Rasa Ini

Rasa Ini
mencoba mengerti


__ADS_3

Nat mencoba tenang. Dia mencoba untuk tidak larut kedalam kesedihannya. Dia mencoba memahami situasi yang sedang terjadi. Meskipun Nat cemburu itu juga bukan hak dia, karena hubungn dengan Ryan selama ini juga masih antara bos dan karyawan. Ryan juga gak pernah menyatakan cinta pada Nat. Nat berpikir gak seharusnya dia bersedih. Dia bekerja di perushaan ini juga karena untuk membayar hutang. Dan untuk kesembuhan Nael.


Selesai rapat, Ryan kembali ke ruangannya. Disana Nat sedang bekerja di tempatnya sebagai sekretaris. Melihat Ryan masuk, Nat mencoba tenang. Dia hanya melemparkan senyum pada Ryan kemudian melanjutkan kerjanya tanpa memperdulikan Ryan lagi.


Ryan tau Nat tidak seperti biasanya. Perlahan dia mendekati meja kerja Nat. Nat tetap menyibukkan diri dengan laptopnya. Atau lebih tepatnya pura-pura sibuk.


"Nat..." panggil Ryan yang melihat Nat seakan gak peduli dengan kehadirannya.


"Ya..." kata Nat tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.


"Masalah tadi aku mau jelasin..." kata Ryan sabar degan sikap Nat yang cuek.


"Gak ada yang harus dijelaskan" kata Nat"


"Nat... Aku gak ada hubungan apapun dengan Bela." Nat terkejut mendengar nama Bela. Pertanyaan dipikirannya sudah ada jawaban. Jadi tadi itu Bela. Menurut kabar yang beredar di anyara karyawan Bela adalah tunangan Ryan.


Tapi Nat mencoba bersikap biasa. Di depan Ryan dia menunjukan dia baik-baik saja.


"Ada atau gak ada hubungan antara kamu dan Bela gak ada urusannya denganku" kata Nat dengan suara berat. Dengan sekuat tenaga dia menahan air matanya.


"Ada Nat. Ini urusanmu. Karena aku gak ada perasaan apapun dengan Bela. Aku hanya punya perasaan sama..."


"Kalau gak ada perasaan gak mungkin berpelukan di dalam ruangan berdua." kata Nat memotong kalimat Ryan.


"Itu dia yang peluk aku..."


"Tapi kamu mau kan. Kamu suka kan." kata Nat dengan emosi.


"Aku terpaksa Nat..." kata Ryan masih dengan lembut. Mencoba bersabar.


"Heh terpaksa. Terpaksa karena enak kan dipeluk cewek seksi. Kalau kamu dipaksa tidur sama dia kamu juga akan lakuin karena terpaksa?!"


PLAK!!!!


Tanpa sadar Ryan menampar Nat. Nat terjatuh dia sangat terkejut. Saat itu dia melihat Rey dan Ryan sama. Dengan mudahnya memukul dia. Badannya gemetar. Kenangan buruk dengan Rey kembali muncul. Air mata yang darintadi ditahan sudah tidk bisa dibendung lagi. Nat ketakutan.

__ADS_1


Ryan terkejut, melihat keadaan Nat. Dia merasa sangat bersalah. Dia mendekati Nat dan memegang tangannya. Tapi dengan cepat Nat menarik tangannya dan mundur menjauh dari Ryan.


"Maaf Nat maaf... Aku gak sengaja" Ryan berusaha mendekati Nat tapi Nat selalu menjauh.


Dengan sekuat tenaga Nat mencoba berdiri. Dia mengambil tasnya. Dia berencana akan pergi. Tapi Ryan kembali menarik tangannya.


"Jangan!!! Jangan mendekat!!" teriak Nat. Dia ketakutan. Ryan tersadar dia telah membuat Nat teringat dengan Rey.


Bob yang mendengar teriakan Nat, langsung berlari masuk.


"Ada apa Ryan?" Bob bingung melihat Nat yang terduduk ketakutan dilantai dengan memegangi tasnya. Dengan Ryan yang jongkok di depan Nat.


Melihat Bob datang Nat berlari kearahnya. Seakan dia meminta perlindungan.


"Nat maaf Nat"


"Kamu pukul Nat?" kata Bob pada Ryan heran. Dia tau Ryan sangat sayang pada Nat.


"Iya... Aku gak sengaja. Pikiranku kacau. Bela sudah ada disini pasti bikin masalah lagi"


"Aku tau kamu banyak pikiran tapi kamu juga tau Nat punya trauma. Kalau sudah begini gimana lagi" kata Bob. Kemudian dia mengajak Nat duduk.


"Ryan gak akan sakitin kamu Nat. Tadi dia gak sengaja. Dia sayang kamu" kemudian Ryan mendekati Nat perlahan. Dia memberi Nat minum.


"Minum dulu Nat" katanya sambil menyodorkan gelas berisi air minum. Nat menatap Ryan sejenak, Ryan tersenyum. Senyum yang biasa dia berikn buat Nat. Akhirnya Nat mau mengambil gelas dan meminumnya.


Ryan memeluk Nat erat. Kali ini Nat membiarkannya.


"Maafin aku Nat. Aku janji gak akan lakuin lagi... Maaf" kata Ryan ditelinga Nat.


"Aku takut.." kata Nat perlahan.


"Jangan takut lagi. Aku janji aku akan lindungin kamu. Tolong kasih aku waktu Nat buat selesain masalahku" Nat mngangguk perlahan. Bob yang dari tadi ada disitu hanya tersenyum.


"Bob tolong nanti kamu antar Nat ya" kata Ryan pada Bob.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?"


"Ada yang harus aku selesaikan." Bob mengangguk menyanggupi.


Nat diantar pulang oleh Bob. Karena Ryan harus bertemu dengan Bela.


"Bob, boleh aku tanya?" tanya Nat saat dalam perjalanan pulang.


"Tanya apa?"


"Siapa Bela?"


"Itu pertanyaan rumit. Kalau masalah Bela mungkin lebih baik biar Ryan yang menjelaskannya sendiri" kata Bob. Dia pun seperti bibo gak mau memberi tau tentang Bela.


"Apa Ryan akan jujur tentang Bela?"


"Percaya deh Nat sama aku. Ryan tulus sama kamu. Dengan Bela dia gak pernah suka. Bahkan lebih ke benci. Tapi dia terpaksa juga harus bersabar terhadap Bela. Tapi Ryan pertama kali suka sama cewek ya cuma sama kamu" Nat sedikit kurang percaya dengan kata-kata Bob. Karena gak mungkin seorang seperti Ryan gak pernah drkat dengan cewek.


"Bukankah banyak yang mendekati Ryan?" tanya Nat lagi.


"Banyak.... Tapi kan yang Ryan ladenin cuma kamu" goda Bob. Nat hanya tersenyum.


"Bisa aja kamu"


"Ternyata kamu kalau tersenyum cantik juga ya. Pantas saja Ryan cinta mati sama kamu" goda Bob lagi. Muka Nat memerah malu.


"Dasar cowok yaa.. Pinter rayu. Kayaknya Ryan belajar sama kamu ya" kata Nat sambil tertawa.


"Jelas donk... Aku kan gurunya kalau masalah rayu merayu... Kalau masalah duit aku ngaku kalah deh. Tapi serius deh... Kamu percaya sama Ryan. Dukung dia dari belakang karena cuma kamu yang buat dia tersenyum."


"Aku gak janji, tadi aja dia bikin aku takut"


"Hmmmm masalah tadi. Sebenernya dia lagi ada banyak masalah. Ditambah lagi dengan kedatangan Bela. Yang dia butuhkan sekarang itu dukungan kita. Bukan keras kepalanya kita" kata Bob menjelaskan.


"Kamu nyindir aku keras kepala yaa" kata Nat . Bob mengangguk sambil tertawa.

__ADS_1


Kalau benar seperti yang Bob katakan, berarti Nat harus bisa lebih mengerti Ryan. Lebih bisa mendukung Ryan.


"Ryan sudah terlaly banyak membantuku. Mungkin ini saatnya aku membalasnya. Aku pasti mendukungnya apapun yang terjadi." kata Nat mantap. Bob merasa lega. Dia yakin ada Nat disamping Ryan pasti Ryan dapat melalui semua. Karena masalah sudah mengahadang dan harus dihadapi


__ADS_2