Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampire Membawa Perdamaian Di Dunia Lain
Chapter 23 : Ras Iblis


__ADS_3

Ibu kota elf di kejutkan oleh sebuah invasi dari ras iblis yang secara tiba-tiba. Melihat situasi itu, Alfred pun langsung memimpin pasukan kesatria elf untuk mempertahankan ibu kota dari serangan iblis.


Begitu pula dengan raja dan ratu elf yang memimpin pasukan sihir dan strategi. Para iblis yang terbang sangat di unggulkan karena bisa menyerang dari udara.


Tapi para pasukan sihir tak kalah saing, mereka menembakkan sihir yang kuat dengan kecepatan yang hebat. Akuransi dari sihir para elf hampir 90% akurat.


"Tetap waspada jangan menyerang secara gegabah". Ujar Alfred mengatur pasukan dalam pertarungan di darat.


Para iblis yang berada di darat masuk ke ibu kota melalui jalur pembuangan air, atau lorong bawah tanah. Semua hal itu sudah di rencanakan oleh Liver.


Liver adalah salah satu komandan raja iblis yang handal dalam mengatur strategi perang. Ia akan melakukan cara apapun agar dapat mengalahkan pasukan musuh.


"Ada apa? kau sudah menyerah?". Ujar Liver yang melihat Ferisu diam berdiri.


"...". Ferisu hanya diam dan tak menjawab.


"Kalau begitu aku akan mengambil nyawamu sekarang". Ujar Liver sambil menghilang dengan skillnya.


Saat Liver ingin keluar dari balik bayangan, Ferisu yang mengetahui hal itu pun langsung berputar dan menebaskan pedangnya.


Slaasshh!!


"Ugghh, haha... Seperti nya skill ku sudah di ketahui". Ujar Liver sembari memegang tangan kanan nya yang putus.


"Saber Aura, Accelaration, Boost, Sense of Beast". Gumam Ferisu mengaktifkan beberapa skill.


"Bloody Sword". Ferisu pun mengeluarkan sebuah pedang darah.


Dengan begitu ia akan bertarung dengan 2 pedang sekaligus, pedang darah dan Kuro. Berkat skill Saber Aura, Boost, Acceleration, dan Sense of Beast. Pergerakan Ferisu menjadi lebih cepat dan insting bertarungnya menjadi lebih kuat.


"Illusion Magic : Clone". Gumam Ferisu sembari bergerak cepat.


Dengan sihir itu Ferisu membuat beberapa bayangan dirinya untuk menyerang secara bersamaan. Liver pun menggunakan cara yang sama yakni memasuki bayangan, saat ia ingin keluar menyerang Ferisu dengan mudahnya menangkapnya dan menyerang balik berkat skill sense of beast.


Sluurrrsshh..!!


Pedang darah menusuk tepat di jantungnya Liver.


"Berakhir sudah". Ujar Ferisu dengan sinis sambil menatap Liver.


"Kuhuhu, kau kira aku akan mati dengan serangan begini?!". Balas Liver.


"Cursed Blood, Deadly Poison". Gumam Ferisu.


Secara perlahan darah dari pedang itu memasuki saluran darah milik Liver di ikuti dengan racun yang mematikan.


"Arggghhhh!!!!". Teriak Liver yang merasakan sakit yang luar biasa.


Tubuhnya mulai memunculkan sebuah garis merah di sekujur tubuh akibat cursed blood dan mata, telinga, mulutnya mengeluarkan darah akibat dari deadly poison.


"Berakhir sudah". Gumam Ferisu sembari menarik pedangnya keluar dari tubuh Liver.

__ADS_1


Namun peperangan masih terus berlanjut, para elf sudah mulai terdesak akibat kurangnya persiapan dan karena masih banyak prajurit yang belum pulih akibat perang melawan manusia.


"Huft, menggunakan begitu banyak skill sangat menguras energi sihir ku". Gumam Ferisu sembari menghela nafas.


Ia pun memotong lengan dari Liver dan meminum darahnya untuk memperoleh sebuah skill.


...Skill Shadow Step Berhasil Di dapatkan....


...Energi sihir yang di perlukan untuk evolusi sudah terpenuhi....


...Apa anda ingin berevolusi?...


...Ya / Tidak...


"Aku sudah bisa berevolusi?". Gumam Ferisu ketika mendengar pemberitahuan sistem. "Tidak aku tak akan melakukannya sekarang, aku belum tau dampak dari melakukan sebuah evolusi". Gumamnya dalam hati.


Ferisu pun membiarkan mayat Liver dan hanya membawa kepalanya. Ia pergi menuju kembali ke istana untuk membantu para elf melawan para iblis.


Di atas atap istana Ferisu berteriak dengan keras. "Aku sudah mengalahkan pemimpin kalian!! jika tak ingin mati batalkan penyerangan kalian dan kembali lah!". Teriak Ferisu dengan lantang.


Bukannya mundur pasukan iblis itu pun turun dan bertekuk lutut pada Ferisu. Melihat hal itu semua elf pun kebingungan, begitu pula dengan Ferisu yang turun dari atap.


Apa yang terjadi?


Kenapa mereka bertekuk lutut padaku?


Ferisu yang kebingungan pun mendekati salah satu iblis dan menanyainya. "Kenapa kalian malah bertekuk lutut padaku?". Tanya Ferisu.


"Itu karena tuan sudah membunuh majikan dari kami, secara otomatis kontrak pelayan dan tuan pada kami akan di pindahkan pada anda". Jelas iblis itu.


"Aturan kontrak ini hanya berlaku pada ras iblis, jika iblis yang menjadi tuan di bunuh oleh iblis lain. Maka kontrak tuannya akan di berikan pada iblis yang membunuh tuan dari pelayan kontrak itu". Jelas iblis itu.


"Begitu yah...". Gumam Ferisu sembari menganggukkan kepalanya. Ia pun melihat semua iblis yang tunduk dan menghitung beserta membedakan mereka berdasarkan clan.


"Semuanya berada di evolusi tahap pertama kecuali 2 orang". Gumam Ferisu setelah menganalisis semua iblis itu.


Terdapat 102 iblis yang tersisa dalam penyerangan itu dan tunduk kepada Ferisu. Diantaranya 10 ogre, 20 lizardman, 40 orc dan 30 imp.


2 sisanya adalah komandan pasukan. Salah satunya adalah kijin yang merupakan evolusi ke 3 dari ogre dan satunya adalah majin yakni iblis yang hebat dalam sihir.


"Sekarang apa yang akan kau lakukan Ferisu-kun?". Tanya Alfred.


"Hmmm, kurasa aku akan membawa mereka ke Dead Land". Jawab Ferisu.


Mendengar hal itu seorang kijin yang merupakan komandan pasukan pun bertanya pada Ferisu. "Maaf karena saya menyela, bukannya dead land itu hanya pulau besar dengan tanah yang mati. Kenapa tuan ingin pergi kesana?". Ujar kijin itu dengan kebingungan.


"Aku juga ingin menanyakan soal itu Ferisu-san". Ujar raja elf yang tiba-tiba datang. Ia datang bersama dengan ratu, Licia, Gery dan lainya.


"Ferisu-sama! kau tak apa-apa kan?". Ujar Licia sambil berlari dan memeluk Ferisu. Tampak dari mukanya yang penuh dengan kecemasan dan lega saat melihat Ferisu baik-baik saja.


"Aku tak apa, maaf karena membuat mu kawatir". Ujar Ferisu dengan tersenyum sambil mengusap lembut kepala Licia.

__ADS_1


"Anoo, Ferisu-sama! tolong jaga putri Licia dengan baik!". Ujar Gery sambil menundukkan kepalanya.


Semua orang pun kebingungan dengan hal yang di ucapkan oleh Gery. "Oi Licia itu adalah adik ku!". Ujar Alfred dengan ketus.


"Ahaha, aku tau soal itu yang mulia". Ujar Gery. "Sebenarnya saya menyukai tuan putri dari waktu kecil, tapi seperti nya kami bukan lah jodoh dan untuk Ferisu-sama, saya benar-benar mohon maaf". Ujar Gery sembari menundukkan kepalanya.


"Kau minta maaf soal apa?". Tanya Ferisu dengan heran.


"Sebenarnya sayalah orang yang merencanakan pembunuhan terhadap Ferisu-sama karena tenggelam dalam rasa kecemburuan. Saya tau minta maaf saja tak cukup, anda juga bisa membunuh saya kalau anda mau". Ujar Gery dengan begitu menyesal.


"Begitu yah, jadi kau lah dalang di balik serangan itu". Ujar Ferisu dengan nada dingin dan berjalan mendekati Gery secara perlahan.


Ferisu pun memegang punggung Gery yang masih menundukkan kepalanya. "Lain kali ajak aku untuk makan beberapa kue yang manis lagi". Ujar Ferisu sambil tersenyum simpul.


"Eh? apa anda tak ingin membunuh saya? saya sudah pernah berencana membunuh anda loh". Ujar Gery dengan kebingungan.


"Aku sudah tak punya niat melakukannya, terlebih lagi kau sudah menyesal bukan?". Ujar Ferisu.


"Ya, aku tak tau harus bilang apa. Saya benar-benar minta maaf dan terimakasih karena telah menyelamatkan ibu kota". Ujar Gery sekali lagi sambil menundukkan kepalanya.


"Huft, baiklah sebelum nya kalian bertanya soal kenapa aku ingin pergi ke dead land bukan?". Ujar Ferisu menyinggung pertanyaan sebelumnya.


"Itu benar". Ujar raja elf.


"Aku sebenarnya berniat untuk membangun sebuah desa, dan tinggal disana". Ujar Ferisu.


Sontak semua orang pun terkejut sekaligus kebingungan, mengingat kalau dead land adalah sebuah pulau yang tak di tinggali oleh 1 pun makhluk hidup.


"Yah aku tak perlu menjelaskan nya, tempat itu hanyalah rencana awal ku saja. Jika tak berhasil aku akan mencari tempat lain". Ujar Ferisu.


"Begitu yah, jadi kau ingin membangun sebuah desa. Bagaimana jika kita beraliansi?". Ujar raja elf.


"Aliansi?". Tanya Ferisu bingung.


"Itu benar, saat ini aliansi kami dengan 3 ras lainnya sudah tak berlaku dan peperangan mulai terjadi lagi. Kami akan membantu desa mu jika ada yang menyerang atau terkena suatu musibah, terlebih lagi kau juga suami dai putri ku". Ujar raja elf.


"Hmmm..". Ferisu pun berpikir sejenak mengenai tawaran dari raja elf. "Baiklah, tapi aku tak terlalu mengerti soal itu. Aku hanya bisa bilang aku akan membantu kalian jika ada suatu hal yang terjadi pada wilayah elf itu saja". Ujar Ferisu.


"Tak masalah, dengan begini kita sudah beraliansi. Oh ya soal bibit sayuran yang kau minta tempo hari sudah ku siap kan semua". Ujar raja elf.


"Benarkah? kalau begitu aku akan pergi menyusul Takeo dan yang lainnya besok pagi nanti". Ujar Ferisu memberi tahu jika ia akan pergi menuju ke dead land besok.


"Kau sudah mau pergi besok?". Tanya Alfred.


"Yah, begitu lah. Aku ingin secepatnya melihat tempat itu". Jawab Ferisu.


"Begitu yah". Gumam Alfred, ia pun mendekati Ferisu dan memegang kedua pundaknya dengan erat. "Kau harus menjaga adik kesayangan ku ini dengan baik, dan jika kau membuatnya sedih aku akan memberikan pelajaran padamu!". Ujar Alfred dengan tampang yang menyeramkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TO BE CONTINUE


__ADS_2