
Untuk pengobatan Nael, Ryan mengusulkan agar Nael dipindahkan keluar negeri.
"Aku ada kenal dokter ahli, dia pasti bisa membantu Nael. Setidaknya Nael lebih tenang disana dalam menjalani pengobatan" kata Ryan meyakinkan Nat dan Nael.
"Tapi... Bagaimana dengan kak Nat" kata Nael yang tidak rela jauh dari kakaknya.
"Kamu tenang aja Nael, aku yang akan menjaga Nat disini. Kamu gak usah khawatir" Ryan meyakinkan Nael. Mendengar kata-kata Ryan, wajah Nat memerah.
"Kak Nat..." Nael meminta pendapat Nat yang dari tadi hanya diam. Nat tau dia sangat ingin Nael sembuh, tapi dia juga tidak rela jauh dari Nael.
"Apakah kamu yakin disana Nael aman?" tanya Nat pada Ryan. Ryan tersenyum dan mengangguk pasti.
"Kalau memang ini yang terbaik buat Nael, aku setuju..." akhirnya Nat menyetujuinya.
__ADS_1
"Apakah kak Nat baik saja disini?" Nael masih khawatir dengan Nat. Karena dia tau Rey tidak akan melepaskan mereka begitu saja.
"Kamu tenang saja, kakak pasti baik-baik saja disini. Yang penting kamu harus semangat buat sembuh. Bukankah kamu ingin bahagiain kakak?" kata Nat mrmberi semangat Nael.
"Iya kak, aku pasti akan sembuh, kak Ryan tolong jaga kak Nat, buat dia bahagia kak. Kak Nat sudah terlalu menderita karena aku, aku nitip kak Nat. Saat aku kembali aku pasti akan membalas kebaikan kak Ryan"
"Kamu tenang aja, aku pasti gak akan buat kakak kamu yang nyebelin ini sedih lagi" kata Ryan sambil menggoda Nat. Nael dan Nat tersenyum.
"Ryan, aku sudah sembuh. Lebih baik aku pulang kerumah" kata Nat saat makan malam.
"Yakin mau pulang? Rey beberapa kali datang kerumahmu. Tapi aku sudah mengganti kunci rumahmu. Aku jg sudah menyuruh orang merapikannya." mendengar Rey masih mencarinya hatinya menciut juga.
"Sebenarnya aku hanya ingin bekerja. Aku sudah lama tidak menyerahkan hasil tulisanku. Pasti aku sudah di pecat" kata Nat sedih.
__ADS_1
"Untuk kebutuhan kamu, apa yang kamu perlukan tinggal bilang aja." jawab Ryan santai.
"Nggak.. Nggak... Aku nggak mau. Aku sudah berhutang terlalu banyak sama kamu. Aku takut gak bisa bayar. Lebih baik aku bekerja"
"Sepertinya kamu sudah di pecat,mau kerja dimana?"
"Aku bisa memulai dari awal, aku akan mencari pekerjaan." Melihat Nat yang bersungguh-sungguh Ryan tidak tega meruntuhkan semangatnya.
"Baiklah, kalau kamu mau kamu bisa bekerja di perusahaanku. Kamu juga gak usah keluar dari rumahku. Anggap saja ini fasilitas perusahaan. Aku hanya khawatir kamu diluar sendirian. Rey pasti tidak akan begitu saja melepaskanmu." Mendengar kata-kata Ryan, Nat berpikir sejenak.
"Oke... Tapi aku gak mau berangkat kerja bareng kamu, pulang juga. Dan di kantor aku gak mau orang lain tau aku kenal kamu. Boleh?" kata Nat bersungguh-sungguh. Ryan mengernyitkan keningnya, memandang Nat dengan sungguh-sungguh. Dia heran.
"Baiklah kalau itu mau kamu" akhirnya mereka bersepakat. Ryan kagum dengan sikap Nat. Disaat cewek-cewek dikantornya berlagak sok dekat bahkan sering mengaku dekat dengannya, walaupun sebagian besar dari mereka tidak pernah bertatapan dengannya. Nat malah gak mau orang lain tau kalau mereka dekat
__ADS_1