
Setelah selesai dari toko budak, mereka pun langsung bergegas kembali ke istana kerajaan untuk mengintrogasi assasin tersebut. Namun saat sampai di gerbang penjara terlihat beberapa penjaga yang terluka.
"Apa yang terjadi!?". Ujar Alfred.
"Ma~maaf kan kami Alfred-sama, assasin itu di bawa pergi oleh beberapa orang". Ujar penjaga itu.
"Tch..!". Decak Alfred dengan kesal.
"Mereka pergi ke arah mana?". Tanya Ferisu.
Penjaga itu pun menunjukan arah nya.
"Aku akan mengejar mereka". Ujar Ferisu yang langsung menggunakan acceleration.
"Ya- apa! Kecepatan macam apa itu...". Ujar Alfred yang kaget melihat kecepatan Ferisu.
Gery yang melihat itu merasa was-was dan takut ketahuan, ia pun langsung pamit dengan Alfred untuk kembali ke mansionnya dengan alasan ada urusan.
Walau pun mengejar mereka dengan begitu cepat, Ferisu tetap tak bisa menemukan mereka.
Mereka cepat sekali menghilangnya... Ah, benar juga aku sudah memasukkan sedikit darah ku pada assasin itu.
Detection!
Ferisu pun menggunakan skill deteksi untuk mencari keberadaan assasin itu. Saat di deteksi ia pun merasakan keberadaan assasin tersebut di sebuah mansion bangsawan.
Saat itu, Ferisu pun berhenti di atap sebuah rumah sembari memerhatikan mansion itu. Dan tak lama kemudian terlihat seseorang yang membuka tirai jendela suatu ruangan. Orang itu adalah Liver, ia melirik ke kanan ke kiri seperti sedang mengawasi sesuatu. Namun saat itu secara tak sengaja mata mereka berdua berpapasan.
Kurasa aku akan kembali terlebih dahulu.
Ferisu pun kembali ke istana kerajaan dan memberi tahu Alfred mengenai mansion itu. Mendengar hal itu Alfred pun terkejut sekaligus tak percaya. Ia pun langsung meminta kesatria nya untuk memanggil Viscount Gerald yang merupakan ayah Gery.
Viscount Gerald pun memenuhi panggilan itu dan tiba di istana kerajaan. Semua orang berkumpul di ruang singgasana raja, saat itu Gerald ditanyai dengan berbagai macam hal.
Namun Gerald yang tak tau apapun menjadi sangat kebingungan.
"Maaf, jika saya menyela Yang mulia. Saya benar-benar tak mengerti maksud anda dengan assasin dan percobaan pembunuhan?". Ujar Gerald dengan tampang penuh kebingungan.
"Ferisu-kun, apa benar assasin itu berada di mansion viscount Gerald?". Tanya Alfred.
"Yah, tak salah lagi. Aku merasakan keberadaannya disana". Ujar Ferisu.
"Itu mustahil, saya tak pernah menyewa assasin atau apapun itu. Hei nak, apa kau hanya asal menuduh?". Ujar Gerald sembari melihat Ferisu.
"Hmmm? apa untungnya bagiku untuk menuduh seorang bangsawan dari negeri orang?". Balas Ferisu.
"Terus kenapa kau menuduh jika aku menyembunyikan seorang assasin di mansion ku?". Tanya Gerald.
__ADS_1
"Bagaimana jika kita memanggil semua pelayan dan semua orang yang berada di kediaman mu ke istana". Usul Alfred.
Semua orang pun menyetujui usulan dari Alfred. Akhirnya semua orang yang berada di mansion itu pun di panggil dan masuk ke ruang singgasana raja.
Pada saat itu Ferisu menggunakan skill detection nya dan tak menemukan assasin yang di tandai nya berada di kumpulan orang itu.
"Apa benar ini semua orang yang tinggal di mansion?". Ujar Ferisu.
"Ya, ini sudah semuanya". Ujar Gerald.
"Sebenarnya ada apa Ferisu-sama?". Ujar Gery dengan muka polosnya.
"Tidak, pelayan yang disana! Apa aku boleh menanyakan tentang luka di tangan mu?". Ujar Ferisu yang merasakan bau darah.
Sontak Liver pun terkejut karena Ferisu dapat mengetahui lukanya. Padahal luka itu tak terlihat karena di tutupi oleh pakaiannya. Begitu pula dengan Gery yang sudah mulai keringat dingin.
"Maafkan atas kelancangan saya, apa yang anda maksud luka di lengan saya?". Ujar Liver dengan berpura-pura kebingungan.
"Kalau begitu apa kau bisa membuka baju di bagian bahu kanan mu sebentar?". Ujar Ferisu.
"Bagaimana kau bisa tau kalau dia sedang terluka Ferisu-san?". Tanya raja karena heran.
"Itu karena aromanya". Balas Ferisu.
"Kau bisa mencium aroma darah!?". Ujar Alfred terkejut.
"Yah, aku menggunakan sebuah skill yang dapat menguatkan indra penciuman ku. Yah semacam itulah". Ujar Ferisu.
"Be~begitu yah". Ujar Alfred yang menerima ucapan Ferisu.
"Kalau begitu, pelayan yang di sana apa bisa menunjukkan bahu kanan mu!?". Ujar Alfred.
Mau tak mau Liver pun menunjukkan bekas luka yang ia terima dari Ferisu pada saat malam hari itu.
Lukanya benar-benar sama dengan luka yang kuberikan pada orang yang menyerang ku pada malam hari itu, bahkan lokasi lukanya sama persis.
"Apa kau elf bertopeng yang mencoba membunuh ku pada malam itu". Ujar Ferisu dengan senyum sinis.
"A~apa yang anda maksud tuan... Luka ini saya dapatkan karena serangan monster tempo hari". Ujar Liver memberikan alasan.
"Begitu yah.. Ughhwaff!!".
Liver pun menusuk kan sebuah belati yang ia sembunyikan ke arah jantung Ferisu. Saat itu semua orang pun terdiam karena terkejut dengan hal yang mereka lihat.
Semua kesatria pun menarik pedang mereka keluar dan ada juga yang langsung melindungi keluarga kerajaan.
"Apa yang kau lakukan Liver!?". Ujar Gery.
__ADS_1
Dari belakang pun tiba-tiba ke empat assasin dari dark elf itu pun menodongkan pisau ke keluarga kerajaan.
"Jangan bergerak atau mereka akan mati". Ujar Assasin 1.
"Apa yang kalian lakukan!". Ujar Gery dengan serius karena ia tak memberikan perintah semacam itu.
"Hahahaa...". Liver pun tertawa jahat.
"Li~Liver...?". Ujar Gery dengan terbata-bata.
"Sungguh elf yang bodoh, tapi yah. Terima kasih berkat mu aku bisa memasuki wilayah elf tanpa ketahuan oleh orang-orang. Dan sekarang waktunya untuk mengambil darah dari keluarga kerajaan elf demi balas dendam pada tuan ku". Ujar Liver yang berubah menjadi seekor Arcdemond.
"Iblis!". Ujar para kesatria dengan terkejut.
Ke empat assasin itu juga berubah menjadi iblis. Semua kesatria pun tak bisa berbuat apa-apa karena raja mereka di sandra begitu pula dengan Gery yang kebingungan dengan kejadian itu.
"Siaalll!!!". Gery yang panik dan tak bisa tenang pun menyerang Liver secara gegabah dengan sihirnya.
Namun tetap saja Liver yang merupakan iblis tingkat atas dapat menahan serangan itu dan menyerang balik Gery hingga memutuskan lengan kanan milik Gery dalam sekejap.
"Aaaarrrggghhhh!!!!". Teriak Gery kesakitan sembari memegang lengannya yang putus.
"Bagus teriakan mu sangat indah, ahahaha!!!. Yah kau menonton saja dari sana dengan tenang, aku akan membunuh para anggota kerajaan ini". Ujar Liver.
"Uggghhh... Aku tak akan membiarkannya!". Teriak Liver dengan keras sembari bangun berdiri.
"Hah? Kau cukup keras kepala juga yah". Ujar Liver sembari menatap Gery dengan sinis.
"Aku tak akan membiarkan kalian menyakiti putri dan yang lainnya!". Ujar Gery.
Baamm!!!
Liver pun menghantam keras Gery hingga melayang dan menghantam tembok, namun ia tetap bangun berdiri dengan tekad melindungi Licia dan keluarga kerajaan yang lain.
Liver pun terus-terusan menghajarnya, namun ia tetap bangkit berdiri.
"Dasar keras kepala!". Ujar Liver dengan ketus dan menghantam Gery dengan keras.
"Ughh... Aku mohon siapa saja... Tolong selam-". Ujar Gery dengn terbata-bata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE...
__ADS_1