Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 16 : Kembali-nya Putri Elf Ke Ibu Kota


__ADS_3

Setelah 2 hari singgah di kota Sprigan sembari menunggu lingkaran sihir teleportasi selesai, Ferisu hanya bersantai sembari mengumpulkan informasi mengenai peperangan dan melatih para goblin.


Hingga pada akhirnya lingkaran sihir itu selesai, mereka pun berkumpul di ruangan di mansion untuk berpindah ke ibu kota lewat lingkaran sihir.


Ferisu dan yang lainnya pun di teleportasi menuju ke sebuah ruangan di dalam istana kerajaan elf, yakni ibu kota Elven Garden. Di ruangan itu sudah ada Raja elf dan Ratu elf yang menunggu kedatangan putri mereka, karena peperangan yang sudah reda.


Swwoooftttt...!!!


Ferisu dan yang lainnya pun muncul dari lingkaran sihir secara bersamaan. Pada saat itu, Licia melihat kedua orang tuanya pun langsung berlari dan memeluk mereka.


Begitu pula dengan orang tuanya, mereka pun memeluk Licia dengan erat sambil berlinangkan air mata.


"A~Ayah, Ibuu. A~Aku sangat merindukan kalian". Ujar Licia sambil menangis.


"Kami juga, kami sangat merindukan mu Licia". Ujar raja elf.


"Syukurlah, syukurlah kau baik-baik saja". Ujar ratu elf.


Reuni itu pun membuat semua elf yang berada diruangan terharu dan lega karena putri mereka sudah kembali ke kerajaan.


Pada saat itu, raja elf melihat ke arah Ferisu menyimpulkan bahwa Ferisu adalah orang yang menolong Licia dan membantunya untuk sampai ke ibu kota dengan selamat.


"Siapa nama mu anak muda?". Tanya sang raja.


"Ferisu, Furuhashi Ferisu". Jawab Ferisu.


"Apa kau seorang bangsawan?". Tanya sang raja.


Ferisu pun memiringkan kepalanya karena heran dengan ucapan raja. Di dalam dunia Asgard biasanya hanya bangsawan lah yang memiliki nama belakang atau nama keluarga.


"Tidak, saya bukanlah bangsawan". Ujar Ferisu.


"Begitu, kalau begitu tolong izinkan saya untuk berterima kasih karena telah menjaga putri kami selama ini". Ujar raja sambil menundukkan kepalanya pada Ferisu.


"Yah, sama-sama". Balas Ferisu.


"Apakah saya boleh menanyakan sesuatu?". Ujar sang raja.


"Ya?".


"Para goblin yang di belakang mu itu, apakah mereka bawahan mu?". Ujar sang raja.


"Begitulah, tak perlu kawatir. Kami semua tak punya niat buat ngerusuh atau pun berbuat onar". Ujar Ferisu.


"Hahaha, begitu yah. Maaf karena aku mencurigaimu, karena biasanya tak ada goblin yang menjadi bawahan manusia. Lagi pula goblin yang berada di belakang mu itu bukan goblin biasa, tetapi hobgoblin dan ada juga yang mendapatkan class job". Ujar raja elf.


"Ayo kita pindah tempat agar lebih enak mengobrol nya". Ujar raja elf.


Mereka semua pun meninggalkan ruangan itu dan berpindah ke ruangan tamu di dalam istana kerajaan. Para goblin diantarkan menuju kamar mereka sedangkan Ferisu berdiskusi dengan raja di ruangan tamu.


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Ferisu-san". Ujar raja elf.


"Yah".


"Apa yang kau inginkan?, aku akan memberikan mu sebuah permintaan dan aku akan mengabulkannya jika itu masih bisa ku lakukan. Sebagai bentuh terima kasih ku padamu". Ujar raja elf.

__ADS_1


Hadiah yah? aku tak terlalu memikirkannya. Hmmm...


"Ah, kalau begitu aku ingin berbagai bibit sayuran dengan kualitas terbaik". Ujar Ferisu setelah memikirkan hal yang ia inginkan.


"Hanya itu?". Tanya raja elf dengan heran.


"Yah, aku hanya menginginkan hal itu". Balas Ferisu dengan polosnya.


Yah, walaupun kau ingin memberikan aku sebuah emas atau pun berlian. Aku tak memerlukannya karena aku punya banyak material monster yang bernilai mahal.


"Hmmm, baiklah. Aku akan menyiapkan nya untuk mu". Ujar raja elf.


"Apa aku sudah bisa keluar? aku ingin melihat-lihat kota". Ujar Ferisu sambil beranjak dari tempat duduk.


"Yah, apa kau ingin ditemani? aku akan meminta seseorang untuk memandumu". Ujar sang raja.


"Tidak, aku akan berkeliling sendiri saja". Balas Ferisu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah keluar dari ruangan Ferisu berpapasan dengan seorang elf pria yang terlihat seperti bangsawan karena pakaiannya.


"Oh, apakah anda orang yang menolong adik saya?". Ujar elf itu.


"Ya? adik? Maksudmu putri elf itu?". Ujar Ferisu dengan kebingungan.


"Yah, Licia adalah adikku. Ah, maaf atas ketidak sopanan diriku. Perkenalkan nama ku Alfred D. Elven Garden, saya adalah putra pertama sekaligus putra mahkota". Alfred dengan sopan.


"Nama ku Ferisu". Balas Ferisu sambil berjabat tangan dengan Alfred.


"Aku hanya ingin melihat-lihat ibu kota". Jawab Ferisu.


"Kalau begitu bagaimana jika aku memandumu?". Ujar Alfred.


"Tak perlu, anda pasti sibuk bukan?". Ujar Ferisu.


"Tidak, biarkan aku memandumu sebagai ucapan terima kasih ku karena telah menjaga adikku". Ujar Alfred dengan senyuman simpul.


"Baiklah". Balas Ferisu dengan terpaksa.


Saat berjalan di lorong istana, Alfred selalu menceritakan tentang Licia yang masih kecil dan tentang keimutan adiknya itu. Sampai pada akhirnya mereka tiba di halaman depan istana.


"Kau tau, Licia itu orangnya sangat baik, namun ia sedikit pemalu dan sangat mencintai kakaknya ini". Ujar Alfred dengan begitu bangga.


"Ya, yah". Balas Ferisu yang merasa sedikit kesal mendengarkan ocehan Alfred.


Pangeran satu ini, tak perlu di tanyakan lagi. Dia adalah siscon!.


Di halaman depan sudah ada Licia yang sedang duduk bersama ibunya dan mengobrol dengan santai. Ketika Ferisu dan Alfred berjalan mendekati mereka, Licia pun berdiri dan berlari mendekati mereka.


"Oh adikku yang imut peluk lah kakak mu, kau pasti sangat merindukan aku kan?". Ujar Alfred dengan begitu percaya diri sambil melentangkan tangannya.


"Ferisu-sama!!". Ujar Licia sambil memeluk Ferisu.


"Eh?". Gumam Alfred yang diam membatu seperti orang bodoh.

__ADS_1


Alfred pun menoleh dan menatap Ferisu dengan tajam.


"Ferisu-kun, selama ini ternyata kauu!!". Ujar Alfred dengan ketus.


"Jika kakak melakukan sesuatu pada Ferisu-sama aku akan membencimu!". Ujar Licia sambil melihat ke Alfred.


"Ughh! tapi Licia..". Ujar Alfred sambil memelas.


"Gak boleh, ya gak boleh!". Balas Licia.


Putri elf ini, jangan-jangan dia hanya malu dan kesulitan berbicara dengan orang yang tak ia kenal. Namun saat berada di dekat keluarganya, ia seperti gadis biasa pada umumnya. Bahkan mukanya yang sering memerah karena malu didekatku tidak terli-.


Ferisu pun melihat ke arah Licia, dan terlihat jika Licia sebenarnya menahan rasa malunya saat memeluk dirinya.


"Putri? apa anda bisa melepaskan pelukanmu?". Ujar Ferisu dengan canggung karena di lirik oleh ratu elf dan Alfred.


"Kenapa? apa Ferisu-sama tak menyukainya?". Ujar Licia dengan ekspresi yang memelas.


"Ughh, tidak... Hanya saja kita sedang dilihat oleh ibumu dan kakakmu". Ujar Ferisu dengan canggung.


"Baiklah...". Licia pun melepaskan pelukannya dengan perlahan.


Tak lama kemudian datang seorang Elf bangsawan memasuki gerbang istana dan mendekat ke Licia.


"Putri Licia, syukurlah anda kembali dengan selamat". Ujar elf itu sambil berlutut.


"Terima kasih". Balas Licia dengan tersenyum.


"Putri, apa saya boleh bertanya siapa laki-laki berambut hitam itu?". Ujar elf itu dengan sopan.


"Dia? etto, dia adalah Ferisu-sama yang telah menjaga ku selama ini, sekaligus orang yang menjadi ke~ke~kekasih ku". Ujar Licia dengan muka memerah.


"Apaa!! Ferisu-kun kauu!!!". Ujar Alfred yang terkejut dan menatap Ferisu dengan begitu marah.


Ratu elf yang mendengar hal itu pun menghampiri Licia dan menanyakan nya soal itu. Licia pun menjelaskan soal kejadian sebelumnya.


"Ferisu-kun, kau harus bertanggung jawab!". Ujar ratu elf sambil memegang kedua bahu Ferisu sambil menatap nya dengan tajam.


"I~iya!". Jawab Ferisu dengan tegang.


"Hahaha, selamat ya putri. Atas pertunangannya, kalau begitu saya permisi dulu karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan". Ujar elf itu sambil tersenyum.


Elf itu pun pergi keluar dari halaman istana.


"Tch! Ferisu yah, lihat saja aku akan membuat perhitungan padamu. Berani-beraninya kau mengambil Licia-sama yang benar-benar kucintai dari dulu". Gumam elf itu dengan kesal sambil naik ke kereta kuda.


"Siapa dia?". Tanya Ferisu.


"Namanya Gery, dia adalah teman masa kecilnya Licia". Ujar ratu elf.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


TO BE CONTINUE...


__ADS_2