
Di pagi hari,di desa elf. Midori telah menyiap kan peta, buku yang penuh informasi dan perbekalan lainnya untuk perjalanan.
Para elf pun berkumpul untuk mengantarkan kepergian putri kerajaan tercinta mereka. Ferisu pun membaca buku yang di berikan oleh Midori.
Para elf ini cukup baik, hampir semua informasi yang kuingin kan ada di dalam buku ini. Mata uang, harga pasar, wilayah ras dan informasi mengenai kota juga ada.
"Anuu.., Ferisu-sama, ap~apa kau akan bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan padaku kemarin..?". Ujar Licia dengan muka yang memerah.
"Heh?, apa yang kau katakan putri?". Balas Ferisu dengan kebingungan.
"Ka~karena di buku yang ku baca di perpustakaan istana mengenai ras vampir, ka~katanya ras vampir hanya meminum darah dari lawan jenisnya jika sudah menikah... Bi~bisa di bilang ji~jika menghisap darah lawan jenis itu adalah ritual pe~pernikahan bagi ras vampir". Ujar Licia dengan muka yang sangat merah karena malu.
"Eh, eeeh, eeehhhh!!!!". Teriak Ferisu yang kaget mendengar hal itu.
Tung~tunggu dulu!, aku tak pernah dengar soal itu!. Bahkan di film vampir yang pernah ku tonton atau bahkan novel yang ku baca tak pernah mengatakan soal ritual pernikahan!
Ah, aku lupa jika ini adalah dunia nyata, tentu saja ada sebuah peraturan yang tak ku ketahui bukan?
"Etto, nee Putri, sebenarnya aku tak mengetahui soal hal itu". Ujar Ferisu dengan perasaan tak enak.
"Jadi, kamu tak mau bertanggung jawab?". Ujar Licia dengan muka yang penuh kecewa dan sedih.
Hmmm, ehmm, entah kenapa aku merasa tak enak dengannya. Memang benar itu salah ku yang secara sepihak meminum darahnya tanpa izin. Kukira hal itu sudah biasa bagi ras vampir,aku tak tahu soal ritual pernikahan atau apapun...
"Huft, baiklah aku akan bertanggung jawab". Ujar Ferisu sambil menghela nafas pendek.
"Benarkah!". Ujar Licia dengan gembira.
Gadis ini... Apa semua elf benar-benar mudah mempercayai seseorang?. Bahkan sampai mau menjadi seorang istri walau hanya ke salah pahaman?.
"Yah, aku akan bertanggung jawab. Tapi, putri kau tau jika perjalanan ku ini di penuhi oleh berbagai macam rintangan atau pun musuh yang sangat berbahaya". Ujar Ferisu.
"Aku akan tetap ikut!". Balas Licia dengan penuh keyakinan.
"Aku akan bertanya 2 hal padamu. Pertama, kenapa kau sangat mempercayai ku?, dan kedua, apa kau berusaha memanfaatkan ku!?". Ujar Ferisu dengan tatapan tajam.
"A~aku.., tak ingin memanfaatkan mu atau apapun, aku mempercayai mu karena para roh sangat senang saat dekat denganmu. Terlebih lagi.., se~sepertinya aku ja~jatuh ci~cinta padamu...". Balas Licia dengan muka yang memerah.
"Huh?, ba~baiklah, aku akan membawa mu ikut dengan ku". Ujar Ferisu sambil memalingkan wajahnya yang memerah.
Itu curang kau tau! jangan gunakan muka yang begitu manis dan malu-malu seperti itu di hadapan ku!
__ADS_1
"Fufu, ternyata orang sekuat Ferisu-san pun bisa menjadi lembut karena seorang perempuan". Goda salah seorang elf disana.
"Berisik!". Ujar Ferisu dengan ketus.
Ferisu pun menggendong Licia dengan gendongan ala putri.
"Eh... Fe~Ferisu-sama!, ap~apa yang kau lakukan!?". Ujar Licia yang kaget.
"Kalau begitu kami pergi dulu". Ujar Ferisu.
Ferisu pun meninggal kan desa tersebut dengan berlari dan meloncat ke dahan pohon sambil menggendong Licia.
"He~hei... Ferisu-sama, apa.., apa kau bisa menurunkan ku?. Ini.., sedikit memalukan...". Ujar Licia dengan muka memerah.
Ferisu pun berhenti di sebuah dahan pohon.
"Bukannya kau yang memintaku untuk bertanggung jawab?. Jadi aku akan terus menggendong mu hingga keluar dari hutan ini". Ujar Ferisu dengan muka yang begitu dekat dengan Licia.
Lagi pula jika berjalan kaki akan memakan waktu yang lama, aku juga tak tau jika putri elf ini punya kemampuan untuk bertarung atau pun bergerak cepat.
Muka Licia pun memerah lagi dan tangannya pun memegang erat pakaian Ferisu.
Ferisu bergerak dengan kecepatan yang dapat di tahan oleh Licia, ia meloncati dahan pepohonan satu persatu agar tak berhadapan dengan monster di jalan.
Mereka pun akhirnya sampai di luar hutan dan dapat melihat jalan yang menuju ke arah ke kota Azpire di wilayah beastman.
Ferisu pun menurunkan Licia dari gendongannya.
"Ferisu-sama...".
"Ya?".
"Apa kau bisa menyembunyikan taring dan mata merah mu?. Karena orang-orang tau jika ras vampir sudah punah, terlebih lagi jika mereka tau ada vampir yang tersisa mereka akan panik dan pasti akan terjadi sebuah pertarungan yang tak di inginkan". Ujar Licia.
"Huh?, baiklah". Ferisu pun memejamkan matanya dan menekan aura vampirnya.
Penampilannya pun kembali seperti saat ia menjadi manusia dengan rambut hitam dan mata berwarna biru langit.
"Apa ini sudah lebih baik?". Ujar Ferisu.
"Hu'um yah". Angguk Licia.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan perjalanannya, mengikuti jalan yang menuju kearah kota Azpire.
"Hei, Ferisu-sama apa kau tak merasa dendam padaku dan ras ku?". Ujar Licia.
"Kenapa aku harus dendam pada kalian?". Tanya Ferisu dengan heran.
Licia pun bercerita tentang kejadian pembantaian ras vampir.
"Oh tentang itu yah, kau tak perlu kawatir.Aku sama sekali tak peduli soal itu". Ujar Ferisu.
Lagi pula aku tak ada kaitannya dengan ras vampir yang ada di dunia ini.
"Hei Kuro, antara pahlawan dengan ras dragonoid lebih kuat yang mana?".Tanya Ferisu pada pedang miliknya dengan telepati.
"Hmmm, kalau soal itu jelas dragonoid lebih kuat dari pada pahlawan manusia". Balas Kuro.
"Apa hanya manusia saja yang dapat memanggil pahlawan?". Ujar Ferisu.
"Ya, hanya ras manusia yang memiliki kemampuan atau sihir unik untuk memanggil manusia dari dunia lain yang memiliki kekuatan hebat". Balas Kuro.
Dalam perjalan menuju ke kota Azpire, terdengar sebuah langkah kereta kuda dari arah belakang Ferisu dan melewati mereka.
Di dalam kereta kuda
"Elf dan manusia?". Gumam wanita yang berada di kereta kuda.
"Pasangan yang aneh, biasanya para elf tak akan mau berdekatan dengan manusia. Terlebih lagi sekarang mereka sedang berada di dalam konflik dan perang yang bisa saja di mulai kapan pun". Ujar Wanita lain.
"Huftt... Bukan hanya elf, tapi ras beastman juga bisa ikut terlibat dalam perang itu. Kau tau itu kan Yuki".
"Yah aku tau itu, Shiro". Balas Yuki.
Kedua wanita di dalam kereta kuda itu adalah kakak beradik dari ras beastman yang merupakan manusia setengah rubah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TO BE CONTINUE
__ADS_1