
Siang ini Bela dan Rey kembali mendatangi kantor Ryan. Semua karyawan tau sifat Bela yang kejam dan kasar. Saat Bela datang gak ada yang berani bersuara ataupun melihatnya. Bahkan banyak yang mendoakan agar Bela dan Ryan batal menikah. Karena mereka takut kalau sampai Bela menjadi nyonya bos mereka.
"Gak kebayang kan kalau nenek sihir jadi istri bos" kata salah satu karyawan.
"Masih mending Nat kan yang sama bos. Bos jadi baik, terus jadi lebih perhatian ama kita, Nat juga orangnya baik, kalian aja sih dulu pada iri" kata Mona pada yang lain. Semua mengiyakan.
"Alah Mona didengerin, lagian Nat juga gak ada lagi kan. Nat mana pantes sih sama Ryan" kata Mia yang memang gak pernah suka dengan Nat.
"Eh dari pada kamu mendingan Nat donk. Kalau kamu bisa coba aja deketin Bos Ryan" kata Mona menantang Mia. Mia yang memang gak pernah bisa bisa dekat dengan Ryan hanya mencibir.
"Kalian sedang rebutan apa?" tiba-tiba Vino dan Bob ada di situ. Semua langsung diam.
"Oh ini Pak, si Mona ngajakin gosip" kata Mia sengaja menyalahkan Mona.
"Enak aja kamu ngomong ya..." kata Mona yang gak terima.
"Stop. Jangan pada berantem donk nanti cantiknya pada ilang loh. Tuh make up bisa luntur semua kalau marah-marah" kata Vino, Bob tertawa mendengar kata-kata Vino tetapi semua langsung diam. Dalam hati mereka keselnjuga, berarti maksud Vino mereka cantik karena make up aja.
"Mona.. Aku ada perlu sebentar" kata Bob, mona terkejut *** Bob langsung mengangguk dan berbalik, Mona mengikutinya dari belakang. Melihat Mona dipanggil Bob, Mia panas seperti biasa.
"Gak ada Nat, sekarang Mona. Aduh tuh cowok pada gak lihat apa body Mona yang kaya truk tronton" gerutu Mia.
"Alah bilang aja kamu iri Mi" kata salah satu rekannya.
"Enak aja aku iri, gak liat apa aku lebih dari Mona dalam segala hal." kata Mia gak terima. Rekan yang lain hanya tertawa. Mereka sudah hapal sifat Mia yang merasa lrbih dari semuanya.
Setelah jauh dari Mia dan yang lainnya. Dan tempat sepi Bob menghentikan langkahnya. Mona yang fokus jalan sampai terkejut dan menabrak Bob yang mendadak berhenti.
__ADS_1
"Aduh maaf Pak, saya gak sengaja. Pak Bob berhenti gak kasih tanda" kata Mona gugup, Vino tertawa mendengarnya.
"Mobil kali berhenti pakai tanda" kata Vino sambil tertawa, Muka Mona memerah karena malu.
"Mona, aku minta kamu jangan sampai kasih tau ke orang lain kalau Nat masih hidup, mengerti?" kata Bob serius.
"Baik Pak, tapi boleh tau kenapa?"
"Untuk alasannya kamu gak perlu tau, tapi ini untuk keselamatannya" kata Bob dengan suara pelan. Mona mengangguk mengerti.
"Siapa yang sedang kamu lindungi Bob?" tiba-tiba Bela dan Ryan ada dekat situ juga.
"Bukan urusan kamu Bel" kata Bob sambil memberi kode pada Mona untuk kembali. Rey melihat tajam ke arah Mona sampai Mona gemetar ketakutan.
"Cuma kacung Ryan aja sombong kamu" kata Bela.
"Lebih baik kalian kembali, jangan bikin kacau atau keributan disini" kata Vino mengusir Bela dan Rey.
"Jangan mimpi" kata Bob dia mendekati Rey dan memegang kerah bajunya. Suasana mulai memanas.
"Hentikan!!" teriak Ryan yang melihat keributan itu.
"Ryan tolong ya itu dua kacung kamu diajarin yang bener. Mereka harua tau kalau sebentar lagi aku akan menjadi istri bos di perusahaan ini" kata Bela sambil menggandeng lengan Ryan.
"Sebaiknya kalian pergi sekarang." kata Ryan pada Bela sambil melepaskan tangannya dari pelukan Bela.
"Oke, kalian masih merasa hebat sekarang tapi sebentar lagi lihat saja" kata Bela sambil meninggalkan tempat itu diikuti Rey.
__ADS_1
"Gila itu orang" kata Bob kesal.
"Udah lah simpan tenagamu buat yang lain." kata Ryan.
Dalam perjalanan menuju rumah Bela, dalam mobil Bela membahas masalah Mona. Dia melihat ada rahasia antara Mona dan Bob yang membuatnya penasaran.
"Rey, kamu tau karyawan yang tadi bicara dengan Bob?" kata Bela pada Rey.
"Yang agak gemuk itu Bel? Kenapa?" kata Rey penasaran
"Aku curiga ada sesuatu. Kamu coba cari informasi tentang karyawan itu, aku harus tau apa yang mereka sembunyikan" kata Bela.
"Oke Bel" kata Rey.
Tanpa menunggu lama, Rey segera menyelidiki Mona dan mendapatkan informasi dari koneksinya yang ada di kantor Ryan.
"Bela, aku udah dapat informasi tentang karyawan itu. Namanya Mona, ternyata dia teman Nat" kata Rey
"Jadi ada hubunganya dengan Nat?" kata Bela berpikir.
"Tapi kan Nat sudah mati Bel" kata Rey.
"Tapi mayat Nat gak pernah kita lihat kan? Aku yakin Mona pasti tau apa yang sebenarnya terjadi. Kamu udah dapat alamat Mona tinggal? Besok saat dia akan berangkat kerja kamu harus bisa menculiknya. Dan paksa dia bicara" kata Bela. Rey tersenyum, dia tau apa yang harus dilakukan.
"Aku pasti akan dapatkan informasi dari dia Bel, kamu memang sangat pintar Bel" kata Rey sambil mendekati Bela dan membelai rambutnya.
'Suatu saat cewek ini akan jatuh ke peliukanku' kata Rey dalam hati.
__ADS_1
Keesokan harinya saat Mona akan berangkat kerja. Seperti biasa dia menunggu taksi di dekat rumahnya. Tiba-tiba ada mobil berhenti didepannya. Mona gak curiga, dia tetap berdiri ti tempatnya. Lalu dua orang turun dari mobil dan salah satu dari mereka menanyakan alamat. Saat Mona akan menjawab tiba-tiba dia di bungkam dengan sapu tangan dan kesadarannya hilang. Mona pingsan dan diamsukan dalam mobil. Beberapa orang yang melihat kejadian itu berteriak tapi mobil langsung meninggalkan tempat itu dengan cepat.
Rey berhasil membawa Mona. Dan dia bertekad Mona harus bicara bagaimanapun nanti caranya