasan.

__ADS_1


"Kan disini memang ramai. Setiap kita datang kesini pasti ramai kan." jawab Rey bingung. Nat sedikit lega karena Rey tidak curiga lagi. Tapi pikirannya kembali ke Ryan. Ahh... Nat sangat ingin bertemu lagi. Tiba-tiba ada perempuan yang mendekat dan langsung memeluk Rey. Itu membuat Rey dan Nat kaget.


"Rey kamu kok pulang gak bilang-bilang si" kata perempuan itu dengan manja. Rey menjadi salah tingkah. Mungkin karena Nat ada disitu. Dan kesempatan itu dipakai Nat untuk kabur dari Rey.


"Rey.... Ini siapa? Ternyata kamu yang bermain di belakangku?" kata Nat kemudian dia lari menjauh.


"Nat tunggu Nat..." saat Rey akan mengejar dia ditarik oleh perempuan itu.


"Rey... Kamu jahat didepanku masih kejar cewe lain." kata perempuan itu merajuk.


"Aduh kamu ini sudah tau aku lagi sama cewek aku. Kenapa main peluk aja." kata Rey. Dia pikir gampang untuk mendekati Nat lagi nanti.


"Ryan...." ternyata Ryan yang menariknya.


"Kamu kenapa lari sambil ketawa sendiri. Untung gak diteriakin orang gila" kata Ryan bercanda. Nat tertawa kecil mendengarnya.


"Apa hubunganmu sama Rey" tanya Ryan lagi. Itu membuat Nat kaget dan gugup


untuk menjawabnya.


"Rey itu pacarku. Kamu kenal Rey?"

__ADS_1


"Tentu saja.. Aku dan Rey ada kerjasama beberapa proyek, kamu benar pacarnya?" kata Ryan kurang yakin.


"Iyaa.." jawab Nat dengan ragu juga.


"Aku gak percaya" kata Ryan. Nat kaget kenapa Ryan gak percaya.


"Ya secara status aku pacarnya.."


"Secara status?"


"Ya begitulah... Kok jadi ngomongin masalahku si? Kamu lagi apa disini?" Nat mencoba mengalihkan pembicaran


"Tadi aku habis ketemu rekan bisnis. Mmm Rey mana?" tanya Ryan, sebenarnya dia tadi melihat Rey di peluk wanita lain dan Nat yang berlari meninggalkan mereka. Yang menjadi pertanyaan Ryan kenapa Nat tertawa melihat pacarnya dipeluk wanita lain?


"Rey... Ada disana. " Nat menunjuk asal.


"Kamu mau kemana?"


"Aku... Aku ada kerjaan jadi harus pergi dulu. Daaaahhh..." Nat buru-buru kabir sebelum Ryan bertanya lebih banyak lagi.


"Kenapa sekarang cowo lebih cerewet ya" kata Nat bergumam sendiri saat perjalanan pulang

__ADS_1


__ADS_2