
Setelah peristiwa tangan Nat tersiram kopi panas, dikantor Ryan menjadi Ryan yang dulu. Yang dingin, tidak bisa berbasa basi. Tidak tersenyum.
"Si bos kenapa ya? Dia kembali ke aslinya" kata teman-teman kantor Nat.
"Hei anak baru, kamu ada ngadu ya tentang kejadian kemarin itu?" kata Fara pada Nat.
"Maaf, aku bukan tukang ngadu" jawab Nat singkat.
"Kenapa bos berubah lagi?"
"Mana aku tau, aku hanya anak baru. Kalau memang aku ada hubungan dengan bos dan mengadu apakah kamu amsih bisa tenang disini sekarang?" Mendengar kaya Nat, Fara merasa masuk akal juga. Tapi kalau bukan karena Nat, kenapa bos berubah lagi? Pertanyaan itu tetap dalam pikiran Fara.
"Iya ya... Si bos Ryan bagus kemarin-kemarin sudah mau senyum. Lah sekarang kaku lagi. Kamu pasti tau kan Nat kenapa bisa begitu" selidik Mona. Sambil menatap Nat. Nat melotot ke arah Mona.
"Aduh... Kok kamu ikut2an mereka si... Aku gak tau kenapa Ryan begitu. Kalau pada penasaran kenapa gak tanya aja sekalian si ama orangnya" gerutu Nat.
__ADS_1
"Gila aja langsung tanya ke orangnya... Bisa bisa dipecat tanpa pesangon" kata Mona, jawaban Mona membuat Nat tertawa.
"Nat, bos Ryan memanggil kamu," kata Bob tiba-tiba sudah berada di belakang Mona.
"Aku?" Bob mengangguk. Kemudian berbalik badan dan pergi. Fara mendekati Nat.
"Benarkan, buat apa bos memanggil anak
baru sepertimu. Kita yang sudah lama bekerja disini saja belum pernah masuk ke ruangan bos" kata Fara dengan mata yang melotot kearah Nat. Nat tidak menjawab, dia langsung melangkah ke ruangan Ryan.
"Apakah dia membully kamu lagi?" kata Ryan sambil menatap Nat.
"Maaf pak, kalau bukan urusan pekerjaan saya permisi" kata Nat sambil berbalik meninggalkan Ryan. Tapi dengan cepat Ryan menahan tangannya.
"Nat.. mereka buat kamu susah kamu bisa kasih tau aku" Nat menghela nafas.
__ADS_1
"Ryan.. Kamu berubah sikap aja mereka mencurigai aku... Bagaimana kalau sampai kamu terang-terangan bela aku, bisa bisa aku gak bertahan disini"
"Aku mau bela siapa dekat dengan siapa bukan urusan mereka, mereka toh cuma pegawai aku aja"
"Aku bisa hadapi ini sendiri kok, Aku mau dengan usaha sendiri. Kamu sudah banyak bantu aku. Sekarang ijinkan aku belajar mandiri. Gak bisa selamanya aku bergantung sama kamu" kata Nat sungguh-sungguh.
"Kenapa gak bisa? Kamu bisa selamanya bergantung sama aku, aku maunselamanya melindungi kamu" mendengar jawaban Ryan hati Nat tenang. Wajahnya memerah. 'Apakah Ryan sedang menyatakan perasaannya?' kata Nat dalam hati.
"Aku masih banyak pekerjaan, permisi" Nat langsung keluar ruangan Ryan. Saat dia berjalan menuju meja kerjanya semua mata melihat curiga ke arahnya.
"Kenapa bos panggil kamu Nat?" tanya Mona yang juga penasaran seperti yang lain. Tatapan orang-orang membuat Nat tidak nyaman. tapi dia harus bisa melewatinya. Selama ini dia selalu mengandalkan orang lain. saatnya Nat berdiri dengan kakinya sendiri. dia menatap Mona kemudian tersenyum.
"Gak papa Mon." jawab Nat sekenanya. Mona menatap Nat curiga.
"Kamu bener ada hubungan sama bos ya?" selidik Mona.
__ADS_1
"Gak kok. Cuma kenal aja, dia itu temen sepupu aku" kata Nat berbohong. Mona semakin penasaran dan terus menanyakan Ryan. Nat memantapkan hati akan menghadapinsemua masalah yang akan menghadangnya ke depan. Dia pasti bisa