Rasa Ini

Rasa Ini
berita pertunangan


__ADS_3

"Ryan lihat deh. Ada berita tentang kamu di berita online" kata Bob dengan terburu-buru. Dia menunjukan tablet yang di pegangnya, mendekatkan pada Ryan untuk dilihat. Ryan penasaran dan membacanya ternyata berita tentang pertunangannya dengan Bela.


"Pengusaha Tajir akan segera melepas masa lajangnya." kata Bob membaca berita itu. Wajah Ryan berubah merah karena marah.


"Ternyata Bela semakin melangkah jauh. Kita gak boleh membiarkan ini Bob" kata Ryan.


"Iya. Kita harus secepatnya membongkar semua perbuatan jahatnya."


"Oh ya.. Jangan sampai Nat tau berita ini" kata Ryan lagi. Dia gak mau Nat salah sangka. Karena akan menambah masalah nantinya.


"Wah kalau itu kamu yang bisa atur Ryan." kata Bob.


"Ya udah aku ke rumah sakit dulu. Kamu tolong hubungi Vino suruh dia ke rumah sakit ya" kata Ryan kemudian pergi kerumah sakit.


Dalam perjalanan teleponnya berbunyi. Ternyata Bela yang mrnghubunginya.


"Ada apa?!" kata Ryan gak sabar.


"Ya ampun calon suami aku galak bener sih, aku jadi tambah cinta"


"Gak usah sok dekat. Cepat katakan ada apa?"


"Oke deh. Kamu udah baca berita online kan. Ya ampuun ternyata kamu terkenal yaaa. " kata Bela dengan suara yang dibuat-buat.

__ADS_1


"Pasti kamu kan yang membuat berita itu. Maksud kamu apa?" kata Ryan dengan marah. Bela tertawa senang.


"Aduh Ryan.. Aku kan hanya berbagi kebahagiaan dengan dunia. Sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Ryan. "


"Jangan mimpi!" Ryan menutup telepon. Dia ingin segera sampai dirumah sakit supaya bertemu Nat.


Sampai dirumah sakit dia melihat Nat sedang duduk di dekat jendela. Melihat keluar.Ryan mendekati Nat, kemudian memeluk dari belakang. Kepalanya dia senderkan di bahu Nat. Nat yang gak menyadari kedatangan Ryan karena asyik melamun menjadi terkejut.


"Kamu kenapa? Cape ya?" tanya Nat sambil mengusap kepala Ryan. Dia merasa sekarang Ryan sedang berada di titim terendahnya sebagai seorang laki-laki. Ryan membutuhkan seseorang yang bisa membuatnya semangat. Dia memegang tangan Ryan yang mrlingkar di lehernya. Membiarkan Ryan sebentar beristirahat di pundaknya.


Beberapa saat Ryan melepaskan pelukannya. Kemudian dia jongkok di depan Nat. Nat melihat wajah Ryan lesu, terlihat dia lelah.


"Kamu sakit ya?" kata Nat sambil memegang pipi Ryan.


"Maaf Ryan, aku gak bisa bantu kamu. Aku selalu menyusahkan kamu, sampai kamu seperti ini" kata Nat, dia menangis merasa gak bisa berbuat apa-apa untuk Ryan.


"Hei... Bukan kamu yang membuat aku lelah. Tapi banyak hal yang memenuhi pikiranku akhir-akhir ini." Ryan menghapus air mata Nat. Nat berhenti menangis.


"Benarkah?" Ryan mengangguk " apakah aku bisa mengurangi beban kamu?" tanya Nat lagi. Ryan tersenyum.


"Tentu saja. Ijinkan aku memelukmu itu sudah cukup membuat bebanku menjadi ringan" kata Ryan


"Dasar kamu mencari kesempatan" kata Nat sambil menarik hidung Ryan. Ryan mundur mencoba melepaskan diri.

__ADS_1


"Jadi gak boleh ya?" kata Ryan cemberut.


"Boleh kok, asal itu bisa membuat kamu tenang" Ryan tersenyum kemudian dia memeluk Nat. Hatinya menjadi lebih tenang. Bebannya jadi sedikit lebih Ringan.


"Makasih ya sayang" bisik Ryan sambil memeluk Nat. Nat mengangguk.


Sementara itu saat mendengar Ryan marah Bela sangat senang, dia puas. Dia merasa usahanya untuk membuat Ryan gak tenang berhasil.


"Lihat saja Ryan, sebentar lagi kamu akan memohon untuk aku menikah denganmu" kata Bela.


"Bagaimana Bel?" kata Rey penasaran karena Bela terlihat senang setelah telepon Ryan.


"Dia sudah mulai masuk ke dalam jebakan. Kita tinggal menunggu dan lihat" kata Bela.


"Kamu memang luar biasa Bel" kata Rey. Dia mendekati Bela dan memeluknya.


"Apa yang kamu lakukan?" kata Bela mencoba melepaskan diri.


"Aku tau Bel, kamu juga mau aku kan?" kata Rey.


"Kamu jangan sok ganteng ya, kamu harus tau diri siapa aku dan siapa kamu" kata Bela mendorong Rey dengan kasar. Matanya menatap tajam pada Rey.


"Maaf Bel, aku gak bisa menahan diri. Karena kamu memang terlalu cantik dan seksi" kata Rey mrncoba menenangkan Bela.

__ADS_1


"Oke.. Aku tau aku cantik dn seksi. Aku sudh biasa mendapatkan perlakuan seperti itu dari cowok, hanya Ryan yang dingain sama aku" kata Bela, dari nada suaranya terlihat dia sangat kesal karena Ryn gak pernah tertarik padanya


__ADS_2